Hulu Gading

10590558_1712292255668741_9142982091114899016_n

Harga : 3,500,000,- (TERJUAL) Tn. ATW Tegal, Jawa Tengah


  hulu-gading gading-ukiran
hulu-madura-gading ukiran-gading
  1. Perabot : Hulu
  2. Model : Madura
  3. Bahan : Gading
  4. Dimensi : Panjang 9,5 cm, lebar 2,75 cm berat 55 gr
  5. Keterangan Lain : lamen (kuno), kondisi sangat terawat, kolektor item

Ulasan :

HULU KERIS, sebagai barang seni tampak dari hiasan-hiasan atau ornamen yang ada padanya. Bilamana tidak dipahami maka ia hanya merupakan misteri belaka. Maka lebih baik jika kita mengenali arti dan makna di balik ornamen-ornamen tersebut. Ragam hias pada suatu benda merupakan akesoris yang diberikan untuk mendapatkan keindahan juga berperan sebagai media untuk mengagungkan suatu karya. Ia mempersolek “benda pakai” secara lahiriah serta memberikan nilai simbolik atau makna tertentu baik yang bersifat religius ataupun yang berkenaan dengan atribut sosial. Yang dimaksud dengan benda pakai disini ialah segala sesuatu yang diciptakan manusia sebagai produk bendawi untuk memenuhi kebutuhannya. Pada mulanya, benda-benda tersebut dibuat dengan pertimbangan fungsional, kemudian berlanjut kepada pemakaian dan pemilihan bahan tertentu, dan terakhir bentuknya digarap denga rasa estetika guna mendapatkan kenikmatan dalam memakainya.

FILOSOFI, Begitu pula hulu keris ini, pengaruh pra Islam masih dipertahankan untuk dipahatkan dan diukir. Dari legenda tentang Dewi Anjani dikisahkan bahwa dia adalah putri sulung Resi Gotama, brahmana dari pertapaan Erraya/Agrastina, dengan Dewi Indradi/Windradi, putri Batara Asmara. Ia mempunyai dua orang saudara kandung bernama ; Subali/Guwarsi dan Sugriwa/Guwarsa. Dewi Anjani memiliki mustika Cupumanik Astagina pemberian ibunya, hadiah perkawinan Dewi Indradi dari Batara Surya. Cupumanik Astagina adalah pusaka kadewatan. Bila mustika Cupu itu dibuka pada mangkuk bagian dalamnya akan tampak gambaran swargaloka yang serba menakjubkan dan penuh warna warni yg mempesona. Sedangkan pada tutup bagian dalamnya dapat dilihat berbagai panorama menakjubkan yang ada di seluruh jagad raya, tampil berganti ganti dari satu pemandangan ke pemandangan lain bagaikan keadaan yg nyata, seolah yg melihatnya sedang dibawa berkelana berkeliling mayapada, menikmati keindahan alam dari ketinggian, memandang gunung kebiruan, hutan menghijau, sungai berkelok, mega berarakan dan langit biru menyejukkan.

Pada suatu hari, Subali dan Sugriwa memergoki Dewi Anjani yang sedang bermain dengan Cupu tersebut. Karena tidak boleh meminjamnya, Subali dan Sugriwa mengadu kepada ayahnya, Dewi Anjani dipanggil dan diminta oleh Resi Gotama. Dewi Indradi yang tetap membisu tak mau mengaku dari mana ia mendapatkan mustika tersebut, dikutuk Resi Gotama menjadi tugu batu yang kemudian dibuang ke udara dan jatuh ke wilayah negara Alengka. Cupumanik Astagina lalu dilemparkan Begawan Gotama jatuh di Telaga Mandirda (di pewayangan disebut Telaga Sumala, “mala” artinya cacat, penyakit, dosa, atau kesalahan; “su” berarti banyak atau sangat, sedangkan Telaga Nirmala artinya bebas dari penyakit, karena “nir” berarti bebas atau tidak terkena). Subali dan Sugriwa yang larinya lebih cepat dibandingkan Dewi Anjani, sampai ke telaga itu lebih dahulu. Kedua kakak beradik itu segera terjun dan menyelam ke dalam air telaga mencari Cupumanik Astagina. Dewi Anjani yang datang lebih lambat, sampai ke telaga itu dalam keadaan lelah. la segera membungkuk dan mencuci muka dengan air telaga itu untuk menghilangkan lelahnya. Terjadilah keajaiban….. Begitu muncul kembali ke permukaan telaga, Sugriwa dan Subali telah berubah ujud menjadi kera. Sedangkan Dewi Anjani, hanya wajahnya saja yang berubah ujud menjadi kera, tetapi tubuhnya tetap manusia biasa. Wajah keranya, tidak mengurangi keindahan tubuh Dewi Anjani yang masih remaja itu.

Untuk menebus kesalahan dan agar bisa kembali lagi menjadi manusia, atas petunjuk ayahnya, Dewi Anjani melakukan tapa Nyantika (seperti katak) di telaga Madirda. Dalam tapanya itulah ia hamil karena menelan “air kama” Batara Guru melalui selembar daun sinom. Dewi Anjani kemudian melahirkan jabang bayi berwujud kera putih yang diberi nama Anoman. Beberapa saat setelah melahirkan Anoman, Dewi Anjani terbebas dari kutukannya. Ia kembali menjadi putri berparas cantik dan diangkat ke kahyangan Suralaya sebagai bidadari. Oleh karenanya Figur Dewi Anjani dalam tokoh pewayangan selalu digambarkan dalam dua rupa yaitu seorang wanita cantik jelita dan perempuan dengan wajah kera. Pengaruh bentuk hulu/landhian madura sangat kental, diantaranya pola ukir trawangan yang detil pada sulur daun dan bukan dalam posisi jongkok pralambapada-asana, terkesan sangat nyata dan hidup.

ciri-gading-asli

GADING DAN CIRINYA, merupakan bahan yang paling ekslusive. Gading sebenarnya adalah taring gajah yang tumbuh memanjang terus menerus selama binatang ini hidup. Gading gajah afrika banyak yang tumbuh hingga 2 meter, sedangkan gajah asia umumnya hanya 1,5 meter saja panjangnya. Dari segi mutu sebagai bahan ukiran gading asia lebih baik. Gading sumatera adalah yang paling baik, warnanya lebih putih dan jumlah keretakannya tidak banyak dan tentu saja berimbas kepada harganya. Gading Thailand dan Birma lebih murah, warnanya lebih kekuningan, seperti warna coklat susu, keretakannya lebih banyak. Tetapi yang paling murah adalah gading dari afrika.

Semua tulang atau tanduk memiliki bercak sumsum atau bintik kecil (bercak kalsium) di permukaannya, atau jika sudah dibuat hulu keris dapat ditemukan di bagian ujung. Tanda ini bisa kita lihat dengan mata telanjang. Dan jika melihatnya menggunakan kaca pembesar gading cenderung memiliki tekstur yang lebih halus, lebih keras dan tidak berbintik-bintik. Dengan dimensi yang sama Gading tentu akan lebih berat daripada tulang/tanduk. Kemudian jika dibakar, jika benda itu adalah gading, maka tidak akan ada bau yang dikeluarkannya. Tetapi jika benda itu adalah tulang, maka akan mengeluarkan bau seperti rambut yang terbakar.

Ditawarkan sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.
 

Contact Person :
 

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Pin BB : 5C70B435  Email : admin@griyokulo.com

————————————

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *