Jalak Ngore Udan Mas

10590558_1712292255668741_9142982091114899016_n

Mahar : 13.131,313,- (TERMAHAR) Tn. AHP, Gatsu – Jakarta


1. Kode : GKO-376
2. Dhapur : Jalak Ngore (Ki Suradarma)
3. Pamor : Udan Mas
4. Tangguh : Surakarta (Abad XX)
5. Sertifikasi Museum Pusaka No : 906/MP.TMII/VII/2019
6. Asal-usul Pusaka :  Jakarta
7. Dimensi : panjang bilah 36,5 cm, panjang pesi 7 cm, panjang total 43,5 cm
8. Keterangan Lain : pamor legendaris yang banyak dicari


ULASAN :

Dalam pamor udan mas terselip doa dan harapan akan berkah atau rejeki dari Atas yang turun dilimpahkan tiada henti-hentinya terus mengalir dalam berbagai bentuk.

JALAK NGORE, adalah salah satu bentuk dhapur keris lurus. Keris ini memakai gandik polos, pejetan, tikel alis, sraweyan dan greneng. Menurut mitos/dongeng keris Jalak Ngore pertama kali dibabar oleh Empu Anjani pada masa pemerintahan Prabu Pamekas dari Pajajaran pada tahun Jawa 1248.

FILOSOFI, Jalak Ngore atau jalak yang sedang mengurai (menggelar) bulu-bulunya. Mempunyai makna aktif bergerak melepaskan dari kesulitan atau mengurai keruwetan dari setiap permasalahan secara teliti dan bertahap. Untuk mencapai cita cita dan tujuan, diperlukan kesungguhan, ketekunan, kewaspadaan dan kesabaran. Tidak ada orang sejahtera / kaya mendadak, semua harus dirintas dari bawah. Alon alon waton kelakon, Gliyak gliyuk waton tumindak, yang berarti : meskipun pelan-pelan tapi mendapatkan hasil, tertatih-tatih tapi tetap dilakukan.

PAMOR UDAN MAS, bagi para pemburu esoteri sebagian daya tarik sebuah benda pusaka, khususnya keris dan tombak adalah pamor. Melalui pamor gambaran daya linuwih sebuah pusaka dapat diraba untuk dibaca. Seperti pamor udan mas, adalah salah satu motif pamor legendaris dalam dunia perkerisan. Bentuk pamor udan mas memang mirip dengan butiran tetesan air hujan yang jatuh ke tanah, berupa bulatan-bulatan kecil yang tersebar di permukaan bilah keris atau tombak. Bulatan-bulatan ini terdiri dari lingkaran bersusun, biasanya bulatan-bulatan tersebut membentuk pola formasi beraturan (kelompok) 212 atau balak 5 kartu domino.

pola formasi puseran pamor udan mas yang khas beraturan

Pamor udan mas oleh para pecinta keris dipercaya tuahnya dapat membuat pemiliknya terus diguyur limpahan berkah/rezeki yang deras dari Tuhan YME Sebagian lagi beranggapan bahwa tuah pamor ini dapat membuat pemiliknya jadi “bakat kaya”. Orang Jawa menyebutnya ‘kuwat kebandan, urip mapan’ (bakat kaya dan hidup sejahtera).

Laksana hujan yang menjadi bentuk anugerah dan cinta Yang Maha Kuasa kepada segala makhluk di bumi. Melalui Langit Tuhan mengirimkan surat cinta dalam bentuk rintik-rintik air yang memberi kesejukan, kehidupan, kesejahteraan serta membawa spirit dan harapan baru. Hujan rela mengorbankan diri mereka untuk jatuh ke bawah, demi menyuburkan tanah. Meskipun ia tidak pernah mendapatkan balasan, hujan tidak pernah merasa jera untuk selalu menetes dan membantu bumi. Hal ini menjadi pengingat setiap hari akan kasih dan pengorbanan orang tua beserta semua keluarga atau orang terdekat yang telah mensupport memberikan yang terbaik dengan keikhlasan.

Jika hujan saja berkehendak menjadi berkah bagi segenap makhluk, maka selayaknyalah jika manusia menjadi emas. Dengan segenap kemampuannya menjadi yang terbaik sebagai perhiasan dunia. Menjadi pribadi tangguh, bersabar saat dalam keadaan dibawah,  kuat ditempa melalui panas dalam masa-masa sulit, karena mereka ingin murni dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Juga menjalani “dharma” untuk saling membahagiakan sesamanya, menghargai sesama makhluk ciptaanNya, juga tidak lupa untuk selalu menyembah Tuhannya, itu tanda emas hati tak luntur. Karna makna emas dalam diri sesungguhnya bukan terletak pada seberapa bernilainya diri kita, tetapi seberapa besar bermanfaatnya kita bagi orang lain.

CATATAN GRIYOKULO, Meski secara usia termasuk golongan tangguh belia (nom-noman), namun udan mas tetaplah akan selalu diburu. Bagian paling Penulis sukai dari keris udan mas ini adalah tintingan atau saat bilah dicoba disentil untuk mendengarkan frekuensi bunyi yang dihasilkan. Semakin nyaring dan lama dari suara yang dihasilkan disinyalir semakin menunjukkan kematangan tempa. Meski bilahnya tergolong tebal, saat dilolos dari warangkanya terdengar suara sriiing… yang nyaring, seperti sebuah katana yang dicabut dari sarungnya. Jika disentil di bagian manapun juga tetap akan beresonansi memperdengarkan suara yang nyaring.

Menilik dari faktor usia, wajar saja jika secara keseluruhan bilah masih terlihat utuh. Ricikan seperti greneng-nya pun masih bisa terbaca bagian huruf dha-nya dan tungkakan yang bergaya Surakarta (Tungkakan : artinya tumit kaki, terletak di ujung atas bagian belakang sebuah ganja keris. Bentuknya merupakan lengkungan hampir setengah lingkaran. Biasanya, hanya keris-keris  nom-noman saja yang memakai ricikan ini. Tungkakan dibuat untuk member tempat yang lebih luas bagi si empu untuk membuat greneng).

udan mas drip panas dan drip dingin

Ditinjau dalam segi teknik pembuatan drip puseran udan mas yang terdapat pada bilah ini, sepertinya pada sisi muka menggunakan teknik drip dingin sedangkan sisi sebaliknya menggunakan cara drip panas. Meski udan mas drip panas dianggap lebih powerful karena di drip saat bilah masih dalam kondisi merah membara, namun ternyata banyak juga yang menggemari udan mas drip dingin karena tampak lebih rapi. Dari segi sandangan, warangka yang ada juga masih cukup pantas mendampingi derajad sang bilah. Dan secara khusus dari informasi pemilik sebelumnya, keris ini juga mempunyai pusaka asma : Ki Suradarma.

Sor-soran Ki Suradarma (foto outdoor setelah diminyaki)

Dialih-rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.


Contact Person :

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Email : admin@griyokulo.com

————————————

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *