Blawong Keris Wayang Arjuna

10590558_1712292255668741_9142982091114899016_n

Harga : ?,-(TERJUAL) Tn. PKJ Jakarta Barat


  blawong blawong-keris
  1. Perabot : Blawong
  2. Model : Wayang
  3. Motif : Arjuna
  4. Bahan : Kayu Jati Tua
  5. Dimensi : Tinggi 55 cm, lebar 27 cm, tebal 3 cm, berat -/+ 4 kg
  6. Keterangan Lain : kondisi lamen, terawat, langka kolektor item

Ulasan :
 
BLAWONG, adalah tempat untuk menaruh keris, lengkap dengan warangkanya, dan ditempatkan di dinding, sekaligus sebagai hiasan atau pajangan. Biasanya blawong ditempatkan di dinding ruang tamu. Keris yang ditaruh di blawong biasanya bukan keris piandel dari pemiliknya, sebab keris piandel biasanya disimpan dalam kendaga. Blawong tidak hanya dikenal oleh masyarakat perkerisan di Pulau Jawa, tetapi juga di Madura, Bali dan Lombok. Blawong biasanya terbuat dari kayu Jati, diukir indah. Ada yang menggambarkan tokoh wayang, ada yang bermotif lung-lungan (bunga-bungaan), inisial nama seseorang dan adapula yang berbentuk kaligrafi.
blawong-arjunablawong-wayangblawong-ukiran
Seperti pada blawong ini diukir tokoh wayang Arjuna secara detail dengan pemberian warna yang kontras menghasilkan suatu seni kriya yang indah dengan kondisi yang masih prima. Penggambaran yang ada pun mampu menampilkan pakem filosofi kesejatian seorang Arjuna. Wajah arjuna menunduk tandanya rendah hati, bermata sipit (mata liyepan) yang melambangkan pengalaman serta keTuhanan yang mendalam, mulut bagian atas terbuka sehingga memperlihatkan giginya melambangkan sikap peran yang kerap memberikan wejangan baik sebagai raja, kesatria, dewa atau lainnya. Hidung yang mancung (hidung wali miring) adalah wujud Rasa. Bahwa apa yang kita lakukan, apa yang kita ciptakan, dan apa yang kita perjuangkan, akan menjadi indah jika kita lakukan dengan rasa. Demikian pula dengan Sanggul atau Gelung model supit urang polos (bentuk gelung yang melingkar dan melengkung ke atas seperti bentuk capit udang) menghias manis pada kepala Raden Arjuna.
 –
Selanjutnya pada busana bawah, bokongan bertepi kain halus dalam bentuk tatahan yang tidak terlalu rumit, seolah menegaskan watak dan karakter seorang satriyo yang lembut nan sederhana. Lengkap dengan ben­tuk keris yang disandang di belakang pinggang distiler dalam hiasan manggaran. Tokoh Arjuna, baik yang mempunyai warna muka hitam maupun kuning, adalah tetap Arjuna dengan sifat-sifatnya yang telah kita kenal. Perbedaan warna muka seperti ini hanya untuk membedakan ruang dan waktu pemunculannya. Arjuna dengan warna muka kuning dipentaskan untuk adegan di dalam kraton, sedangkan Arjuna dengan warna muka hitam menunjukkan bahwa dia sedang dalam perjalanan (spiritual). Selain itu secara sederhana untuk membedakan Arjuna saat masih muda (bernama Permadi) bermuka sunggingan warna putih, berkalung serta bergelang di lengan bawah dan lengan atas (kelat bahu ); setelah menikah diganti berwajah hitam tanpa perhiasan apa pun (gelang maupun kalung).
Lalu siapakah yang tidak mengenal sang Arjuna Lelananging Jagad (laki-lakinya semesta), Jagoning Dewa (dipuji Dewi-Dewi)?
Ditawarkan sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.
 

Contact Person :
 

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Pin BB : 5C70B435  Email : admin@griyokulo.com

————————————

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *