Pusaka Suratman Guminah

10590558_1712292255668741_9142982091114899016_n

Mahar Sepasang: 5.555.555,- (TERMAHAR) Tn. T  Jember


 
  1. Kode : GKO-232
  2. Dhapur : Tilam Upih
  3. Pamor : Ketip
  4. Tangguh : Mataram  Abad XV
  5. Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No :408/MP.TMII/VI/2017
  6. Asal-usul Pusaka : Pemalang, Jawa Tengah
  7. Keterangan lain : disimpan dalam gendaga

 

 
  1. Kode : GKO-232
  2. Dhapur : Tilam Upih
  3. Pamor : Tangkis
  4. Tangguh : Madura Sepuh Abad XV
  5. Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No : 408/MP.TMII/VI/2017
  6. Asal-usul Pusaka : Pemalang Jawa Tengah
  7. Keterangan lain : disimpan dalam gendaga gendaga
 

Ulasan :

Nama Suratman Guminah bukanlah nama dhapur keris, karena memang jika kita membuka buku/literatur tentang perkerisan tidak diketemukan. Tetapi dengan menyebut namanya, orang yang telah paham akan langsung tahu (terutama masyarakat perkerisan di pesisir utara jawa tengah), bentuk keris dan pamor yang seperti apa yang dimaksud.

KERIS SURATMAN, Pada keris Suratman ditandai dengan pamor yang khas, dimana bentuknya menyerupai bulatan uang kepeng yang ditata rapi, berderet dari pangkal hingga ujung bilah. Kerisnya sendiri tampak wingit dengan penampakan besi yang legam karena endapan minyak misik berpuluh-puluh hingga ratusan tahun.  Ya, hal tersebut lebih disebabkan karena cara merawatnya pun agak berbeda dengan keris lain, yakni pada keris Suratman tidak dilakukan pewarangan, hanya diolesi minyak misik dan dilakukan pengasapan dengan hio, dupa atau kemenyan. Karomah atau kemampuan ‘luar biasa’ pusaka ini sangat diyakini untuk kerejekian khususnya dalam hal perdagangan, tak heran ada sebagian pecinta tosan aji menyebutnya sebagai “Udan Mas-nya” pantura.

KERIS GUMINAH, Jika Keris Suratman banyak ditemukan pada keris brojol, tilam upih hingga tilam sari dengan pamor khas yang relatif lebih mudah ditandai, pada keris Guminah agak menjadi susah/rancu, Guminah sendiri juga bukan nama pakem dari sebuah dhapur keris. Keris Guminah biasanya juga ditemukan pada keris leres (lurus) dengan sor-soran lebar dan pamor nggajih. Beberapa diantaranya memiliki ciri khas yang unik pada besinya, yakni ketika sisi tajam bilah di pukulkan/diketok pada sebuah koin maka koin tersebut akan tertancap dan menempel tanpa melukai ketajaman bilah pusakanya.  Menurut kepercayaan masyarakat sekitar Pekalongan dan Pemalang keris Guminah adalah pasangan sejiwa dari keris Suratman. Yang diumpamakan sebagai estri atau pendamping “Wanitanya”, yang penuh cinta dan kasih sayang (ngademke). Seperti layaknya seorang wanita, cantik, anggun, luwes, penuh kasih sayang mampu meredam keangkeran, ego, emosi atau kekerasan namun tetap kuat dan landhep.

FILOSOFI, Pekalongan dan Pemalang identik dengan masyarakat pesisir utara Jawa, sikapnya cenderung lugas, spontan, tutur kata yang digunakan cenderung menggunakan bahasa ngoko. Penyebuton curigo (keris) kurang begitu familiar dalam masyarakatnya, namun di kota batik dan asal dari kuliner nasi megono ini keris lazim disebutnya sebagai “gaman“. Guminah bermakna gaman ingkang gumantung ing lebeting manah, dimana adalah sebuah pusaka sebagai pegangan atau pedoman hidup yang letaknya ada di dalam hati. Guminah adalah lambang dari estri (wanita). Kata estri lahir dari kata estern dalam bahasa kawi berarti penjurung (pendorong), dengan demikian sebutan estri pada manusia itu harus mampu mendorong suami, membantu pertimbangan-timbangan terutama saat jiwa dan semangat sedang melemah.
 
Pusaka ini ketika didapatkan melalui hunter dari seorang nenek tua di sebuah desa di kota Pemalang Jawa Tengah memang sudah menjadi satu pasangan, dan disimpan ligan (tanpa warangka) di dalam gendaga (kotak atau peti untuk menyimpan sesuatu yang penting) yang terbuat dari kayu jati tua dengan dimensi p=51,5 cm, l=20,5 dan tinggi= 5 cm. Kedua bilah tampak serasi, karakter semangat dan kewingitan suratman ketip dibalur oleh aura kesederhanaan dan ketulusan guminah. Sangat layak untuk terus disatukan, terlebih secara fisikpun masih bisa dikatakan wutuh.
Keris Suratman Guminah mempunyai banyak cerita di pesisir utara Jawa Tengah. Keris Suratman Guminah rata-rata disimpan pemiliknya sebagai keris tayuhan (lebih mementingkan isi) yang di-sinengker-kan. Jarang ditampilkan, jarang diperagakan, jarang ditonjol-tonjolkan, tetapi terpacak dengan angker di tempat pusaka dan kehadirannya diyakini melebihi pusaka yang ada di tempat itu. Di antara keris-keris bergengsi, bentuk dhapur dan pamor pusaka jenis inipun tidaklah sekeren pusaka-pusaka keraton bergelar Kanjeng Kiyahi yang berkharisma dan jelas riwayatnya. Baginya makin samar, makin menggetarkan.
 –
 Dialih-rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.

Contact Person :
 

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Pin BB : D403E3C3 Email : admin@griyokulo.com

————————————

 

2 thoughts on “Pusaka Suratman Guminah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *