Gajang Bugis Ure Ma’panni Jangkerre

10590558_1712292255668741_9142982091114899016_n

Mahar : 7.500,000,- (TERMAHAR) Tn. MRJ, Selangor, Malaysia


1. Kode : GKO-344
2. Dhapur : Sapukala
3. Pamor : Ure Ma’panni Jangkerre (Lar Gangsir, Jw)
4. Tangguh :Bugis (Abad XVIII)
5. Sertifikasi Museum Pusaka No : 92/MP.TMII/I/2019
6. Asal-usul Pusaka :  Wajo, Sulawesi Selatan
7. Dimensi : panjang bilah 20, 4 cm, panjang pesi 3,3 cm, panjang total 23,7 cm
8. Keterangan Lain : kolektor item


ULASAN :

DHAPUR, Sapukala (lurus/sapu rata), bernilai simbolis alempureng (kejujuran), ada tongeng (perkataan benar) dan agettengen (ketegasan).

KANCING, bagian kancing (gonjo, Jw) memiliki garis pamor daung ase (daun padi). Bermakna simbolis pergaulan dan disenangi banyak orang.

PAMOR, bilah dan pamor ditempa dengan teknik La Kurisi (puntir) yang disebut Ure Ma’panni Jangkerre (Lar Gangsir, Jw). Lambang pengharapan agar pemilik atau pemakai (sawi) memiliki kemuliaan (arajang), keadidayaan dan kharisma (awaroaneangeng).

Ditinjau dari awal mula dibuatnya, ure’ kurisi (selanjutnya disebut pamor kurisi) merujuk pada nama panre bessi (empu) yang pertama kali menciptanya. Panre Bessi La Kurisi berasal dari Kerajaan Luwu, yang diperkirakan hidup pada periode Galigo. Oleh karena itu pamor Kurisi biasa juga disebut Pamor Luwu’ Kurisi dan kemudian menjadi penamaan umum bagi motif pamor bergaris-garis dengan bentuk dasar puntiran, menyudut persegi atau bergaris diagonal.

Pamor Kurisi merupakan kelompok pamor anukarta (pamor rekan), yakni pamor yang dalam proses pembuatannya direkayasa lebih dahulu oleh panre bessi. Motif figuratif La Kurisi (puntiran) memberikan kesan ketrampilan dan kesabaran dalam penempaan yang sangat mengagumkan. Pamor kurisi yang sangat disenangi atau dicari banyak orang ialah pola daun, bunga dan binatang. Contoh pola pamor daun adalah pamor daun kelapa (ma’ kure’ daung kaluku), pamor daun pinang (ma’ kure’ daung alosi)  dan pamor daun pakis (ma’ kure’ daung paku). Adapun pola pamor bunga meliputi pamor bunga mayang (ma’ kure’ bunga majeng dan pamor bunga padi (ma’ kure’ bunga ase). Sedangkan pola pamor binatang yang terkenal sangat indah ialah pamor sayap jangkrik (Ure’ Ma’ panni Jangkere).

tatanan pamor sayap jangkrik yang menakjubkan

SARUNG, atau di Jawa adalah warangka, disebut juga jonga-jonga (gerbang-gerbangan), sebagian lagi menyebutnya lopi-lopi (perahu-perahuan) berbentuk kapal phinisi. Seluruh bagian warangka pada keris ini (mulai dari jonga-jonga yang diukir motif sulur daun dan bunga, wanua atau gandar dan pocci atau sepatu) terbuat dari kayu palopo (kemuning), simbol tolak bala dan perlindungan. Bagian pohon kayu kemuning yang baik digunakan sebagai warangka adalah pada bagian bawah pohon yang mendekati akar. Hal ini dikarenakan karena guratan-guratan garis yang ditampilkan akan lebih jelas dan nampak indah (nginden)

PANGULU, tipe rekko takala (hulu patah siap siaga) sebagai lambang kepatuhan, ketaatan dan loyalitas membela rakyat. Fungsi dari pangulu tersebut adalah sebagai pembungkus otting atau watting (pesi, Jw) agar lebih nyaman untuk digenggam. Hulu keris gaya Sulawesi memiliki keunikan tersendiri, hal ini dikarenakan bentuknya yang menyerupai kepala burung laut dengan leher dan paruh yang panjang. Burung laut juga melambangkan keberanian, keselamatan dan keberhasilan. Bentuk pangulu seperti ini oleh orang Bugis sering diartikan sebagai lambang keperkasaan.

Pangulu yang baik biasanya terbuat dari gading, taring atau gigi duyung (lazim disebut gading laut), kayu kemuning atau palopo dan tanduk. Walau demikian untuk kalangan bangsawan ada juga pangulu yang terbuat dari emas atau perak. Posisi pangulu pada gajang biasanya akan selalu sedikit miring atau menghadap keluar dan tidak sejajar dengan jonga-jonga-nya. Posisi seperti inilah yang menjadi identitas gajang Bugis

gajang bugis

KILI-KILI (PEDONGKOKAN), biasa juga disebut pakalassa atau di jawa disebut mendak. Terbuat dari kuningan ukir motif kelopak bunga dengan hiasan motif sulur. Artinya pergaulan menambah kerabat dan memudahkan rezeki.

Dialih-rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.


Contact Person :

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Email : admin@griyokulo.com

————————————

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *