Ringkasan Pembuatan Keris – M.L. Fauzan Pusposukadgo (1984)

PEMBUATAN KERIS

Dalam rangka ikut melestarikan seni pande keris, maka saat ini kami telah mencoba membuat keris. Adapun pengalaman yang telah kami jalankan sebagai berikut :

  1. Menyediakan besalen (tempat pembuatan keris)
  2. Menyediakan arang jati paling sedikit 4 kwintal
  3. Menyediakan besi 15 kg, baja 1 kg, dan nikel 1 ons
  4. Menyediakan paron besar, palu 5 kg, 3 biji sapit dll
  5. Menyediakan tenaga pembantu sebanyak 3 orang

(Bahan-bahan tersebut di atas hanya cukup untuk membuat 1 bilah keris)

Caranya :

Besi dibakar sampai merah, dipalu bergantian berkali-kali juga pembakarannya, selanjutnya sampai bisa dilipat panjangnya sama dengan permulaan. Pembakaran selanjutnya dilakukan setelah menjadi lipatan, hingga memijar, adapun ‘pijar’ itu seperti keluar bunga api dari api pembakaran itu kalau sudah terjadi segera diambil dan dipalu seperti permulaan, kalau sudah rata lengket semua dipanjangkan dan dilipat lagi seterusnya sampai besi betul betul bersih. Terakhir pembesotan dijadikan dua potongan sama panjang.

Tandanya kalau sudah bersih

Besi jika sudah bersih dari kotoran (karbon) itu kalau dipalu tidak banyak kotoran yang jatuh, kalau dibakar mudah ‘mijar’.

Memilih Besi

Besi yang bagus untuk membuat keris adalah besi putih. Untuk besi hitam tidak baik, dan besi dari toko banyak karbonnya, yang baik besi lama atau besi kuno.

Pamor (Nikel)

Untuk membuat keris yang kami alami baru memakai pamor nikel. Nikel berat 10 ons dipipih setebal 1 mm. Panjangnya dibuat sama dengan besi besotan tadi.

Permulaan memberi lapisan pamor pada keris

Dua batang besi yang sudah ‘bersih’ dan satu batang nikel yang sudah dipipih tadi, ditumpuk menjadi satu dengan posisi nikelnya di tengah, dan ketiganya ditali dengan kawat paling sedikit tiga tempat. Bundelan tersebut dibakar sampai ada tanda pijar seperti saat memijarkan lipatan besotan tersebut dan caranya sama juga. Kalau sudah lengket semua selanjutnya dipanjangkan untuk dibekuk.

Perhitungan lapisan

Dalam permulaan tahap pertama tersebut sudah satu lapis, untuk selanjutnya dibekuk pertama (bekukan kesatu menjadi lapisan dua, bekukan dua menjadi lapisan empat, bekukan ketiga menjadi lapisan delapan, bekukan keempat menjadi lapisan enam belas, bekukan kelima jadi lapisan tiga puluh dua, dan seterusnya menurut kehendak/yang dikehendaki. Dan menurut kekuatan besi, kalau memang besinya hanya kuat beberapa lapisan tidak boleh dipaksakan, kalau dipaksakan tidak akan bisa lengket.

Membuat kodokan/calonan

Lapisan yang sudah mengandung pamor tersebut, selanjutnya dibuat potongan dua batang yang hampir sama (agak besar sebelah).

Membuat kodokan baja

Baja berat 1 kg, dipipih setebal 5 mm, besarnya sama dengan kodokan lapisan berpamor tersebut.

Membuat kodokan keris

Kodokan lapisan berpamor dua batang dengan satu batang kodokan baja ditumpuk menjadi satu, dimana posisi kodokan baja di tengah, lalu dikat dengan kawat di beberapa tempat sehingga kencang betul. Selanjutnya dibakar hingga memijar, seperti permulaan dan memalunya diarah supaya rata betul serta dibalik-balik supaya tebal pamornya sama dan bajanya ditengah-tengah. Pada pangkal calonan keris agak tebal dan lebar sedangkan pada ujungnya agak tipis. Dan terakhir diukur menurut blak keris yang akan dibuat.

Membuat calonan ganja keris

Calonan keris yang digaris menurut blak tadi harus ada kelebihan untuk membuat calonan ganja keris, pemotongannya memakai gergaji besi.

Mengerjakan keris

Setelah menjadi calonan/kodokan keris, selanjutnya dimulai mengikir dengan kikir besar atau yang dinamakan anggrabahi. Mengikirnya sambil membuat potongan keris antara lain : Dibuat dengan bentuk tinggi di tengah (cembung), pinggirnya dibuat tajam antara kanan kiri sama tebalnya, jadi baja bisa di tengah-tengah menajam adapun pamornya di tengah-tengah bilah. Jika sudah terlihat rata, diteruskan dengan mengerjakan bagian ricikan-ricikan dengan tatah untuk membuat sogokan, pejetan, tikel alis dll. Untuk membuat kruwingan menggunakan gerenda tipis. Untuk membuat kembang kacang menggunakan bor, kikir tipis kecil, untuk membuat greneng menggunakan kikir bulat kecil, gergaji halus serta wali. Setelah selesai penggarapan diteruskan mengelus dengan segala macam alat yang diperlukan

Membuat ganja keris

Setelah keris selesai dikerjakan selanjutnya dibuatkan ganja. Pertama di bur menurut besarnya pesi/pegangan, ditetek pada keris/trenjel supaya kuat dan pas, selanjutnya baru dibentuk pas dengan keris.

Gambar 1, besi bakalan keris seberat 15 kg

Gambar 2, besi yang sudah dibesot/dibersikan, membuat dua batang

Gambar 3, pamor masih calonan/nikel seberat 1 ons

Gambar 4, pamor yang sudah dipipih tipis, panjangnya sama dengan batangan besi besotan tersebut

Gambar 5, besi dan pamor diikat menjadi satu dengan kawat

Gambar 6, bekukan lapisan pamor pertama

Gambar 7, kodokan lapisan pamor dibuat dua batang

Gambar 8, kodokan baja, panjangnya sama dengan kodokan lapisan pamor

Gambar 9, bandelan ketiga kodokan, bajanya ditengah

Gambar 10 dan gambar 11, kodokan/calonan keris telah selesai seterusnya akan difinishing untuk menjadi keris. Calonan ganja keris mengambil dari potongan balonan keris

Gambar 12, denah besalen untuk pengapian pembuatan keris

 

ALAT MEMBUAT KERIS

Untuk membuat keris menggunakan alat yang serba susah dibeli ditoko, yang hanya bisa dibeli di toko antara lain : kikir, gerenda, gergaji, betel, wungkal dll. Adapun alat-alat lain misalnya ; tatah, wali, susur dll itu harus membuat sendiri menurut apa yang perlu digunakan pada keris yang akan dikerjakan.

Jenis kikir untuk membuat keris

  1. Kikir plat besar gunanya untuk anggrabahi permulaan keris
  2. Kikir plat kecil untuk membuat wangunan atau garap keris
  3. kikir bulat untuk membuat sor-soran atau keris bagian bawah
  4. kikir bulat kecil dan setengah bulat, untuk membuat greneng (dha), kembang kacang dll
  5. kikir pisau untuk menyusur sogokan, greneng, lambe gajah, jalen dll
  6. kikir kuku untuk membuat gusen, kruwingan, kembang kacang dll
  7. kikir penyusur untuk mengelus kruwingan
  8. kikir persegi tiga untuk membuat ganja keris atau anggrabahi kedua
  9. kikir melengkung kecil untuk membuat ganja, greneng, kembang kacang
  10. kikir setengah bulat melengkung halus untuk menghaluskan semua ricikan keris

Jenis Tatah

Tatah untuk membuat keris harus membuat sendiri menurut bentuk keris yang akan dibuat antara lain : Tatah Kuku, untuk menatah/anggrabahi sogokan, pejetan, tikel alis. Untuk membuat naga, singo barong, bentuk gono dll juga tatahnya membuat sendiri, besar kecilnya menurut yang akan ditatah.

Alat untuk menghaluskan keris

Kalau pembuatan keris cukup atau hampir selesai, dilanjutkan dengan mengelus, dengan ungkal yang agak kasar, terus wungkal halus sehingga tidak keliatan gores-gores pada keris.

Menuakan/nyepuhi keris

Untuk proses terakhir kali pembuatan keris adalah nyepuhi. Nyepuhi ada dua maksud, yaitu nyepuhi dalam arti membuat tua besinya supaya seperti keris yang sudah tua (kuno) dan nyepuhi supaya besinya tua dalam arti kata tidak lunak atau muda.

1.Nyepuhi besi menjadi seperti keris kuno

Setelah keris selesai dikerjakan halus, selanjutnya dimasukkan dalam kamalan selama beberapa jam menurut kebutuhan tuanya, jika sudah tua dibersihkan dengan sabun atau jeruk nipis, sampai besinya putih.

Membuat kamalan :

Menyediakan kotak kayu ukuran panjangnya 80 cm, lebar 10 cm dan dalamnya 7 cm. Menyediakan belerang 3 kg, garam 2 kg, air jerk nipis 1 lt, dicampur dalam kotak jika perlu ditambah air biasa sedikit. Ketiganya diaduk menjadi satu hingga tercampur rata.

2. Nyepuhi besi menjadi tua tidak lunak

Keris yang telah jadi halus ditandai dengan tidak ada goresan kikir sama sekali itu dibakar kembali hingga merah, selanjutnya dimasukkan ke dalam tlawah sepuhan. Kalau yang disepuh itu hanya separoh memakai tabung dari bambu, setelah dingin dibersihkan dengan jeruk nipis, adapun caranya sama dengan pada waktu habis dikamal tersebut.

Membuat sepuhan :

Pengalaman yang telah terjadi untuk membuat sepuhan cukup dengan air dingin, atau air garam,bila perlu air bunga setaman. Air tersebut harus didiamkan selama 24 jam dengan maksud agar dingin betul, sebab kalau dingin betul hasilnya cukup baik.

Mengenal tentang nama pamor

Untuk membuat keris sebaiknya mengenal tentang nama dan bentuk pamor. Adapun yang ditulis dibuku ini nama pamor yang banyak didapat dan dikenal secara mudah.

Nama pamor antara lain : beras wutah, pedaringan kebak, udan mas, nggajih, ngulit semongko, gendagan, bendo segodo, bonang renteng, sada sakler, adeg wengkon, wengkon, ujung gunung, tambal, banyu tetes, rintik, huraban, segoro muncar, blarak sineret, blarak ngirit, ron genduru, kenongo ginubah, kembang lampes, lar gangsir, ganggeng kanyut, lawe satukel, adeg sapu, tigowarno, dwi earno, sampir, setra banyu, panca warno, dll

Ini diantaranya yang dapat dibuat dengan sengaja oleh pembuatnya

Pembuatan pamor

Pamor terjadi dari lapisan besi dan bahan yang ditempa sampai lengket betul. Melapis pamor dan besi bisa dijalankan dengan satu lembar pamor dua lembar besi, bisa dua lemar pamor tiga lembar besi, bisa tiga lembar pamor empat lembar besi yang ditempa sekaligus. Tetapi jika untuk menghasilkan karya yang baik seperti apa yang tertulis dalam teori buku ini, perhitungan lapisan hanya menurut kemampuan besinya, misalnya baru 32 lapis ternyata tinggal cukup untuk satu keris maka tidak perlu ditambah untuk lapisan seterusnya, karena kalau diteruskan besinya menjadi habis pamor satu dengan yang lain lengket menjadi satu dengan sendirinya mengurangi dari lapisannya.

Untuk pamor nggajih, ngulit semongko, blarak ngirit bisa dengan lapisan 8 sampai 16 saja. Sedangkan untuk pamor beras wutah, udan mas, gendagan dll menggunakan paling sedikit 32 lapis sampai tak terbatas banyaknya lapisan.

 Jenis Pamor

Jenis pamor ada dua macam yaitu; pamor mlumah dan pamor miring. Tetapi kalau macam pamor banyak sekali, sampai biasanya macam pamor-pamor itu dikira-kira menyerupai apa yang menjadi angan-angan, misalnya dalam pamor ada bergambar orang, padahal itu tidak disengaja oleh pembuatnya lalu dinamakan pamor Rojo Gundolo dll. Memang macam pamor itu bermacam-macam sekali, ada yang disengaja dan tidak disengaja oleh pembuatnya,dan hanya tertentu yang bisa disengaja.

Keterangan pamor mlumah : pamor mlumah adalah hasil dari lapisan terakhir lalu dikerjakan menjadi keris dll.

Keterangan pamor miring : dari proses pamor mlumah lalu diproses lagi mungkin lebih lama memproses pamor miring daripada pamor mlumah, misalnya pamor yang sebetulnya tinggal mengerjakan kemudian dipotong-potong lagi disusun untuk bermacam-macam pamor, seperti contoh pada gambar :

Gambar diatas kodokan keris yang akan dikerjakan menjadi pamor beras wutah, caranya lapisan yang telah ditempa sebanyak-banyaknya tersebut langsung dikerjakan menjadi keris, maka pamornya tidak beraturan dan membentuk karena bekas dalam atau pendeknya bekas pukulan pada waktu ditempa.

Gambar diatas kodokan keris dari calonan beras wutah, tetapi akan diproses menjadi pamor udan mas, caranya kodokan tersebut dibakar dan ditekan semacam drip yang dalamnya sama dan tidak boleh tembus di belakang. Selanjutnya dikikir sampai lobang-lobang bekas drip tersebut habis rata, maka bekas lobangan tadi menghasilkan pamor bulat bersap-sap.

Pamor blarak ngirit, adalah pamor yang menyerupai daun kelapa lengkap dengan tangkainya. Caranya, dari lapisan pamor dipotong-potong, ditumpuk dan dikantong dengan besi seterusnya pada gambar.

Pamor ron genduru prosesnya sama dengan membuat pamor blarak, tetapi diantara tumpukan lapisan pamor tersebut diselingi lempengan besi yang didalamnya tidak mengandung pamor sehingga bisa memisahkan dari lapisan satu dengan yang lain dan juga dimasukan kantong besi seperti pada gambar.

Pamor kenongo ginubah agak berbeda sedikit proses pemotongannya, yaitu pada kedua ujung potongan masih harus dibekuk baru kemudian ditumpuk seperti proses pada pamor blarak.

Pamor sekar lampes juga sama prosesnya dengan pamor blarak, hanya kalau proses kenongo bekukanya ke atas, untuk pamor sekar lampes bekukannya ke bawah.

Perbedaan bekukannya seperti gambar di bawah ini :

Untuk mendapatkan batang ditengah mesti dipacal dengan betel yang tumpul.

Gambar lapisan pamor mlumah yang kemudian akan diproses menjadi pamor miring

Gambar setelah dipotong-potong dan ditumpuk selanjutnya untuk menghasilkan tangkainya kemudian dipaju (betel) di tengah-tengah. Khusus pamor ron genduru, diantara potongan yang berlapis ; pamor tersebut harus diselingi potongan besi yang tidak berpamor.

Gambar kodokan keris yang berpamor miring yang sudah bertangkai (pesi).

Pamor tiga warna

Untuk membuat pamor tiga warna harus menyiapkan potongan tiga macam bentuk pamor, misalnya; pamor adeg, pamor beras wutah dan pamor blarak. Dari ketiga pamor tersebut disambung yang rapi kemudian juga dimasukkan kantong besi serta ditempa sampai lengket betul. Caranya seperti pada gambar.

Gambar kodokan keris pamor tiga warna

Resiko (sebuah catatan)

  • Untuk membuat keris tidaklah semuda bayangan, tetapi akan banyak hambatan-hambatan yang terjadi. Yang paling perlu adalah ketekunan dan konsentrasi. Di dalam membuat 5 keris tidak bisa umpama membuat 5 keris itu bisa berhasil semua, andaikata diantara 5 ini bisa menghasilkan 3 saja sudah boleh dikata keuntungan keberhasilan bekerja.
  • Untuk besi jika memilihnya tidak tepat juga tidak akan menghasilkan pekerjaan yang diharapkan.
  • Untuk¬† arang kayu jati saja, jika tercampur arang kayu lain juga tidak menghasilkan pekerjan seperti yang diharapkan.
  • Dalam memperhatikan pemijaran dalam tungku harus cermat, sebab bisa terjadi terlanjur habis hangus sama sekali.
  • Setelah memijar harus cepat dipalu, kalau tidak cepat, tidak bisa lengket.
  • Tungku harus selalu dikontrol, kotorannya jangan sampai menutupi jalannya angin, sebab kalau tertutup di lobang angin tidak akan bisa mijar.
  • Pada waktu memalu atau menyapit mesti kena percikan bunga api/kotoran besi maka sementara harus bertahan diri dari panas.
  • Dalam menempatkan besi yang dibakar antara api dengan arang harus tepat jaraknya, kalau tidak tepat tidak akan memijar.
  • Paron juga harus yang masih flat, sebab kalau tidak flat betul jika digunakan untuk landasan memalu bisa mental dan mudah bengkok pada besi yang dipalu.
  • Pada waktu prapen masih hidup tidak boleh disambi sama sekali, kalau ada perlu penting prapen dimatikan dulu.

Dan mungkin masih banyak kesulitan-kesulitan lain yang tidak disengaja.

RIWAYAT SINGKAT

M.L Fauzan Puspo Sukadgo, Lahir tanggal 1-6-1942 di desa Grinting, Nogosari, Boyolali, Jawa Tengah.

Pengalaman bekerja :

  • mulai tahun 1965 sebagai sopir bis malam
  • tahun 1972 mulai menekuni dunia keris dengan menjadi anggota Bowo Roso Tosan Aji Surakarta.
  • tahun 1981 diangkat menjadi lurah pande keris Kraton Surakarta dengan nama sebutan; M.L Puspo Sukadgo.
  • tahun 1982 menjadi anggota Presidium Pangreh Bowo Roso Tosan Aji Surakarta.

Kami merasa harus banyak belajar supaya bisa memberikan andil secuil dalam Kebudayaan Indonesia.

 

Semoga,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *