Badik

10590558_1712292255668741_9142982091114899016_nMahar : 2,000,000,- (TERMAHAR) Tn. IR, Jakarta


 hulu-pangreko-kulu-kulu rekko-kulu-kulu
  1. Kode : GKO-
  2. Dhapur : Badik
  3. Pamor : Wengkon Isen
  4. Tangguh : Madura Abad XVI
  5. Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No : 640/MP.TMII/XI/2016
  6. Asal-usul Pusaka : Rawatan/Warisan Turun Temurun
  7. Keterangan Lain : warangan lama, sarung kayu cendana, kolektor item

sertifikasi-badik

Ulasan :

BADIK, sejenis senjata tikam tradisional dari daerah Sulawesi, terutama di daerah Sulawesi Selatan dan Tenggara. Senjataini terdapat pada suku Bugis, Makasar,Goa dan pada orang Luwu. Bentuk badik hampir menyerupai pisau raut dengan bagian tajam hanya pada salah satu mata sisinya, yakni sisi depan. Ujungnya runcing, tangkainya (hulu) biasanya dibuat dari kayu, gading, tulang atau tanduk. Tidak hanya dibuat dari kayu biasa banyak juga sarung badik (warangka) yang  tetapi dibuat dengan emas atau perak.

Seperti juga keris, badik terbuat dari besi, baja dan bahan pamor. Badik yang sederhana pamornya berasal dari bahan pamor Luwu, namun yang baik bahan pamornya dari batu bintang yang mengandung titanium. Itulah sebabnya badik yang baik amat kuat, ringan bobotnya dan tahan dari karat. Banyak pecinta tosan aji yang beranggapan bahwa badik yang baik memiliki kekuatan gaib atau tuah yang baik bagi pemiliknya. Pamor yang terdapat pada badik biasanya  adalah pamor miring. Sedangkan motif pamornya yang terbanyak adalah pamor adeg dan kol buntet. Sebagian tuah badik Bugis adalah untuk penolak badai di lautan, sesuai dengan profesi sebagian orang Bugis yang menjadi pelaut.

Masyarakat Sulawesi bagian selatan dan tenggara mengenal dua macam badik. Pertama Badik Saroso yang selalu dibuat indah, berpamor dan diberi sarung kayu berukir atau sarung berlapis perak. Kegunaannya adalah sebagai benda pusaka. Jenis yang kedua disebut Badik Pateha, yang lebih sederhana kadang tidak berpamor, dan sarungnya terbuat dari kulit atau kayu biasa. Selain sebagai senjata pusaka, Badik Pateha kadang-kadang  digunakan sebagai pisau pemotong.

Sebagaimana pemaknaan badik dalam suku bugis sebagai pengisi tulang rusuk kiri seorang lelaki bugis. Bagi orang Sulawesi, badik bukan sekedar barang yang terbuat dari besi. Tapi lebih dari itu badik dianggap saudara sejiwa. Sebab pada kondisi terburuk, hanya badik lah yang menemani orang Bugis hingga diakhir hayatnya. Dan “sebaik baiknya badik adalah badik yang dapat menyelesaikan masalah/tugasnya tanpa harus keluar dari warangkanya (sarungnya).” Mungkin karena bentuknya yang manis dan praktis, sejak ratusan tahun yang lampau para empu di Pulau Jawa-pun ikut membuat senjata badik ini.

Hulu : pangulu kombinasi rekko (patah) dan kulu-kulu (kepala-kepalaan) terbuat dari kayu cenrana (cendana), pangkal hulu diperban (pa’bang atau pakallasa) tanduk hitam dan bagian ujung dihias batu.

pangulu-rekko

Dalam bahasa Bugis hulu disebut pangulu, artinya pemimpin. Menurut kosmologi orang Bugis, kesatuan antara rangkaian hulu, bilah dan sarung merupakan kesatuan tiga ruang, yang disebut alam kehidupan (akkalinong). Pengulu merupakan dunia atas lambang idealitas yang berisi nilai tertinggi tentang Ketuhanan dan nilai baik atau buruk yang diperintahkan dan dilarang. Selanjutnya bilah merupakan dunia tengah, yang dihias ure (pamor), sisiq (tanda baik dan buruk), dan suke (perkiraan kecocokan). Bilah merupakan lambang perilaku yang diharapkan dalam kehidupan dan interaksi sosial. Dengan demikian bilah adalah lambang ketertiban dan ketentraman. Ketertiban dan ketentraman hanya bisa diwujudkan melalui perkataan dan perbuatan yang mencerminkan arawaniang (keberanian), lempu (kejujuran), ada tongeng (perkataan yang benar), serta getteng (ketegasan) dan siri’ (kehormatan dan harga diri). Sedangkan sarung merupakan dunia bawah yang dalam bahasa Bugis disebut wanua (negeri), yang berarti orgsanisasi sosial, tempat mewujudkan hubungan antara pangulu (pemimpin), masyarakat dan upaya manusia menciptakan ketertiban dan ketentraman.

sarng-badik

Sampir : kayu cenrana sepapan dengan sarung, ukir bermotif gulungan ombak yang sedang berkejaran dengan teknik ukir dasar (sederhana).

Sarung : dibuat dari kayu cenrana, sebagai lambang perlindungan. Kayu cenrana dipilih karena berbagai alasan tradisi dan adat.

Pertama kayu cenrana berdarah merah seperti darah manusia, dipercaya dapat menyerap, menyimpan dan menyalurkan energi positif yang terdapat pada bilah dan pamor kepada pemilik atau pemakainya.

Kedua, cenrana tidak seprti kayu pada umumnya, susut di musim kemarau dan melar di musim penghujan. Oleh sebab itu bilah, sarung dan pengulu menjadi pasangan harmonis dan normal, terlepas dari perubahan cuaca dan musim.

Ketiga, kayu cenrana sendiri memasuki awal musim kemarau dengan menggugurkan daunnya dan menghiasi tangkai dan tajuknya dengan bunga ranum berwarna kuning. Musim cenrana berbunga merupakan tanda musim paceklik dan kadang disertai mewabahnya penyakit anjing gila (rabies). Masa cenrana berbunga adalah masa berprihatin akan kebakaran hutan, kekeringan dan kekurangan bahan makanan.

badik-raja badik-gecong

badik badik-luwu

Sisi’-Ketandaan : Pamor, bertabur ure bunga pejje “kembang garam” (pasir besi malela), bermakna simbolis kesejahteraan dalam bingkai Teppobaja “batas baja” (wengkong) yang bermakna perlindungan dan keselamatan. Seringkali dalam menilai keistimewaan garap badik dari seorang Panre (jw = empu) tidak hanya mengacu pada standar kualitas pilihan material logam bilah, terlebih menyinggung nilai estetika garap dan pesona alur pamor. Kadang kala unsur takar keseimbangan menjadi sebuah pertimbangan lain. Menjadi lebih istimewa dengan faktor keseimbangan sang badik bisa berdiri dalam posisi horizontal pada sisi bilah tajamnya (posisi imbang air).

badik-imbang-air badik-sembang

Dialih-rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.


Contact Person :
 

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Pin BB : 5C70B435  Email : admin@griyokulo.com

————————————

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *