Tilam Upih Mataram HB

termahar griyokulo

MAHAR : Rp. `3.000.000,-(TERMAHAR)


IMG-20150817-WA0051 keris tilam upim mataram

ganja eks kinatah HB ganja eks kinatah

  1. Kode : GKO 59
  2. Dhapur : Tilam Upih
  3. Pamor : Kulit Semangka
  4. Tangguh : Mataram HB (est. kaping VIII) Abad XIX
  5. Sertifikasi : Optional
  6. Asal-usul Pusaka : Klaten, Jawa Tengah

Ulasan :

katalog tilamwarangka kayu akasia

Dalam adat Jawa, ada tiga peristiwa penting dalam kehidupan manusia. Ketiga tahap itu yaitu, Metu, Manten dan Mati (kelahiran, perkawinan, dan kematian). Untuk peristiwa penting seperti perkawinan, dikenal dengan adanya keris kancing gelung, dimana pada jaman dahulu orang tua pihak mempelai perempuan mempunyai kewajiban yang paling utama untuk memberikan keris pusaka kepada mempelai pria sebagai Kancing Gelung. Seandainya pihak mempelai wanita tidak mempunyai, maka keluarga dari mempelai pria yang dianggap punya kewajiban untuk memberikan pusaka sebagai Cundhuk Ukel. Bahkan menurut catatan sejarah Sunan PB X gemar memberikan Kancing Gelung kepada Putra Mantu. Budaya Kancing Gelung ini tidak hanya menjadi milik keluarga kraton tapi juga masyarakat luar kraton. Keris berdhapur Tilam Upih biasanya banyak digunakan untuk keperluan tersebut, maka tidak heran hingga kini keris dengan dhapur Tilam Upih populer dan paling banyak dijumpai.

Tujuan pemberian keris Kancing Gelung atau Cundhuk Ukel, adalah:

1. Keris sebagai simbol kongkret, bahwa anak yang menerima keris pusaka tersebut sudah dilepas dari masa lajang dan dipersilahkan memasuki masa kedewasaaan, melalui pintu gerbang pernikahan.Dan Keris adalah kancing atau pengunci yang merupakan pernyataan kepastian akan perjodohan

2 Keris sebagai pasren atau pemersatu yang menumbuhkan keserasian dan kebersamaan dalam menjalani hidup berumah tangga.

3. Keris sebagai Pusaka (pesan simbolik) yang merupakan pernyatan harapan, petuah, restu dan piyandel (penyemangat) dalam menjalani rumah tangga.

4. Keris sebagai senjata yang dapat untuk menjaga keselamatan calon pengantin pria. Bahkan keris kancing gelung ini akan dibawa ke medan peperangan, sebagai senjata maupun piyandel.

 gandik mataram HB gandik tilam upih mataram

keris tilam upih IMG-20150817-WA0050

Memandang keris ini mata pertama akan tertuju kepada sisi ganja. Tampak motif lung-lungan menghiasi tiga sisi ganja (wadana telu). Penulis pun kurang bisa memastikan apakah dulunya keris ini adalah bekas kinatah emas, karena pada waktu didapatkan tidak diketemukan logam mulia yang masi menempel pada ganja. Atau bisa juga bagian ganja dulunya sengaja dipersiapkan untuk diberikan kinatah logam mulia nantinya. Tapi apapun itu, motif lung-lungan (daun-daunan) yang terpahat di sisi kanan, kiri dan bawah ganja begitu prasaja (sengaja dibuat untuk menampilkan keindahan pahatan, kehalusan dan kerincian garap). Pamor kulit semangka yang momyor dan semeblak (putih bukan nikel), adanya pola cak-cakan pamor yang ngawat (seperti kawat yang ditata) tampak menghias permukaan. Rabaan yang halus di sepanjang sisi serta bilahnya agak tebal dan mbembeng (tidak ngadal metheng). Dari ciri-ciri tersebut keris ini kemungkinan masuk di jaman HB kaping VIII.

wuwungan ganja eks kinatah HBwarangka akasia nginden

Dipadukan dengan mendak sepuh emas dan warangka terbuat dari kayu akasia nginden, menambah perpaduan antara sisi maskulinitas (gagah) dan sisi feminim (kecantikan) tilam upih ini. Seperti dua sisi berbeda karakter yang berpadu menjadi sebuah kesatuan keris ini cocok dimiliki untuk pasangan yang akan/baru menikah hingga sebuah keluarga yang mendambakan sebuah pusaka berkelas.

Dialih-rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.


Contact Person :
 

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Pin BB : 5C70B435  Email : admin@griyokulo.com

————————————

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *