Kebo Teki Udan Mas

10590558_1712292255668741_9142982091114899016_n

Mahar : 8,888,888,- (TERMAHAR)Tn SW Jakarta Selatan


 keris kebo teki udan mas kebo teki udan mas
  1. Kode : GKO-141
  2. Dhapur : Kebo Teki
  3. Pamor : Udan mas
  4. Tangguh : Madura Sepuh Abad XII
  5. Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No : 243/MP.TMII/IV/2016
  6. Asal-usul Pusaka : Kolektor
  7. Keterangan lain : pesi agak pendek, ujung bilah sudah tipis

 IMG_20160429_072623 IMG_20160429_072557

Ulasan :

Semua kerajaan kuno mendasarkan kejayaannya dari hasil pertanian, atau dengan memperdagangkan hasil pertanian. Negeri yang gemah ripah loh jinawi, selalu digambarkan sebagai negeri yang makmur, dengan hasil pertanian yang melimpah. Beberapa tokoh masa silam, khususnya raja (Mataram), bahkan lahir  dari kalangan petani. Bahkan Empu-empu keris sebagai andalan kerajaan untuk melahirkan pusaka-pusaka sakti, juga sering mendalami kehidupan pertanian demi menemukan arti kehidupannya yang sejati. Kedekatan manusia Indonesia dengan sektor pertanian  itu menyebabkan lahirnya berbagai pusaka yang terilham dari budaya agraris, baik fungsional maupun hanya sebagai lambang.

gandik kebo teki kebo teki madura sepuh

KEBO TEKI, sering juga disebut Mahesa Teki, adalah salah satu dhapur keris lurus. Panjang keris ini normal; bilahnya pipih, agak lebar dibandingkan keris lainnya. Ricikan yang terdapat pada keris ini adalah : gandik-nya yang panjang sekitar 2 sampai 2,5 kali panjang gandik keris normal, pejetan-nya dangkal, kembang kacang, jalen dan lambe gajah. Pada zaman dahulu, keris berdhapur Kebo Teki banyak dimiliki oleh para petani dan pedagang hasil bumi, karena mereka percaya bahwa kebo teki membawa keburuntungan bagi petani dan pedagang hasil bumi. Angsar keris dhapur Kebo Teki dapat menangkal hama tanaman, dan menyuburkan tanah. Bahkan kepercayaan semacam itu hingga sekarang masih bertahan diantara penggemar tosan aji. Tak heran keris berdhapur Kebo Teki ini banyak diburu oleh mereka yang berprofesi sebagai pedagang hasil bumi, perkebunan hingga peternak.

IMG_20160429_074620

TENTANG TANGGUH, dengan gandik tinggi, wilah lebar tapi tipis dan bentuk sirah cecak buweng (membulat) akan tampak seperti langgam (gaya) keris Pajajaran, hanya saja apabila memcermati lebih pada material besi yang cenderung lebih kering, rabaan permukaaan wilah tidak sehalus keris pajajaran dan bentuk penampang ganjanya datar dan lurus mungkin akan lebih masuk ke tangguh madura sepuh.

PAMOR UDAN MAS, merupakan jenis pamor rekan (rekaan), sengaja dibuat atau didesain dari awal. Dari teknik pembuatannya secara khusus udan mas bisa dibedakan menjadi dua hal. Pertama, keris pamor udan mas yang tampak halus dan rapi motifnya, biasanya dibuat ketika bilah sudah dingin (tidak berpijar merah) di atas tanah. Oleh karenanya bulatan tetesan hujan emasnya menjadi lebih rapi dan teratur. Sedangkan pamor udan mas kedua yang terdapat pada bilah ini dibuat ketika bilah masih dalam kondisi panas (merah berpijar). Dengan hanya berbekal rasa serta imajinasi dari sang Empu, formasi bulatan hujan mas yang berlapis-lapis itu di-gedhig drip pada kondisi bilah masih berpijar. Tentu saja pola pamor yang dihasilkan sedikit kurang rapi daripada udan mas versi sebelumnya. Hanya saja udan mas drip panas dinilai jauh berkualitas tinggi dibanding drip dingin. Ada perbedaan yang signifikan yaitu hasilnya lebih ekspresif, sesuai rasa, karsa dan cipta sang Empu. Peran dari rasa dituntut lebih total. Hal ini disebabkan oleh imajinasi dan energi saling bersinergi dalam proses penempaan. Meskipun kadang kurang rapi akan tetapi ada semacam jiwa yang mengalirinya.

udan mas filosofi filosofi udan mas

bulatan udan mas

FILOSOFI UDAN MAS, Hujan selalu jatuh dari langit dengan cuma-cuma, memberikan banyak manfaat kepada bumi. Hendaknya dalam hidup kita juga bisa meniru contoh kepada langit, bisa memberikan sesuatu dengan posisi tangan di atas (sedekah) kepada orang lain dengan ikhlas.

Langit tidak akan menurunkan hujan kecuali dengan izin dan perintah Allah. Manusia tidak akan mengetahui kapan dan di mana hujan turun. Air hujan ini bisa kita ibaratkan rejeki yang tercurahkan, yang tersebar di segala penjuru. Ia akan bisa ditampung siapa saja tanpa pandang bulu, asalkan ada media untuk menampungnya. Besar kecilnya yang tertampung tergantung wadah yang di pakai. Jika wadahnya ember ya akan sebesar ember, jika pakai bak/drum ya sepenuh bak/drum, atau danau sekalipun hanya akan menampung sebesar wadah tersebut. Padahal, curahan hujan itu sangat banyak, melebihi wadah yang ada.  Ini mengisyaratkan bahwa rejeki dari Tuhan itu tak terbatas. Lantas bagimana menyiapkan wadah dan memperbesar daya tampungnya ?
 –
Ada beberapa cara yang kita pahami, yaitu dengan berbagi atau bersedekah. Kita semua sudah mengerti bahwa berbagi itu pada hakikatnya menerima. Apa yang kita bagikan atau sedekahkan akan berbalik untuk diri kita sendiri dan itu bahkan melebihi balasannya. ”… Dan dari setiap butir itu akan menumbuhkan 7 tangkai, dan setiap tangkainya akan menghasilkan 100 buah, itulah balasan bagi yang menafkahkan hartanya di jalan Tuhan…”. Jelaslah bahwa untuk memperbesar wadah tersebut adalah dengan berbagi, tetapi harus dengan syarat ikhlas (seperti langit). Dan terakhir kita juga harus selalu ingat bahwa rezeki itu tidak akan datang dengan lamunan dan khayalan. Rezeki harus dicari dengan bekerja.
 –
Keris berpamor udan mas pada dekade tahun 80-an sudah mulai langka apalagi sekarang. Keris ini sangat dicari orang karena tuahnya dianggap baik untuk kerejekian. Telah banyak kesaksian orang yang sukses menyimpan keris udan mas. Oleh karena banyak permintaan di pasar, maka keris berpamor udan mas dipelajari oleh beberapa pande untuk diproduksi kembali, tentu saja dengan isoteri yang berbeda.
Dialih-rawatkan (dimaharkan)  sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.
 

Contact Person :
 

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Pin BB : 5C70B435  Email : admin@griyokulo.com

————————————

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *