Sujen Ampel

Mahar : 4.750.000,-


1. Kode : GKO-471
2. Dhapur : Sujen Ampel
3. Pamor : Mrutu Sewu
4. Tangguh : Madura (Abad XIX)
5. Sertifikasi Museum Pusaka No : 850/MP.TMII/VI/2021
6. Asal-usul Pusaka :  Pelabuhan Ratu, Jawa Barat
7. Dimensi : panjang bilah 37 cm, panjang pesi  6,7 cm, panjang total 43,7 cm
8. Keterangan Lain : pamor asihan


ULASAN :

SUJEN AMPEL, mengambil referensi dari buku Ensiklopedi Keris, Sujen Ampel adalah salah satu bentuk dhapur keris lurus yang ukuran panjang bilahnya sedang, tetapi tidak lebar, relatif tebal dan gilig. Selain itu keris ini juga memakai kembang kacang, kadang-kadang memakai jenggot, lambe gajah satu (1), ri pandan dan kadang-kadang greneng sungsun.

FILOSOFI, Sujen = iratan wilah lancip-lancip dianggo nyunduki sate, Ampel = araning pring (Bambusa vulgaris).  Secara harfiah makna sujen ampel adalah bilahan bambu ampel tipis. Ada dugaan penamaan dhapur ini juga berhubungan dengan tampilan bilah dhapur Sujen Ampel sendiri yang mungkin agak berbeda dengan bilah dhapur lainnya, dimana cenderung panjang, ramping dan lancip (nyujen). Bentuk Sujen yang lancip di ujung melambangkan ketajaman pikir. Meskipun tipis harus tetap kuat dan lentur, menandakan keteguhan hati dan harus mampu beradaptasi di segala kondisi  yang ada.

PAMOR MRUTU SEWU, mrutu (Culicoides) adalah sejenis serangga kecil yang umumnya aktif beterbangan pada waktu menjelang magrib dan subuh, sedangkan sewu adalah seribu. Jadi mrutu sewu adalah gerombolan mrutu sebanyak seribu. Seribu ini sebetulnya bukan untuk menunjukkan nilai atau jumlah yang pasti. Bagi orang Jawa sesuatu yang jumlahnya dianggap banyak sering diistilahkan dengan sewu. Pada bilah suatu keris/tombak/pedang maupun tosan aji lainya pamor mrutu sewu memiliki bentuk gambaran berupa kumpulan garis lengkung dan bulatan-bulatan kecil yang saling berdekatan, dan menyebar di seluruh permukaan bilah keris, sehingga tampak ruwet.

Sepintas pamor mrutu sewu hampir mirip dengan pamor udan mas, keduanya sama-sama bermotif seperti kumpulan turunnya titik-titik air yang jatuh menggenangi permukaan bumi. Namun pada pamor udan mas titik-titik air (puseran) tersebut lebih besar motifnya dan cenderung beraturan. Sedangkan pada pamor mrutu sewu, jika diamati puseran tersebut lebih kecil dan tampak menggerombol di beberapa area. Sebagian penggemar keris beranggapan bahwa pamor mrutu sewu memiliki tuah yang baik, dimana pemiliknya akan gampang mencari rezeki, ibaratnya rezeki tiba-tiba akan datang menyerang, yang tak pernah disangka waktu dan asalnya. Pamor ini juga tergolong pamor bukan pemilih, maka siapapun akan cocok. Adapula kepercayaan lain mengenai pamor mrutu sewu, pamor ini juga banyak dicari oleh para orang tua yang anak gadisnya ingin segera memperoleh jodoh atau janda yang sudah tidak sabar menemukan pasangan lagi.

PAMOR ASIHAN, bukan nama pola gambaran sebuah pamor, melainkan sebutan bagi keadaan atau kondisi gambaran pamor, yang garis-garisnya menyambung antara yang ada di bilah dan yang ada di bagian gonjo. Jadi, seandainya motif pamor itu sebuah lingkaran seperti pada bilah ini, separoh lingkaran itu tergambar pada permukaan bilah keris, sedangkan separoh sisanya pada bagian gonjo. Penyebutan pamor asihan tidak berdiri sendiri melainkan selalu disebut bersama dengan pamor lain yang lebih dominan. Misalnya pada keris ini yang berpamor beras wutah yang merupakan pamor asihan, penyebutannya menjadi pamor beras wutah asihan. Oleh sebagian pecinta keris, pamor asihan dinilai baik sebagai pendongkrak kharisma. Pamor ini tidak memilih karena cocok dimiliki siapapun. Malah ada yang meyakini pamor asihan memiliki tuah yang bisa digunakan untuk memikat lawan jenis.

CATATAN GRIYOKULO, Keris Sujen Ampel ini di dapatkan di suatu desa di dekat Pelabuhan Ratu dalam kondisi ligan (bilahan saja tanpa warangka) dan kotor tertutup endapan minyak misik/karat oleh salah seorang kawan yang berprofesi sebagai penjaga galeri antikan di Jakarta bersama dengan tiga keris lainnya (foto tengah). Sempat ditawarkan ketiganya kepada kami namun penulis hanya berminat pada satu bilah ini saja.

Setelah selesai dibersihkan dan dilakukan pewarangan ternyata di luar dugaan memunculkan pamor byor mirip udan mas tiban yang bergerombol. Semua ricikan mulai dari sekar kacang, jenggot, jalen, lambe gajah hingga greneng sungsun  atau greneng yang memakai tambahan ron dha nunut di  bagian wadidang juga terbilang rojehannya masih sangat sempurna. Malahan, dengan melihat style bilah yang agak panjang, bentuk sekar kacang, jenggot, serta greneng sungsun yang berbau kulonan dan pesi yang gilig besar  panjang mirip pesi palembangan beberapa orang menangguhnya sebagai keris Banten. Keris ini juga sudah dibuatkan warangka model sandang walikat dan diberikan hulu berbentuk hanung sardulo. Sangat utuh, tampak gagah dan menawan.

Dialih-rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.


Contact Person :

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Email : admin@griyokulo.com

————————————

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *