Brojol Corog

termahar logo griyokulo

MAHAR : Rp.1,650.000 ,-(TERMAHAR)


keris corog keris corok

 

  1. Kode : GKO-72
  2. Dhapur : Brojol (Corog)
  3. Pamor : Kulit Semangka
  4. Tangguh : Madura (Cirebon?) Abad XVIII
  5. Panjang Bilah :  42 cm
  6. Panjang Pesi : 6,7 cm
  7. Asal-usul Pusaka : Bantul, Yogyakarta
  8. Catatan : Gandar warangka  sudah melengkung, pergantian gandar/warangka disarankan

katalog keris corok tangguh madura corok

Ulasan :

Bahasa merupakan salah suatu peringkat berinteraksi, berkomunikasi untuk menyampaikan pesan, agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik dan benar lalu sudah selayaknyalah pemahaman bahasa adalah sangat penting sekali. Bahasa Jawa adalah bahasa yang kompleks dan rumit, banyak sekali kata atau sebutan istilah yang sulit sekali untuk diterjemahkan, bahkan ada juga istilah yang tidak mungkin lagi didapatkan diterjemahkan dalam bahasa apapun, kecuali bagaimana menjelaskan istilah yang “tak-terjemahkan” dengan cara lain yang akhirnya dapat difahami oleh orang lain yang memang tidak faham dengan bahasa Jawa, termasuk didalamnya istilah “brojol”.

Brojol adalah suatu istilah atau kata yang sering dipergunakan untuk mengungkapkan peristiwa lahirnya jabang bayi. Brojol adalah suatu terminologi yang memang indentik dan terkait dengan masalah kelahiran, keris dapur “brojol” merupakan suatu karya spiritual, tentunya juga mempunyai makna spiritual yang ingin disampaikan oleh sang empu, dimana makna spiritual tersebut terkait dan identik dengan “kelahiran”. Bayi yang dilahirkan tentunya sangatlah polos dan bersih. Pesan yang ingin disampaikan oleh empu melalui keris dapur brojol adalah agar manusia dapat dilahirkan kembali secara spiritual, disucikan, atau kembali ke fitrah (lahir dan hidup baru menjauhi dosa-dosa lama).

Keris Corog :

Keris Corok adalah keris yang tidak biasa, pada umumnya panjang keris kurang dari 40 CM, apabila ada yang lebih maka disebut Keris Corok. Selain panjang dan besarnya tidaklah umum seperti keris Jawa lainnya, Keris Corok dikenal mempunyai Kekuatan Spiritual yang lebih hebat dan lebih kuat dari Keris ukuran standar. Maka dari itu banyak yang memburu keris corok untuk dijadikan pusaka andalan. Pada zaman dahulu, Keris Corok biasanya dipakai atau dimiliki oleh abdi dalem yang bekerja di perahu.

keris corog madura keris corok madura

Tangguh Madura :

Keris tangguh Madura sejaman Mataram Amangkurat umumnya pasikutannya galak. Besinya berkesan kering; seperti kurang wasuhan. Warnanya hitam agak abu-abu; kadar bajanya kurang. Pamornya mubyar dan nyekrak. Tengoklah wanda/guwaya keris ini, meskipun ber-dhapur dengan ricikan sederhana tetapi sudah dapat menampilkan ciri khas karakter keberanian dan ketangguhan (keras) dari sang pemilik pusaka.

Kehidupan yang keras telah ‘menggarami’ penduduk pulau ini, sehingga mereka tidak gentar berada dalam kondisi bagaimanapun. Letak geografis dan kondisi alam yang dikelilingi laut dan sebagian tanah gersang agaknya telah membentuk karakter penduduknya yang khas; jujur, berani, agamis dan setia kawan. Karakter semacam inilah yang menjadi modal kuat para tokoh Madura yang tampil di panggung sejarah sejak dulu. Atau mungkin pula karena arena perang tanding bukan hal asing bagi para adipati, punggawa dan ksatria-ksatria asal Madura. Beberapa pelaku sejarah asal Madura meningatkan kita akan perang tanding yang dahsyat, sekaligus meninggalkan jejak dan ragam pusaka yang menjadi mitos dari sebuah tradisi keperwiraan sekaligus kehebatan pusaka piandel yang dimilikinya.

Dialih-rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.


Contact Person :
 

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Pin BB : 5C70B435  Email : admin@griyokulo.com

————————————

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *