Sepang

10590558_1712292255668741_9142982091114899016_n

Mahar : 3,250,000,-(TERMAHAR) Tn. H Surabaya


 keris-sepang sepang
  1. Kode : GKO-188
  2. Dhapur : Sepang
  3. Pamor : Kulit Semangka
  4. Tangguh : Mataram Abad XV
  5. Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No : 611/MP.TMII/XI/2016
  6. Asal-usul Pusaka : Surakarta
  7. Keterangan Lain : warangka kayu cendana? unyeng pada jejeran

 foto-keris-sepang sertifikasi-sepang

Ulasan :

SEPANG, adalah salah satu bentuk dhapur keris lurus. Ukuran panjang bilahnya sedang, tetapi bilah keris ini relatif tipis karena tanpa ada-ada. Keris itu tanpa gandik; bentuk sor-sorannya hampir simetris, tanpa pejetan, penampang ganja depan belakang sama (tanpa sirah cecak) juga tidak memakai ricikan lainnya, meski kadangkala ada yang memakai ganja wilut dan tambahan kanyut kembar (letaknya di ujung belakang ganja keris, menyerupai duri yang melengkung ke atas) di kanan-kirinya.

gandik-keris-sepang gandik-sepang

FILOSOFI, Sejak jaman dahulu keris dhapur Sepang dipercayai memilki tuah untuk kesejahteraan, cinta-kasih, kebahagiaan dan membina keharmonisan rumah tangga. Malahan, ada pula yang meyakini bahwa keris dhapur Sepang dapat membantu pasangan suami-istri agar cepat dikaruniai momongan, serta boleh percaya tidak percaya banyak dicari oleh mereka yang punya “kepentingan” berpoligami. Bentuk gandik yang hampir simetris kanan dan kiri menjadi simbol kesetaraan gender dan tentang hal utama kodrat Adam dan Hawa untuk saling memberi serta menerima bagi sepasang suami istri, untuk saling mencintai dan dicintai, untuk saling menguatkan di saat-saat terjatuh, saling menjaga kehormatan dan martabat juga untuk saling menutupi kelemahan atau kekurangan masing-masing. Jika sebuah ganja yang menjadi representasi feminimitas dianggap sebagai pasangan pesi sebagai simbol maskulinitas, dimana berasal dari dua bagian terpisah untuk kemudian bukanlah dua melainkan menjadi satu, terwujud dalam sebuah bilah keris sebagai simbol kesuburan.

Pernikahan adalah salah satu kehendak Tuhan YME bagi manusia. Adalah sudah digariskan bahwa seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan berkumpul dengan pasangan terbaiknya yang menjadi isterinya, sehingga keduanya menjadi satu (dwi tunggal). Maka, keris dhapur Sepang mengajarkan sebuah ungkapan bahasa cinta yang  sangat mendalam bahwa sepasang manusia yang saling mencintai dan memutuskan untuk berumah tangga sesungguhnya memang telah ditakdirkan Sang Pencipta untuk hidup bersama, tidak ada kekuatan lain yang sanggup memisahkan selain kematian itu sendiri sebagai kehendak Sang Pencipta yang harus dijalani.

TENTANG TANGGUH, dari pengamatan fisik bilah tampak ramping dengan besi hitam kebiruan dan tata letak pamor yang berkesan mengambang, jika diraba terasa halus, dan apabila kita sentil dengan ujung jari, terdengar bunyi yang sangat nyaring pertanda besi sangat padat dan matang tempa. Dengan pencahayaan terang yang cukup juga masih bisa dicari dengan mudah bekas penyepuhan pada 2/3 panjang bilah, pertanda tahapan demi tahapan pembatan bilah adalah sesuai dengan pakem yang ada.

pucuk-sepang pucuk-wilah-sepang

PAMOR KULIT SEMANGKA, sepintas lalu memang tampak seperti kulit dari buah semangka, tuahnya memudahkan mencari jalan rejeki dan si pemilik akan mudah bergaul dengan siapa saja dari golongan manapun.

warangka-cendana unyeng-gendong unyeng-kempit

MISTIK JEJERAN : UNYENG-UNYENG, Seperti pada kerajianan kayu lainnya, pada jejeran (hulu keris) pun kadang-kadang terdapat mata kayu yang membentuk lingkaran kecil berlapis-lapis (konsentris). Orang jawa menyebut mata kaya tersebut unyeng-unyeng. Sebagian pengemar keris percaya bahwa unyeng-unyeng mempunyai tuah. Adapun nama ataupun jenis tuahnya konon tergantung letak atau posisi pada jejeran. Seperti pada jejeran keris sepang ini memiliki dua macam unyeng-unyeng yang disebut kempit dan gendhong atau satriya wibawa.

Kempit, adalah unyeng-unyeng yang berada di bagian ketiak jejeran di sisi kanan atau kiri atau kedua-duanya, dipercaya dapat mendatangkan kemampuan berbuat baik bagi orang-orang di sekelilingnya.

Gendhong atau Satriyo Wibowo, adalah unyeng-unyeng yang terletak di bagian tengah gigir (punggung) jejeran, dipercaya memiliki daya magis untuk menambah wibawa sekaligus mampu membantu dan mengangkat derajat keluarga pemiliknya.

Dialih-rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.

Contact Person :
 

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Pin BB : 5C70B435  Email : admin@griyokulo.com

————————————

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *