Raja Gundala Luk Sinandi

10590558_1712292255668741_9142982091114899016_n

Mahar : 4.950,000,- TERMAHAR Tn. AP, Senen – Jakarta Pusat


1. Kode : GKO-313
2. Dhapur : Brojol (Luk13?)
3. Pamor : Nggajih (Raja Gundala)
4. Tangguh : Madura Sepuh Abad XII (era Pajajaran Awal)
5. Sertifikasi Museum Pusaka No : 978/MP.TMII/VIII/2018
6. Asal-usul Pusaka :  Nganjuk, Jawa Timur
7. Dimensi : panjang bilah 33 cm, panjang pesi 6 cm, panjang total 39 cm
8. Keterangan Lain : Luk sinandi (pijitan)


ULASAN :

LUK SINANDI, atau luk samping adalah sejenis keris lurus yang umumnya ber-dhapur sederhana seperti brojol dan betok yang seperti memiliki luk pada sisi samping bilahnya. Apabila keris tersebut dilihat pada bilahnya tidak terlihat keris tersebut seperti memiliki luk, namun apabila dilihat dari di sisi tajam maka akan terlihat jelas bahwa keris tersebut ternyata ber-luk. Luk sinandi dibuat sejak awal keris dibabar dan memang disandikan. Luk sinandi ini dibuat bukannya tanpa tujuan, terbukti setiap cekungan tertata rapi dan juga berjumlah ganjil. Dengan dibuat sinandi (disandikan atau disamarkan) bertujuan untuk menyamarkan bentuk/dhapur keris tersebut. Dirahasiakan karena si pemilik tidak mau “rahasia” keris diketahui  dari banyak orang. Penyebutan luk sinandi umumnya banyak dijumpai oleh masyarakat perkerisan di Jawa Timur. Konon pula keris luk sinandi merupakan keris-keris yang bisanya menjadi ageman para telik sandi yuda (mata-mata) pada masa kerajaan jaman dahulu.

luk sinandi

Walau ada sebagian orang berpendapat jika luk sinandi itu bisa saja bukan merupakan signanture Empu, tapi luk sinandi mungkin dapat diakibatkan oleh perubahan tegangan besi karena faktor usia bilah dan suhu di dalam warangka yang terlalu lama lebih tinggi dari suhu ruangan, hal ini yang disinyalir menjadi faktor eksternal yang dapat mempengaruhi atau mengakibatkan besi mulet dengan sendirinya. Namun dari sisi mereka yang menganut mazhab esoteri, karena seorang Empu jaman dahulu adalah seorang yang dianggap pinunjul atau mempunyai kelebihan-kelebihan tertentu (linuwih), maka lebih banyak yang meyakini jika luk sinandi merupakan hasil finishing touch dari laku spiritual sang Empu dalam memberikan kemantapan atas doa-doa yang dipanjatkan dengan menyertakan tanda fisik melalui pijitan jari-jemari pribadi sang Empu. Tanda fisik ini bisa dilihat dari sisi tajam bilah, berbekas seperti lekukan yang luwes seperti halnya luk pada bilah keris. Dipercaya akan lebih ampuh.

Menanting pusaka ini seperti merasakan aura “ada rahasia dibalik rahasia”. Bentuk dhapur nya boleh sederhana, namun pamor raja gundala bolak-balik seolah menjadi ‘pulung‘ khusus yang merupakan “titipan khusus” dari Yang Maha Kuasa melalui tangan sang Empu. Seperti yang kita lihat pada bagian depan (sisi gandik menghadap ke kiri) terdapat gambaran makhluk seperti manusia/hantu dengan detil dua mata dan mulut, mirip tokoh serial hantu anak-anak, casper. Pada sisi sebaliknya (gandik menghadap ke kanan) tampak gambaran binatang berkepala manusia/hantu. Luk nya yang sinandi juga seolah menyimpan misteri tersendiri, yang apabila Penulis tidak salah menghitung seperti berjumlah tiga belas (13) Apakah ini dhapur “Tuk Marus” yang menurut Kawruh Empu, karangan Ngabèi Wirapustaka tahun1845 adalah luk tigabelas tanpa ricikan apa-apa yang disandikan pada keris lurus? Dan terakhir untuk menyesuaikan karakter keris ageman para telik sandi, warangka sandang walikat pun dipilih. Tampak motif kayu jati yang unik mirip sisik perut ular menambah eksotisme tersendiri.

PAMOR RAJA GUNDALA,  tergolong pamor yang langka, karena termasuk jenis pamor tiban (tidak dirancang). Biasanya, pamor raja gundala terselip diantara pamor lain yang lebih dominan, seperti pamor wos wutah, pulo tirto atau ngulit semongko. Bentuknya ada yang menyerupai ganbaran abstrak hantu, makhluk halus, manusia hingga binatang. Pada umumnya, pamor raja gundala muncul di bagian sor-soran keris atau tombak, jarang yang dijumpai pada tengah badan bilahnya atau pucuknya.

pamor raja gundala hewan dan mahluk halus

Menurut kepercayaan sebagain besar masyarakat, keris berpamor raja gundala adalah untuk pengusir atau penangkal gangguan makhuk halus, penangkal guna-guna (santet), dan menghindarkan dari fitnahan orang. Pamor ini tergolong pemilih, tidak setiap orang akan cocok memilikinya. Lagipula jika mereka yang cocok pun harus memiliki pantangan berbagai hal, utamanya tidak boleh melakukan hal-hal yang bersifat maksiat, terutama yang menyangkut soal sex.

(sumber : pamor doewoeng, stoomdrukkerij de bliksem 1937)

Menurut serat Kuno dituliskan; yen ono pamor mangkene rupane iki, diarani pamor: Raja Gundala, ya iku kang dadi dewaning pamor, yen ana gegaman landep, ana pamor kaya wong lanang utawa wong wadon, ya iku gambare kang tunggu, utawa yen anggawa rembulan karo ulo, iya iku eyang eyangange Batara Surya, mulane para empu jaman kuno iku, yen gawe gaman kang landep nganggo gambar manuso, utawa ngganggo gambare Empu Ramadi, supaya abisa oleh sawab, iya iku kang pasti dadi ratuning prajurit, kang angluwihi kowasane, samasane ana paprangan, ya iku kang ngamuk utawa kang numpes marang mungsuhe, jen duwe karep ala utawa becik pasti ketutugan. Atau jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia artinya kurang lebih: jika ada pamor begini wujudnya, dinamakan pamor: Raja Gundala, yaitu yang menjadi dewanya pamor, jika ada senjata tajam, ada pamor (berwujud) seperti orang laki-laki atau orang wanita, ya itulah wujud yang menunggu (keris), atau jika membawa rembulan serta ular, ya itu Eyang Batara Surya, maka dari sebab itu para empu di jaman kuno itu jika membuat senjata yang tajam memakai gambar manusia, atau memakai wujud Empu Ramadi, supaya bisa mendapat tuah, ya itulah yang menjadi ratunya prajurit, yang kuasanya melebihi (dari yang lain), semasa dalam peperangan, ya itu yang ngamuk atau menumpas (habis) musuhnya, jika memiliki keinginan yang jelek atau baik pasti tercapai.

Dialih-rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.


Contact Person :

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Email : admin@griyokulo.com

————————————

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.