Sempana Bener Junjung Derajat

termahar logo griyokulo

MAHAR : Rp. ?,-,(TERMAHAR) Tn. A Terengganu


keris sempana bener keris sempaner

  1. Kode : GKO-80
  2. Dhapur : Sempana Bener (Sempaner)
  3. Pamor : Dwi Warno (Batu Lapak & Singkir) / Junjung Derajat (Madura)
  4. Tangguh : Madura Sepuh XV
  5. Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No : 272/MP.TMII/X/2015
  6. Asal-usul Pusaka : Klaten, Jawa Tengah


pamor batu lapak pamor singkir

pamor adeg sapusertifikasi keris sempaner

Ulasan :

Dhapur Sempaner (Sempana Bener) merupakan nama salah satu dhapur keris lurus yang sering kita jumpai, mulai dari tangguh sepuh Pajajaran, Majapahit sampai dengan tangguh Nom-Noman. Sempaner dari asal kata Sempana Bener atau Sumpena Bener secara harafiah berarti Mimpi yang benar. Sempana Bener dalam arti lebih dalam memaparkan ajaran bagaimana seseorang dapat menggapai harapan atau cita-citanya dengan benar. Dalam menggapai cita-cita hendaknya dilandasi dengan laku yang lurus dan benar khususnya dalam hal etika sehingga akan tumbuh budi luhurnya. Budi luhur dicapai dengan selalu bersikap sederhana (prasaja), bersedia untuk menggangap dirinya tidak lebih tinggi dari orang lain (andhap asor), selalu sadar akan batas-batas dalam situasi dan lingkungan (tepa selira). Pemahaman yang benar itulah yang akan mewujudkan suatu harapan atau cita-cita, dalam hal ini ada suatu pesan bahwa manusia dalam menggapai suatu keinginan hendaknya harus diselaraskan dengan kemampuan atau potensi yang dimilikinya.

pamor agal pamor nyekrak

Pamor Dwi Warno ( Batu Lapak & Adeg Sapu)

Di sebagian daerah pamor batu lapak disebut watu lapak. Batu Lapak adalah salah satu motif pamor yang letaknya selalu dibagian sor-soran atau di pangkal bilah berbatasan langsung dengan garis batas ganja. Bentuk pamor ini mirip dengan bentuk sejenis jamur yang sering tumbuh di tonggak pohon yang telah mati. Bentuk gambaran pamor ini merupakan garis yang melengkung setengah lingkaran atau membentuk sudut yang ujungnya tidak runcing. Bagi sebagian pecinta keris pamor batu lapak merupakan pamor titipan yang disusulkan pembuatannya diantara pamor lain yang lebih dominan. Pamor Batu Lapak melambangkan jabatan atau kedudukan yang kukuh dan menyenangkan, bagaikan sebuah batu datar yang nyaman untuk diduduki.

dwi pamor pamor watu lapak

Adeg sebenarnya adalah penamaan umum atas motif gambaran pamor yang bentuknya menyerupai garis membujur dari pangkal ke ujung bilah. Garis Pamor itu tidak boleh terputus, tebal garis kira-kira antara 0,5 mm hingga 4 mm. Pola garis lurus vertikal, sebagai pemaknaan harapan terlepas dari hal-hal buruk atau untuk tolak bala musibah tidak diinginkan. Misalnya untuk menangkal serangan guna-guna, ilmu hitam, santet, menghindari gangguan makhluk halus, dan sebagainya. Karena tuah pamor Adeg banyak bisa diharapkan menangkal bahaya (tak kasat mata), sebagian orang lalu menyebutnya pamor singkir. Pengertian singkir dalam dunia perkerisan sebenarnya lebih dekat dengan harapan si pembuat atau si pemilik, agar selalu terhindar dari suatu mara bahaya terutama gangguan yang tidak kasat mata.

Pamor Junjung Derajat (versi Madura)

Karena keris Sempaner ini diperkirakan bertangguh Madura Sepuh, sangat relevan sekali apabila penyebutan bentuk pamornya mengikuti kepercayaan/pakem/babon versi Madura. Zainal Fatah, 1952 dalam tulisannya “Kebudayaan,Pengertian Tentang Keris di Pulau Madura, menyebutkan Pamor Wirasat Versi Madura untuk Junjung Derajat adalah berupa garis-garis pamor segitiga bersusun dari ganja diteruskan dengan tiga garis pamor menuju ujung keris. Tuah : sukses dalam hidup, jika dipakai untuk berkelahi senjata musuh tidak dapat mengenai diri kita (gambar terlampir).

buku pamor madura pamor wirasat madura

Madura (Sumenep) memang memiliki banyak sekali varian gaya bilah dan pamor. Dari mulai penerapan pamor yang halus sampai yang agal/nyekrak, kembang kacang dari yang nyunthi sampai yang nggelung wayang serta gaya luk yang kemba sampai yang rengkol juga ada. Tetapi kembali lagi pada budaya, dimana keris sebagai tosan aji tentu tidak akan terlepas dari budaya masyarakat setempat, karakteristik “kaku”, tegas, keras dan bhirawa  sangat terlihat. Sekilas keris Sempaner ini hampir mirip keris tangguh Blambangan, namun agak berbeda dimana keris Pamor Adeg Blambangan garapnya cenderung “njawani”, luwes, serta penempaan besi yang sedikit lebih padat. Di Pasar keris atau bahasa umumnya dikatakan sebagai Pitrang Blambangan. Pamornya terkesan lebih lembut dan halus tetapi tajam seperti silet saking tipisnya penerapan pamor adeg di sela besi keris benar-benar  pamor miring karena jika dilihat dari sisi satu dengan yang lainnya, warna pamor akan berubah-rubah (nginden).

Keris dengan pamor rekan (titipan) seperti ini kami yakini dulunya memang dipesan sebagai keris piandel sang pembuat atau pemilik. Dan memang, disinilah salah satu manfaat keris sebagai Pusaka atau Piyandel. Yaitu sebagai salah satu Filosofi Hidup, dimana kita bisa belajar banyak dari pengalaman masa lalu, walaupun kita tidak hidup di masa lalu.

Dialih-rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.


Contact Person :
 

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Pin BB : 5C70B435  Email : admin@griyokulo.com

————————————

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *