Carubuk Majapahit

10590558_1712292255668741_9142982091114899016_nMahar : 5.000.000,- (TERMAHAR) Tn. T Bekasi


 
  1. Kode : GKO-258
  2. Dhapur : Carubuk
  3. Pamor : Tejo Kinurung
  4. Tangguh : Majapahit (Abad XIII)
  5. Sertifikasi No : 84/MP.TMII/I/2018
  6. Asal-usul Pusaka : temuan sungai brantas
  7. Keterangan Lain : keris temuan, warangka lawasan pelet sampir tanpa pendok, pamor langka

 

Ulasan :

CARUBUK, kadang-kadang disebut Crubuk, salah satu dhapur keris luk tujuh. Ukuran panjang bilahnya sedang, biasanya nglimpa, tanpa ada-ada. Keris ini memakai kembang kacang, lambe gajah satu, selain itu memakai sraweyan dan greneng. Ricikan lainnya tidak ada. Dhapur Carubuk biasanya banyak dimiliki oleh mereka yang mendalami di bidang agama dan ilmu kebatinan atau spiritual (kejawen), sehubungan dengan cerita rakyat mengenai keris ini yang menjadi keris ageman Kanjeng Sunan Kalijogo.

TANGGUH MAJAPAHIT, hegemoni majapahit  selama dua abad (abad XIII- XV) meninggalkan banyak jejak sejarah. Dan salah satunya adalah keris. Pada zaman majapahit inilah terlahir keris-keris dengan mutu yang di atas rata-rata baik secara estetika maupun kualitas materialnya.  Sudah menjadi rahasia umum di masyarakat pecinta tosan aji, bahwa keris terbaik – secara bentuk dan bahan logamnya – adalah keris yang dibuat pada era wilwatikta ini. Menurut serat centhini, tosan aji tangguh majapahit memiliki ciri-ciri antara lain sikutan (gaya garapan) terkesan wingit dan angker, dasar besinya lumer dan kering, berwarna agak kebiruan dengan serat besi yang rapat halus. Pamornya terkesan kuat dan ngawat (seperti kawat yang ulet).

beberapa keris-keris temuan dengan pamor sejenis yang menjadi koleksi perorangan dan museum

Tidak mudah mendapatkan keris temuan dengan pamor miring jika tidak karena sebuah pulung keberuntungan. Berdasarkan penelusuran pada majalah pamor No.7 edisi bulan April-Juni 2008 juga pernah diketemukan keris pandawa lare dengan pamor adeg wengkon bertangguh purwacarita. Dan keris sempono luk 7 sempono pamor adeg wengkon tangguh singosari yang kini menjadi koleksi Museum keris Brojobuwono, Karanganyar. Meski keris ini bisa dikatakan sudah tidak utuh, tapi tidak kehilangan perbawanya dalam menghipnotis kita untuk tak jemu berlama-lama memandangnya, menyajikan cerita kepahlawanan di masa lalu.

PELET SAMPIR, motif atau corak pada kayunya mirip dengan selendang yang disampirkan atau digantung miring (seperti saat berkebaya). Menurut kepercayaan mempunyai tuah untuk ‘menggendong‘ derajad pemilik. Kayu pelet jenis ini tidak pemilih dan banyak dimiliki oleh mereka yang sudah berkeluarga.

Jarang sekali kita bisa melihat werangka pelokan walian (seperti biji buah mangga) yang terpengaruh model amangkuratan. Bagian gandar iras-nya yang apabila kita raba terkesan bergelombang, karena keterbatasan alat di masanya seperti jika kita meraba keramik-keramik yang terpasang pada dinding masjid agung demak. Terdapat lobang pada bagian ujung gandar sebagai saluran ‘nafas’ dan keluarnya minyak jika berlebih yang mungkin para mranggi (pembuat warangka) jaman sekarang kurang memperhatikan lubang fungsional ini. Hulu model semar (baru) sengaja dipilih untuk mengimbangi aura kasepuhan keris ini.

PAMOR TEJO KINURUNG, adalah salah satu motif  pamor yang sebenarnya merupakan perpaduan antara Sada Saler dengan pamor Wengkon atau Tepen. Ada juga yang menyebut pamor ini Adeg Tiga atau Adeg Wengkon. Seluruh tepi bilah keris dilingkari dengan gambaran pamor yang menyerupai tepi bingkai, sedangkan di tengahnya ada pamor yang menyerupai garis. Meskipun tampak minimalis (sederhana), akan tetapi dari segi garap memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Mempertahankan lengkungan dengan spasi dan jarak yang sama pada sisi tepi bilah dan menyambung tanpa terputus hanya bisa dilakukan oleh seorang Empu yang mumpuni. Menjadi semakin unik dan istimewa dipadukan dengan garis tengah yang tegas lurus tanpa putus. Beberapa serat juga mencatat pamor Adeg Wengkon yang menjadi pilihan sang Raja Surakarta (Sunan PB IV) ketika membabar pusakanya kepada Mpu Brajaguna. Tak heran pamor ini termasuk jenis pamor rekan yang  mempunyai tingkat kesulitan pembuatan tingkat advance dan wajar jika memiliki nilai mahar yang lebih tinggi.

FILOSOFI, Keris dan Isoteri (tuah) ibarat dua sisi mata uang. Keris dan pamor adalah dua hal yang nyaris tak berjarak. Guratan pamor pada bilah keris adalah lambang-lambang yang penuh makna, pun demikian dengan garis Adeg Tiga (Tejo Kinurung) mempunyai kedalaman makna yang luar biasa. Garis pertama (kanan) menggambarkan Laki-laki yang bertangung jawab kepada dirinya sendiri, istrinya dan anak-anaknya yang berkewajiban menafkahi dan membimbing jalan hidup dengan benar. Garis kedua (kiri) adalah melambangkan tanggung jawab yang lebih besar lagi karena ia harus mengayomi orang-orang sekitarnya, saudara-saudara mereka dan orang-orang terdekat sedangkan Garis ketiga (tengah) adalah bagi mereka yang ditakdirkan menjadi “orang besar”, harus bisa mengayomi lebih banyak orang , masyarakat dan negara, yang kadang akan menjadi dilema harus berada ditengah-tengah antara keluarga atau tugas negara. Dua bidang yang dipisahkan sama luasnya oleh garis tengah seolah memahami bahwa akan dibutuhkan komitmen yang luar biasa untuk bisa membagi secara proporsional (baca = adil), di satu sisi  dirinya berdiri sebagai kepala keluarga yang dibutuhkan anak istrinya dan pada sisi yang lain sebagai pamomong yang menjadi milik masyarakat, bangsa dan negara. Sebagian pecinta keris berpendapat bahwa pamor Teja Kinurung ini memiliki tuah yang baik, terutama bagi mereka yang bekerja untuk negara. Itulah sebabnya banyak pejabat, polisi, tentara, hingga wakil rakyat ‘diam-diam’  memburu dan mengkoleksi keris dengan pamor Tejo Kinurung sebagai piandel.

Dialih-rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.


Contact Person :
 

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Pin BB : D403E3C3  Email : admin@griyokulo.com

————————————

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.