Udan Mas

10590558_1712292255668741_9142982091114899016_n

Mahar : 5.000.000,-  (TERMAHAR) Tn. AP Senen, Jakarta Pusat


 
  1. Kode : GKO-264
  2. Dhapur : Tilam Upih
  3. Pamor : Udan Mas
  4. Tangguh : Madura (Abad XVIII-XIX)
  5. Sertifikasi No: 181/MP.TMII/III/2018
  6. Asal-usul Pusaka : Jepara, Jawa Tengah
  7. Keterangan Lain : pamor tiban telogo membleng, warangka dusun, bagian atas tipis dan sedikit korosi

 

Ulasan :

TILAM UPIH, adalah nama dhapur keris lurus yang sederhana. Gandik-nya polos, hanya mempunyai dua ricikan yakni tikel alis dan pejetan. Karena model ricikannya relatif sederhana tidak neko-neko, menjadikannya banyak orang yang bersedia memakainya (populer) yang hingga sekarang relatif lebih mudah diketemukan dan banyak tersebar di dalam masyarakat. Di dalam gedong pusaka keraton Yogyakarta pun sedikitnya ada tiga keris pusaka yang ber-dhapur Tilam Upih, yaitu KK Pulanggeni, KK Sirap, dan KK Sri Sadono.

FILOSOFI, menurut ilmu simbol perkerisan dari Sunan Kalijaga yang ditulis di dalam Serat Centhini, Tilam Upih adalah lambang dari cinta dan kelembutan wanita. Mengandung makna pasemon jika seseorang telah mencintai keris sikapnya bagaikan orang yang mencintai  seorang perempuan yang menjadi garwa (istrinya), dimana ingatan pikirnya selalu tertuju kepadanya. Pada sisi lain, ada sebuah komitmen atau pengorbanan (waktu, tenaga, biaya) untuk merawatnya dengan baik.

Keris dhapur tilam upih juga dianggap baik dimiliki bagi mereka yang sudah berumah tangga (pusaka keluarga), akan cocok bagi siapapun, setia mendampingi berjuang dari awal, dalam suka maupun duka. Yang diumpamakan mempunyai karakter sebagai estri , yang penuh cinta dan kasih sayang (ngademke). Seperti layaknya seorang wanita, cantik, anggun, luwes, penuh kasih sayang mampu meredam keangkeran, ego, emosi /kekerasan namun tetap kuat.

PAMOR TELAGA MEMBLENG, termasuk pamor tiban dengan pengetrapan mlumah, letak pamor ini biasanya di bagian blumbangan atau pejetan (belakang gandik). Pamor ini serupa dengan gumpalan gajih dengan beberapa pulau kecil di dalam danau gajih tersebut. Tuahnya dipercaya untuk menghindari pemborosan, penumpukan harta dan rejeki yang telah kita terima, akan sulit keluar lagi, kecuali untuk hal-hal yang bermanfaat dan mendekatkan pemiliknya dengan peluang-peluang mendapatkan rejeki. Tak mengherankan pamor ini banyak diburu oleh para pedagang maupun pengusaha. Atau mereka yang merasa memiliki sengkalaKantong Bolong’ (sebesar apapun hasil yang didapat selalu habis, boros), baik sekali jika ‘dinetralkan’ (memiliki) keris dengan pamor telaga membleng ini.

PAMOR UDAN MAS, termasuk pamor paling favourit yang banyak dicari oleh kalangan pengusaha maupun umum. Disamping bentuk bulatannya yang unik (pola 212), tuah dari pamor ini diyakini akan banyak menarik energi positif terutama masalah perbaikan rejeki, penumpukan harta benda, hoki atau peruntungan dan sejenisnya.

Pola dasar bulatan pada pamor udan mas mempunyai kemiripan dengan Yun (awan). Yun merupakan garis lengkung mempresentasikan uap dalam awan. Dimana menganalogikan uap, awan yang tinggi di langit dan hujan berharga yang tersembunyi di dalamnya, siap untuk jatuh. Pernyataan tersebut jika dimaknai lebih dalam dapat diartikan jika kita selaras dengan waktu dan tempat yang tepat, maka yang kita butuhkan akan datang dengan sendirinya kepada kita.

Apa yang kita inginkan dalam hidup membutuhkan usaha. Tetapi usaha itu akan sia-sia jika tidak terjadi pada tempat dan waktu yang tepat. Jika kita menanam benih di tanah pada musim dingin, usaha kita akan sia-sia. Oleh karena itu, tidak peduli seberapa rajin kita, usaha kita akan menjadi sesuatu yang sia-sia jika tidak selaras dengan alam. Ini adalah pelajaran yang diajarkan para orang tua terdahulu kepada anak-cucunya mengenai waktu antara menanam dan menunggu hujan. Mereka melihat awan berkumpul tinggi di atas kepala mereka. Uang yang keriting memenuhi langit, membawa air yang terangkat dari bumi yang bernafas. Awan tersebut sudah penuh akan air yang terkandung tetapi tidak ada yang bisa memastikan kapan berkah itu akan turun. Para orang bijak terdahulu juga mengajarkan bahwa hal ini juga berlaku pada semua kehidupan. Apa yang kita butuhkan akan datang kepada kita selama kita bekerja selaras dengan alam. Apapun yang dibutuhkan untuk pertumbuhan spiritual akan selalu tersedia, seperti hujan yang merupakan sebuah berkah bagi mereka yang menjalani hidup secara alami.

Pada motif pamor udan mas terdapat makna utama yang terkandung di dalamnya, yaitu keberkahan bagi manusia. Seperti hujan, keberkahan tersebut akan terus dihadirkan untuk manusia, manusia hanya perlu menerimanya pada tempat dan saat yang tepat. Meski untuk usia sebuah keris masih dikatakan belum cukup tua, dimana diperkirakan berasal dari abad 18 hingga 19-an, dirasa cukup untuk mengobati sebuah kerinduan bagi mereka yang sejak lama memburu keris dengan pamor udan mas dengan nilai mas kawin yang masih terjangkau, terlebih keris berpamor udan mas pada dekade tahun 80-an sudah mulai langka apalagi sekarang. Telah banyak kesaksian orang yang sukses menyimpan keris udan mas. Wallahu A’lam

Dialih-rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.


Contact Person :

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Pin BB : D403E3C3  Email : admin@griyokulo.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.