MAHAR : Rp. 2.950.000,-(TERMAHAR)
- Kode : GKO-17
- Dhapur : Ron Teki
- Pamor : Keleng
- Tangguh : Pajajaran Abad XII
- Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No : 45/MP.TMII/III/2015
- Asal-usul Pusaka : Klaten, Jawa Tengah
Ulasan :
Ron Teki berati daun rumput teki, yang kadang dimetaforakan sebagai gambaran wong cilik, bahkan pusaka ini diidentikkan dengan pusakanya rakyat jelata. Meski rumput teki seringkali dianggap sebagai tanaman pengganggu, Tuhan tidak pernah menciptakan segala sesuatunya di dunia dengan sia-sia. Rumput teki memiliki daya tahan hidup yang luar biasa dengan caranya sendiri, rumput teki bahkan diangap “bulunya bumi”. Tanpa tumbuhnya rumput di permukaan bumi, mungkin lapisan subur tanah (humus) akan hanyut terbawa hujan menjadikan tanah menjadi gersang.
Ketahanan hidup rumput teki ini mengingatkan kita, bagaiman sebaiknya menghadapi hidup ini. Rumput teki mengajarkan pada kita menjalani hidup dengan tabah dalam segala kekurangan. Rumput Teki merupakan symbol kekuatan, ketabahan hati, kebersamaan, kesetiakawanan, ketekunan dan kesungguhan dalam bekerja.
Dari segi pamor, keris pamor keleng biasa juga disebut dengan keris pangawak waja . Dalam keris keleng ini tidak nampak pamor putih seperti halnya keris-keris lain. Keris ini jika diwarangi hanya terlihat hitam kehijauan, kebiruan atau keabu-abuan. Kadang dalam masih terlihat sedikit warna pamor sanak, akan tetapi banyak yang mengatakan warna tersebut muncul akibat dari lipatan besi. terlepas dari hal-hal tersebut, justru keris keleng ini banyak memiliki keistimewaan. Penempaan keris ini biasanya sangat matang, sehingga memiliki pesona tersendiri bagi penikmat tosan aji.
Keris keleng lebih mengutamakan kematangan tempa juga kesempurnaan garap. Garap di sini yang dimaksud adalah meliputi keindahan bentuk bilah, termasuk di dalamnya ricikan. Keris Keleng juga bisa menjadi bahasa untuk memahami tingkat kematangan Si Empu, secara lahir maupun batin. Secara lahir bisa dilihat kesanggupan Si empu dalam mengolah besi untuk menjadi matang dan presisi. Dalam penggarapan keris tersebut juga dibutuhkan kecermatan dan kedalaman batin. Kedalaman batin Empu diterjemahkan dalam pamor yang hitam polos tidak bergambar. Empu sudah menep (mengendap) dari keinginan nafsu duniawi. makna yang disampaikan harus diterjemahkan dengan kedalaman rasa yang bersahaja. Efek yang ditimbulkan dari sugesti terhadap keris keleng tersebut adalah, bahwa keris tersebut mampu menjadi tolak bala. Ada juga yang beranggapan bahwa keris keleng tersebut memiliki kekuatan secara isoteri lebih multifungsi, dibanding dengan keris yang berpamor. Terlepas dari itu semua keris Ron Teki termasuk keris yang langka.
Dialih-rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.
Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan
Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Pin BB : 5C70B435 Email : admin@griyokulo.com
————————————