Pandhawa Cinarita Corok

10590558_1712292255668741_9142982091114899016_n

Mahar : 5,000,000,- (TERMAHAR) Tn. JD, Kebumen Jawa Tengah


 keris-pandawa-cinarita-cirebon keris-cirebon
  1. Kode : GKO-201
  2. Dhapur : Pandhawa Cinarita Corog
  3. Pamor : Kulit Semangka
  4. Tangguh : Cirebon Abad XVI
  5. Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No : 662/MP.TMII/XII/2016
  6. Asal-usul Pusaka : Ciamis, Jawa Barat
  7. Keterangan Lain : srangka walian lamen, baru selesai dijamas (diwarangi)

foto-warangka-gayaman-walian sertifikasi-keris-cirebon

Ulasan :

PANDHAWA CINARITA, kadang disebut Pendawa Carita, adalah salah satu bentuk dhapur keris luk lima. Bilahnya ada yang nglimpa, ada yang nggigir sapi; memakai ada-ada. Keris ini memakai kembang kacang; jenggot, jalen, lambe gajah-nya dua, tikel alis, sogokan rangkap, sraweyan dan greneng. Keris dhapur Pandawa Cinarita tergolong populer walaupun sekarang jarang dijumpai.

Keris berdhapur Pandhawa Cinarita ini dahulu lazim banyak dimiliki oleh para Dalang. Karena dianggap bertuah baik bagi orang yang mencari nafkah dengan cara bicara, menjadi alasan banyak diburu oleh mereka yang berprofesi sebagai motivator, presenter, mc, sales dan lain sebagainya

FILOSOFI, Wayang adalah gambaran atau bayangan yang didalamnya mencerminkan kehidupan manusia. Wayang juga merupakan gambaran kehidupan pribadi setiap manusia di mana manusia tidak akan pernah lepas dari kodratnya sebagai makhluk yang terbungkus oleh nafsu yang baik yang disimbolkan dengan Pandawa dan nafsu yang buruk yang disimbolkan dengan Kurawa. Secara filosofi, Mahabharata dan kisah pewayangan lainnya sebenarnya merupakan gambaran kehidupan kita sebagai manusia baik gerak fisik, batin, maupun rohani, yang dimulai dari awal kelahiran hingga akhir kematian. Satu lakon yang merupakan inti dan sebuah babak final dari perjalanan hidup kita sebagai manusia yang digambarkan dalam Mahabharata adalah lakon yang berjudul “Perang Bharatayuda“. Perang ini adalah perangnya Pandawa sebagai tokoh protagonis yang baik dan Kurawa sebagai tokoh antagonis yang jahat, di mana Pandawa dan Kurawa merupakan saudara. Sesunguhnya kisah ini terdapat dalam diri kita masingmasing, pada saat kita mengalami kesadaran sebagai manusia seutuhnya “insankamil, saat di mana kita sadar baik cipta, rasa, maupun karsa, lahir, batin, dan rohani terhadap suatu sikap dan keputusan yang akan kita ambil dalam kehidupan akan selalu berada dalam dua pilihan yakni baik dan buruk.

TANGGUH CIREBON, Ciri-ciri Cirebon sepuh mirip dengan keris-keris Pajajaran pada umumnya. Kembang kacang pada keris pandawa cinarita ini tampak masih terpengaruh zaman pra Islam dimana lebih mirip dengan telale (belalai) gajah. Pada material besi masih tinggi kandungan besi malela serta kualitas pamor berkesan ngapas kurang cerah. Keris-keris tersebut memang tidak mengutamakan estetika (garap) namun lebih ditujukan sebagai pusaka tayuhan, yang lebih mengutamakan sisi isoteri (tuah,angsar,yoni) sesuai aliran keagamaan pada waktu itu yang lebih ke arah tasawuf dan lahirnya tarekat Satariyah. Keris Pandhawa Cinarita ini tampak gagah dengan bentuk gandik nyatriyo dengan odo-odo tipis mengikuti alur lekuk keris, malah sekilas pandangan mata mirip keris luar jawa, meski begitu sogokan rangkap yang dangkal tampak berbeda atau tidak berimbang antara bagian depan dan bagian belakang semakin menegaskan kelas pusaka tayuhannya. Greneng dan ron dha nunut masih kentara terbaca jawanya. Bentuk wuwungan buntut cecak yang papak menguatkan karakternya wibawa tersendiri. Di lain sisi korosi alami tampak mulai menghampiri utamanya pada bagian atas kembang kacang dan luk akhir, juga terdapat celah atau spasi antara bagian gonjo belakang dan wilah.

gandik-cirebon pamor-nyanak

sor-soran-tangguh-cirebon pamor-ngapas

Warangka atau srangka (sebutan sutresna perkerisan Cirebon dan sekitarnya) yang disebut Gayaman Walian atau sering disingkat walian, bentuknya lebih simetri dan bulat dibandingkan dengan srangka gayaman Cirebon pada umumnya. Menelisik sebutannya, Walian, bisa jadi berasal dari kata wali yang mengarah kepada kelompok sembilan orang suci (Walisongo) yang hidup pada masa awal abad 16. Para walisongo diyakini juga mengenakan keris dengan srangka berbentuk ini. Namun menurut sebagian orang kata ‘wali’ bisa juga berarti wakil. Zaman dulu, ketidakhadiran seorang mempelai pria falam suatu perkawinan, dapat diwakili oleh sebuah keris – dengan srangka berbentuk ini.

warangka-walian-cirebonwuwungan-ganja-cirebon

Ukuran janggut srangka dbandingkan dengan pidakan tampak lebih luwes, dengan kelengkungan yang proporsional. Kalau srangka gayaman biasa memliki gelung yang cenderung mengecil dengan lengkung yang canggung, maka srangka walian terlihat lebih cantik dan enak dipandang. Panjang sisi depan dan belakang srangka hampir sama. Tebal srangka bagian pipi (depan) juga hampir sama dengan bagian dagingan (belakang). Srangka Cirebon juga mempunyai karakteristik ri cangkring yang samar dan tumpul, serta jarang memakai lata. Rata-rata terbuat dari kayu sawo manila atau kayu kemuning.

Pada warangka walian yang adapun kami biarkan apa adanya mengacu pada orisinilitasnya. Ada sedikit lobang pada bagian depan mungkin selanjutnya bisa dilakukan penambalan supaya tidak semakin keropos atau melapuk ke dalam.

PAMOR KULIT SEMANGKA, sepintas lalu memang tampak seperti kulit dari buah semangka, tuahnya memudahkan mencari jalan rejeki dan si pemilik akan mudah bergaul dengan siapa saja dari golongan manapun.

KERIS COROK, Keris Corok adalah keris yang tidak biasa, pada umumnya panjang keris Jawa sekitar 33-38 cm, yang paling bisa dibedakan dari keris corog adalah ukuran panjang bilahnya mencapai 41-45 cm. Selain itu Keris Corok dikenal mempunyai kekuatan spiritual (isoteri) yang lebih kuat dan lebih stabil dari keris ukuran normal. Maka dari itu banyak yang memburu keris corok untuk dijadikan pusaka andalan (piyandel).

Dialih-rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.


Contact Person :
 

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Pin BB : 5C70B435  Email : admin@griyokulo.com

————————————

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *