Warangka Sandang Walikat Garan Cirebon

Harga : 1,500,000,-(TERJUAL) Tn. J, Bandung


  1. Perabot : Warangka + Mendak+ Garan
  2. Model : Sandang Walikat, Garan Cirebonan
  3. Bahan : Warangka terbuat dari Cendana Timor wangi, Garan terbuat dari Kayu arang
  4. Dimensi  Warangka: Panjang 24,5 cm, lebar 8,5 cm, gandar 3,5
  5. Dimensi Hulu : Panjang 8 cm, lebar 2,5 cm
  6. Keterangan Lain : bekas warangka jalak budha, randan kondisi OK

Ulasan :

SANDHANG WALIKAT, adalah salah satu model warangka keris yang hampir dimiliki semua daerah, baik Surakarta, Yogyakarta, Cirebon, Bali, Madura hingga daerah lain di Indonesia. Dibandingkan dengan warangka model gayaman dan ladrang atau branggah, meskipun dirasa kurang miyayeni bentuk sandhang walikat justru tampil lebih sederhana dan lebih praktis, sehingga menjadikannya lebih flexible dan tidak gampang rusak. Sebagian besar warangka sandhang walikat digunakan sebagai warangka pengganti (wayuhan). Karena bentuknya yang fungsional, pada zaman dahulu warangka inilah yang lebih sering dibawa-bawa dalam medan pertempuran atau perjalanan jarak jauh.

Para kolektor keris masa kini umumnya menggunakan warangka sandhang walikat untuk ‘menyandangi’ keris-keris berbilah lebar serta pendek, misalnya keris Jalak Budha dan Betok, karena dari segi estetika  warangka sandhang walikat memang lebih indah jika gandarnya tidak terlalu panjang atau terlalu ramping. Dari segi evolusi sejarah perkembangan warangka, sandhang walikat adalah bentuk warangka yang paling tua. Warangka jenis inilah yang pada umumnya dipakai orang pada zaman Majapahit.

Kebiasaan yang lain jika warangka sandhang walikat itu tidak dibuat sebagai warangka wayuhan, hulu/ukirannya harus dibuat khusus, yakni tidak diberi mendak. Jadi setelah bagian bungkul, bagian bawah hulu/ukiran tersebut mengerucut bentuknya. Kebanyakan warangka shandang walikat terbuat dari kayu, dan hampir semuanya memakai gandar iras. Namun ada juga warangka jenis ini yang terbuat dari perak, atau malah diberi lapisan emas, bahkan adapula yang ditambahkan permata.

BUTA BAJANG, Buta dalam dunia pewayangan berarti raksasa atau denawa. Figur buta pada umumnya, tinggi besar, dengan mulut lebar bertaring. Sedangkan Bajang, berarti wujud kecil atau wujud masih muda – juga ada yang menyebut wujud bayi. Maka secara umum, buta bajang bisa diartikan sebagai raksasa kerdil atau mungil.

Dalam figurisasi Buta Bajang pada garan, selalu menempatkan kepala buta miring ke kanan,  jongkok dalam pralambapada-asana di atas ornamen tumpal, tangan kanan diletakan pada lutut dan tangan kiri melipat betis. Ini agaknya mengacu pada pengaruh agama Hindu-Budha, bahwa simbol buta dengan taring adalah Dewa Syiwa, yang senantiasa teguh menjalankan tugasnya (miring ke kanan) yaitu merusak dan mendaur ulang bumi. Pada masa kini, masyarakat perkerisan menganggap, bahwa kepala miring ke kanan mempunyai makna, agar agar pemilik keris selalu berbuat ke jalan kanan atau jalan kebaikan.

Warangka sandang walikat randan (bekas) ini terbuat dari kayu cendana wangi (Santalum album) utuh tanpa sambungan, dengan semerbak wangi yang khas. Kayu cendana wangi sejak jaman kerajaan banyak dipilih sebagai bahan warangka unggulan karena ‘getah’ kayunya mampu menyimpan wangi aromanya berpuluh-puluh tahun sehinga secara tidak langsung mampu mengawetkan bilah. Sejak abad XV, pohon Cendana memang menjadi daya tarik bagi bangsa Eropa untuk mendapatkannya. Namun sekarang, kayu cendana wangi sudah sangat langka, sehingga harganya semakin mahal. Sebagai gantinya, digunakan kayu cendana jenggi (Santalum spicatum). Tapi keduanya memiliki kandungan konsentrasi zat yang berbeda dan karena itu kadar harumnya pun berbeda. Warangka sandang walikat ini digarap secara apik dan halus, berpasangan dengan garan buta bajang model cirebonan dan mendak solid lawasan yang terbuat dari kuningan tebal. Sangat pas dipakai untuk menyandangi ‘keris tindih’, sombro, jalak budha atau bethok.

Ditawarkan sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.


Contact Person :
 

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Pin BB : D403E3C3  Email : admin@griyokulo.com

————————————

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *