Mahar : 2,950,000,- (TERMAHAR) Tn TL Cibubur
- Kode : GKO-144
- Dhapur : Jalak Tilam Sari
- Pamor : Ilining Warih
- Tangguh : Surakarta Abad XVIII
- Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No : 248/MP.TMII/V/2016
- Asal-usul Pusaka : Cilacap, Jawa Tengah
- Keterangan Lain: Warangka Ladrang Iras, pendok cukitan lamen
Ulasan :
JALAK TILAM SARI, adalah salah satu bentuk dhapur keris lurus, dengan ricikan: gandik lugas, pejetan, tikel alis, sraweyan dan thingil atau ri pandan. Sepintas akan dibingungkan dengan penyebutan dhapur keris yang memiliki nama hampir sama yakni Tilam Sari. Dalam Buku Keris Jawa Antara Mistik dan Nalar karangan Haryono Haryoguritno (bab tabel ricikan nama dhapur) perbedaannya adalah Jalak Tilam Sari menggunakan Thingil atau Eri Pandan sedangkan Tilam Sari tidak. Atau kalau ri pandan dihilangkan maka akan menjadi dhapur tilam sari, sebaliknya jika tilam sari ditambahi nama Jalak karena ketambahan ricikan ri pandan. Perbedaan yang ada tidak perlu dipertentangkan justru menambah referensi kekayaan budaya adiluhung nusantara.
MAKNA dapur Jalak Tilam Sari adalah mengambil pengertian: “Jalak” melambangkan seorang laki-laki sebagai kepala rumah tangga, “Tilam” sebagai tempat pembaringan, tempat beristirahat atau jika dimaknai lebih luas adalah tempat tinggal, dan Sari adalah harum, wangi, semerbak. Pengertian Jalak Tilam Sari apabila dikupas lebih lanjut adalah membawa makna mendapatkan tempat berteduh yang harum semerbak baik di hadapan Tuhan Yang Maha Esa maupun sesama manusia. Konsep doa empu yang diharapkan terhadap keris berdapur Jalak Tilam Sari adalah agar pemilik sebagai kepala rumah tangga yang bertugas mencari nafkah beserta penghuni rumah yang merawat keris berdapur Jalak Tilam Sari akan selalu mendapatkan kemuliaan, kebahagiaan, kedamaian, nama yang harum, dihormati orang disekelilingnya dan selalu mendapatkan perlindungan keselamatan daripada Tuhan Yang Maha Esa.
TANGGUH SURAKARTA, keris-keris yang dibuat lebih banyak mutrani (membuat ulang bentuk yang telah ada) dari keris yang telah ada pada tangguh-tangguh sebelumnya. Menikmati garap keris Jalak Tilam Sari ini, perhatian awal kita akan tertuju dengan warna besi wilah yang agak berbeda dengan keris lainnya, dimana cenderung dominan berwarna abu-abu kehijauan, rabaan halus, bentuknya tampak gagah (kuat) memiliki kandungan baja banyak, pamor lembut, lekukan tikel alis yang landung cantik nyaris menerjang gandik dan bentuk wilah tebal mirip seperti daun singkong. Sementara untuk ganjanya, bentuknya agak melengkung, penampakan gulu meled pada ganja pendek tidak dalam dan perut ganjanya sedang tidak gemuk, karena memakai tungkakan (berupa lengkungan di bagian belakang sebuah ganja) maka sudut sirah cecaknya mbuweng (tidak lancip) . Panjang Wilah standar dan bentuknya belum mbangkek atau mempunyai bangkekan (pinggang) mengikuti gaya Era Sunan PB III dan sebelumnya. Karena seperti kita ketahui bersama keris-keris yang lahir pada masa Sunan PB IV sampai dengan PB IX memiliki fisik lebih panjang dibandingkan keris-keris pada tangguh sebelumnya, mbangkek atau memiliki bangkekan, bentuk wilahnya seperti daun pohung dan ujungnya yang mbuntut tuma.
PAMOR ILINING WARIH, disebut juga banyu mili bentuknya menyerupai garis-garis membujur dari pangkal ke ujung bilah, ada yang utuh ada yang putus-putus, serta bercabang bagai percikan air yang mengalir. Memiliki angsar memperlancar rejeki dan memperluas pergaulan. Rejeki yang lumintu, walaupun sedikit demi sedikit tetapi selalu ada saja. Itulah yang utama tuah dari Ilining Warih. Pamor ini tidak memilih, semua orang akan cocok.
“Hiduplah seperti air mengalir”, sebuah ajaran yang kaya akan makna filosofi :
- Nurturing (mengasuh) – Air adalah pengasuh kehidupan. Jikalau tidak ada air semua mkhluk yang ada di bumi niscaya punah. Maka, kita harus selau berusaha menjadi pribadi yang berguna bagi orang lain. Hidup jadi tidak sekadar tumbuh dewasa, tua, dan akhirnya meninggal. Ingat, arti hidup jauh lebih dalam dari pada itu!
- Flexible – Hal ini merupakan salah satu sifat air yang luar biasa. Karena cair, air bisa masuk ke mana saja dan menyesuaikan bentuk di sana. Demikian juga praktik hidup mengalir (flexible) dibutuhkan pada saat langkah kita menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan artinya langkah kita tidak berhenti oleh kegagalan, kekecewaan, atau pukulan. Dan langkah kita pun tidak lantas kehilangan arah, kehilangan jati diri, kehilangan kontrol oleh kesuksesan. Fokus dari perjalanan kita adalah menjalani proses dan selalu memperbaikinya selalu.
- Fokus – Dibutuhkan agar langkah kita tidak meleset dari tujuan. Meskipun di tengah jalan kita haru berbelok kanan-kiri, mundur-maju, pelan-kencang, ambruk-bangkit, namun semua itu dimaksudkan agar langkah kita ke arah tujuan yang kita inginkan seperti air sungai yang terus berusaha mengalir sampai ke laut, meskipun ia harus terhadang oleh berbagai rintangan dan halangan bebatuan.
”Cukup satu langkah awal. Ada kerikil saya singkirkan. Melangkah lagi. Bertemu duri saya sibakkan. Melangkah lagi. Terhadang lubang saya lompat. Melangkah lagi. Bertemu api saya mundur. Melangkah lagi. Berjalan terus dan mengatasi masalah.” – Bob Sadino
Dialih-rawatkan sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.
Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan
Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Pin BB : 5C70B435 Email : admin@griyokulo.com
————————————












Terimakasih
Lanjutkan