Brojol Tuban Majapahit

Mahar : 2.950.000,-


1. Kode : GKO-431
2. Dhapur : Brojol
3. Pamor : Beras Wutah
4. Tangguh : Tuban Majapahit (Abad XIV)
5. Sertifikasi Museum Pusaka No : 630/MP.TMII/VII/2020
6. Asal-usul Pusaka :  Bandung
7. Dimensi : panjang bilah 33 cm, panjang pesi 6 cm, panjang total 39 cm
8. Keterangan Lain : sudah diwarangi, warangka dusun pulasan


ULASAN :

Menurut kepercayaan keris brojol dibabar agar pemiliknya dapat “mbrojol” (terlepas dengan mudah) dari segala kesulitan dalam hidup.

BROJOL, adalah salah satu bentuk dhapur keris lurus yang sangat sederhana. Dan tampaknya semua buku-buku mengenai dhapur keris sepakat jika dhapur Brojol hanya memiliki satu (1) macam ricikan saja, yakni pejetan atau blumbangan. Dhapur brojol terbilang sangat populer dan bisa ditemukan di setiap tangguh/zaman.

FILOSOFI, Bahasa Jawa adalah bahasa yang kompleks dan rumit, banyak sekali kata atau sebutan istilah yang sulit sekali untuk diterjemahkan, termasuk salah satunya istilah “brojol”. (m)Brojol adalah suatu istilah atau terminologi jawa sering dipergunakan untuk mengungkapkan peristiwa lahirnya jabang bayi ke dunia (dari alam rahim ke alam dunia). Bayi yang baru saja dilahirkan tentunya sangatlah polos dan bersih, belum memiliki apapun kecuali berpasrah diri terhadap ibunya. Begitu pula kita wajib berpasrah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sesungguhnya dengan kelahiran itu, kita kembali diingatkan akan asal muasal kita. Pesan yang ingin dititipkan oleh sang empu melalui keris dapur brojol adalah agar manusia dapat dilahirkan kembali secara spiritual – kembali ke fitrah (lahir dan hidup baru menjauhi dosa-dosa lama) atau hijrah (berpindah menuju kehidupan lebih baik, bermakna, dan indah).

TANGGUH TUBAN MAJAPAHIT, pada dasarnya, keris tangguh Tuban melingkupi era kerajaan-kerajaan yang membawahinya. Ketika masih zaman Kediri sebelum Singosari disebut tangguh Tuban Jenggala. Yang dibuat pada masa Majapahit atau Pajajaran disebut tangguh Tuban Majapahit atau Tuban Pajajaran, hingga adapula keris tangguh Tuban Mataram, yaitu keris Tuban yang dibuat pada masa Kerajaan Mataram. Suksesi dari Medang-Kahuripan, Jenggala, Kediri, Singasari, Majapahit, Demak, Pajang dan Mataram yang merentang ratusan tahun lamanya, langsung maupun tidak langsung juga mempengaruhi wujud dan mutu keris-keris Tangguh Tuban. Pada masa Majapahit, Tuban mencapai masa keemasannya sebagai kota pelabuhan utama bagi imperium Majapahit.

PAMOR BERAS WUTAH, Secara denotasi adalah beras yang tumpah, sedangkan secara konotasi kerap dihubungkan dengan keinginan untuk mendapat hasil panen melimpah, atau kehidupan yang lebih makmur. Di masa sekarang berarti rejeki dan penghasilan yang melimpah.

CATATAN GRIYOKULO, meski dalam bentuk dhapur yang sederhana keris brojol ini dulunya sangat dimuliakan oleh pemilik sebelumnya, dimana pada bagian deder diberikan ukiran yang terbuat dari gading gajah. Namun ketika jatuh ke tangan Penulis, sudah “dilorot”, berganti deder kayu. Secara keseluruhan kondisi bilah masih tampak baik hingga ke bagian pesi. Adapun korosi-korosi yang ada pada pinggir bilah masih bisa dikatakan wajar untuk kategori keris sepuh. Besi pada keris brojol ini tergolong halus, dengan tempaan yang rapat. Sedangkan pamor beras wutahnya cenderung menyebar seperti pamor pulo tirto. Sangat cocok bagi Panjenengan yang mengidamkan keris “ori sepuh tanpa owah-owahan” pertamanya dengan tangguh yang banyak dicari para kolektor (Tuban Majapahit). Untuk masalah yang sangat sensitif, seperti mas kawinnya pun terbilang terjangkau.

Dialih-rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.


Contact Person :

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Email : admin@griyokulo.com

————————————

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *