Sangkelat

termahar griyokulo

MAHAR : Rp. 3.678.910,- (TERMAHAR)


sengkelat wos wutahsengkelat mataram

pendok perak IMG-20150817-WA0060

 

  1. Kode : GKO-58
  2. Dhapur : Sengkelat
  3. Pamor : Beras Wutah
  4. Tangguh : Mataram Abad XVII
  5. Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No : 184/MP.TMII/VIII/2015
  6. Asal-usul Pusaka : Cilacap, Jawa Tengah
  7. Keterangan lain : Pendok Perak

Ulasan :

gandik sengkelat sertifikasi sengkelat mataram

Sengkelat memang berbentuk sangat sederhana, dia sangat polos , tak banyak ornamen, ibarat naga dia bagaikan seekor naga yang hitam legam tanpa mahkota. Namun dibalik kesederhanaanya itulah, Sengkelat adalah keris yang pilih tanding dan mempunyai tempat tersendiri di hati para pecinta Tosan Aji. Banyak legenda yang menyertai Sengkelat ini sehingga menjadi keris yang sangat terkenal, konon Pak Harto yang terpilih 6 (enam) kali pemilu dan berkuasa selama 32 tahun memiliki pusaka berdhapur sengkelat sebagai salah satu piandelnya. Tak heran menjelang pilkada/pemilu keris ini banyak diburu oleh beberapa orang yang mempercayai tuahnya agar sukses menjadi wakil rakyat.

Ada pesan dari orang tua jaman dahulu : Le…. tirunen si sengkelat, dia adalah simbol wong cilik tapi sugih ngelmu“bathok bolu isi madu” paribasane. Sengkelat orang seneng nuduhake kasudibyane, walau dia sakti, kuat namun sosoknya sangat sederhana, sak anane atau sakmadya.

Cerita keris sengkelat yang dapat kita baca dalam Kitab Babad Demak mengandung nilai-nilai filosofi yang tinggi. Keris Sengkelat merupakan sanepa (perlambang) masuknya Agama Islam di Pulau Jawa tidak bisa meninggalkan budaya dan kearifan lokal. Keris Sengkelat juga dianggap mewakili masyarakat kelas bawah yang kecewa, marah, terhadap keadaan. Dalam bahasa Jawa, perasaan mereka disebut sengkel atine (sengkelat) atau jengkel hatinya.

Dalam ilmu numerologi versi Jawa, tiga belas (telulas : Jawa), telulas bererti las-lasan ing urip, mempunyai makan yang bernuansakan ajakan kembali kepada arah jalan Keilahian. Keris Luk 13 juga melambangkan kehidupan stabil dan tenang.

Pamor Wos Wutah = Pamor Tiban, tidak pemilih.

Harafiah berarti “beras tumpah”, oleh kebanyakan penggemar keris dianggap memiliki tuah yang dapat membuat pemiliknya mudah mencari rejeki, berkelimpahan. Oleh sebagian ahli tanjeg dikatakan bahwa di dalam pamor ini tersembunyi tuah lain yang baik, misalkan menghindarkan pemilik dari bahaya. Bagi lelaki Jawa yang telah menikah, pamor ini juga mengingatkan akan tanggung jawab lelaki sebagai kepala keluarga untuk bertanggungjawab menghidupi / menafkahi keluarganya, sebagaimana tercermin dari ritual “kacar-kucur” pengantin Jawa, dimana pihak lelaki “menumpahkan beras” ke tempat yang telah disediakan pihak perempuan. Arti simbolis ritual ini juga berarti bahwa rejeki yang didapat sang suami “tidak lari kemana-mana” selain ke istri sendiri – yang sekaligus menjadi pengelolanya.

gandik lk 13 sengkelat mataram

luk 13 luk keris

Apabila kita cermati keris Sengkelat ini terlihat sederhana namun berwibawa. Luk masih terlihat utuh dari luk awal hingga luk akhir, kembang kacang tampah utuh nggelung wayang. Pamor tampak kalem, merata di sepanjang sisi dalam bilah (tidak nerjang landhep). Dipadukan dengan pendok perak lamen menjadikan keris Sengkelat bertangguh Mataram ini layak masuk menghuni gedong pusaka Anda.

pendok perak pendok perak belakang

 

Dialih-rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.


Contact Person :
 

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Pin BB : 5C70B435  Email : admin@griyokulo.com

————————————

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *