Mahar : 8,888,888,- (TERMAHAR)Tn SW Jakarta Selatan
- Kode : GKO-141
- Dhapur : Kebo Teki
- Pamor : Udan mas
- Tangguh : Madura Sepuh Abad XII
- Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No : 243/MP.TMII/IV/2016
- Asal-usul Pusaka : Kolektor
- Keterangan lain : pesi agak pendek, ujung bilah sudah tipis
Ulasan :
Semua kerajaan kuno mendasarkan kejayaannya dari hasil pertanian, atau dengan memperdagangkan hasil pertanian. Negeri yang gemah ripah loh jinawi, selalu digambarkan sebagai negeri yang makmur, dengan hasil pertanian yang melimpah. Beberapa tokoh masa silam, khususnya raja (Mataram), bahkan lahir dari kalangan petani. Bahkan Empu-empu keris sebagai andalan kerajaan untuk melahirkan pusaka-pusaka sakti, juga sering mendalami kehidupan pertanian demi menemukan arti kehidupannya yang sejati. Kedekatan manusia Indonesia dengan sektor pertanian itu menyebabkan lahirnya berbagai pusaka yang terilham dari budaya agraris, baik fungsional maupun hanya sebagai lambang.
KEBO TEKI, sering juga disebut Mahesa Teki, adalah salah satu dhapur keris lurus. Panjang keris ini normal; bilahnya pipih, agak lebar dibandingkan keris lainnya. Ricikan yang terdapat pada keris ini adalah : gandik-nya yang panjang sekitar 2 sampai 2,5 kali panjang gandik keris normal, pejetan-nya dangkal, kembang kacang, jalen dan lambe gajah. Pada zaman dahulu, keris berdhapur Kebo Teki banyak dimiliki oleh para petani dan pedagang hasil bumi, karena mereka percaya bahwa kebo teki membawa keburuntungan bagi petani dan pedagang hasil bumi. Angsar keris dhapur Kebo Teki dapat menangkal hama tanaman, dan menyuburkan tanah. Bahkan kepercayaan semacam itu hingga sekarang masih bertahan diantara penggemar tosan aji. Tak heran keris berdhapur Kebo Teki ini banyak diburu oleh mereka yang berprofesi sebagai pedagang hasil bumi, perkebunan hingga peternak.
TENTANG TANGGUH, dengan gandik tinggi, wilah lebar tapi tipis dan bentuk sirah cecak buweng (membulat) akan tampak seperti langgam (gaya) keris Pajajaran, hanya saja apabila memcermati lebih pada material besi yang cenderung lebih kering, rabaan permukaaan wilah tidak sehalus keris pajajaran dan bentuk penampang ganjanya datar dan lurus mungkin akan lebih masuk ke tangguh madura sepuh.
PAMOR UDAN MAS, merupakan jenis pamor rekan (rekaan), sengaja dibuat atau didesain dari awal. Dari teknik pembuatannya secara khusus udan mas bisa dibedakan menjadi dua hal. Pertama, keris pamor udan mas yang tampak halus dan rapi motifnya, biasanya dibuat ketika bilah sudah dingin (tidak berpijar merah) di atas tanah. Oleh karenanya bulatan tetesan hujan emasnya menjadi lebih rapi dan teratur. Sedangkan pamor udan mas kedua yang terdapat pada bilah ini dibuat ketika bilah masih dalam kondisi panas (merah berpijar). Dengan hanya berbekal rasa serta imajinasi dari sang Empu, formasi bulatan hujan mas yang berlapis-lapis itu di-gedhig drip pada kondisi bilah masih berpijar. Tentu saja pola pamor yang dihasilkan sedikit kurang rapi daripada udan mas versi sebelumnya. Hanya saja udan mas drip panas dinilai jauh berkualitas tinggi dibanding drip dingin. Ada perbedaan yang signifikan yaitu hasilnya lebih ekspresif, sesuai rasa, karsa dan cipta sang Empu. Peran dari rasa dituntut lebih total. Hal ini disebabkan oleh imajinasi dan energi saling bersinergi dalam proses penempaan. Meskipun kadang kurang rapi akan tetapi ada semacam jiwa yang mengalirinya.
FILOSOFI UDAN MAS, Hujan selalu jatuh dari langit dengan cuma-cuma, memberikan banyak manfaat kepada bumi. Hendaknya dalam hidup kita juga bisa meniru contoh kepada langit, bisa memberikan sesuatu dengan posisi tangan di atas (sedekah) kepada orang lain dengan ikhlas.
Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan
Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Pin BB : 5C70B435 Email : admin@griyokulo.com
————————————











