Tilam Sari Kiai Nirboyo

10590558_1712292255668741_9142982091114899016_n

Mahar : 5,500,000,- (TERMAHAR) Tn. PKJ Jakarta Barat


 keris tilam sari HB sepuh tilam sari HB
  1. Kode : GKO-131
  2. Dhapur : Tilam Sari Kiai Nirboyo
  3. Pamor : Dwi Warno (Wengkon & Telaga Membleng)
  4. Tangguh : Mataram Abad XVI (HB Sepuh?)
  5. Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No : 198/MP.TMII/III/2016
  6. Asal-usul Pusaka : Rawatan/Warisan Turun Temurun
  7. Keterangan Lain : Pendok dan mendak lapis emas, Warangka Gandar Iras, Kolektor Item

 sertifikasi keris tilam sari HB

Ulasan :

Tilam Sari, adalah salah satu dhapur keris lurus yang banyak dijumpai di Pulau Jawa. Sebagian pecinta keris beranggapan bahwa keris dhapur Tilam Sari baik untuk pria yang telah berkeluarga karena angsar-nya, membawa keteduhan dan ketentraman dalam berumah tangga. Haryono Haryoguritno dalam Tabel Ciri Dhapur yang ditulis dalam bukunya Keris Jawa Antara Mistik dan Nalar, menerangkan dua jenis dhapur yakni pertama Tilam Sari dengan ricikan; lurus, gandik lugas, pejetan, tikel alis dan sraweyan. Sedangkan yang kedua adalah Jalak Tilam Sari dengan ricikan; lurus, gandik lugas, pejetan, tikel alis , sraweyan serta tingil. Tingil, terletak persis di bagian ekor ganja, di bagian atas, berupa tonjolan kecil, tidak runcing di ujungnya

TANGGUH HAMENGKUBUWANAN, secara sepintas, keris-keris tangguh Hamengkubuwanan atau yang lebih dikenal sebagai tangguh Hobo, menyerupai keris-keris tangguh Mataram atau bahkan Majapahit karena memang hanya meneruskan tradisi perkerisan yang sudah ada sebelumnya. Pangeran Mangkubumi sebagai pendiri dinasti Hamengkubuwanan, karena sangat mengagumi pendiri Mataram, Panembahan Senopati, menetapkan dalam perjanjian Giyanti dan awal berdiri, keraton Ngayogyakarta memilih menggunakan semua tradisi budaya dan tata nilai yang pernah ditegakkan oleh leluhurnya itu dalam sistem pemerintahannya. Kebijakan ini juga berlaku pada tradisi perkerisan Yogya – mulai bentuk bilah hingga aksesorisnya.

Keris tangguh HB I – HB VIII memiliki ciri sendiri dalam tiap zamannya. Perbedaannya tidak bisa dipastikan tepat, karena bersifat evolutif. Dan perubahan evoluif ini menjadi tanda dari era Raja yang memerintah atau menjadi penanda zamannya.  Ketika masa awal Ngayogyakarta, bentuk bilah terlihat sangat sederhana, cenderung lugu dan lurus saja. Keris HB Sepuh (HB I) cenderung lebih besar dan lebar dari keris mataram Senopaten, masih terbawa karakter Kartasura (Amangkuratan). Garapnya berkesan ngengreng (berwibawa), terlihat tajam. Keris-keris Yogya memang dibabar untuk tidak pamer kemegahan, konsepnya adalah ngayang batin, yang artinya menikmati keindahan dalam sebuah bentuk kesederhanaan.

DWIWARNO, dari gambaran pamor yang menghiasi bilah ini sebenarnya bisa didapat 2 macam pamor, yakni:

pamor tepen pamor wengkon

1. Wengkon, sebagian orang lagi menyebutnya pamor tepen, bentuknya memang mirip bingkai (wengkon berarti bingkai), merupakan garis yang menghias pinggir bilah keris (tepen berarti pinggir atau tepi). Tuahnya adalah untuk perlindungan terhadap pemilik.

pamor telaga membleng

2. Pamor Telaga Membleng, bentuknya menyerupai gelang-gelang lingkaran, paling sedikit tiga lapisan gelang-gelang. Letaknya pada bagian pejetan, di belakang gandik Tuahnya, penumpukan harta dan rejeki. Harta dan rejeki yang telah kita terima, akan sulit keluar lagi, kecuali untuk hal-hal yang bermanfaat. Tak heran pamor ini banyak diburu oleh para pedagang maupun pengusaha.

keris tilam sari

Menikmati keindahan garap keris pusaka ini,  secara kasat mata memang terlihat sederhana dan kalem, secara alamiyah seperti menjauhkan dari kesan mewah. Jauhnya kesan gemebyar itu sekaligus menggenapi orisinalitas proses pembuatannya yang masih nguri-uri pakem para empu pendahulunya. Akan tetapi keris-keris Yogya di mata para penggemar Tosan Aji boleh jadi mempunyai karakter istimewa yang tidak dimiliki keris tangguh lain.  Di balik karakter sederhana dan kalem, aura kewibawaan begitu tegas memancar dari pangkal hingga ujung bilah.

Pamor wengkon adalah pamor rekan yang sederhana akan tetapi sangat sulit membuatnya seolah ada semacam jiwa yang mengalir dalam garis-garisnya. Hingga saat inipun para seniman keris baru kamardikan masih harus terus menempuh pengulangan untuk membuat keris berpamor wengkon sempurna. Tercatat pada tahun 1994 Empu KRT. Subandi Suponingrat atau yang identik dengan gelar Empu Wengkon, mulai melakukan eksperimentasi pembuatan keris berdhapur wengkon. Awalnya, kesulitan yang menghadang adalah berapa dibutuhkan bahan-bahan untuk sebuah komposisi yang tepat dalam pembuatan pamor wengkon. Belum lagi dalam hal penempaan harus menghindari munculnya rekasi oksigen dengan besi berupa pamor tipis-tipis yang sering disebut sanak, yang akan mengurangi keindahan garap. Menurut catatan beliau, tujuh kali percobaan baru samar-samar dapat memperkirakannya. Dalam pamor wengkon peran dari rasa dituntut lebih total, dimana imajinasi dan energi saling bersinergi.

Tengoklah keris Kiai Nirbaya ini, totalitas sang Empu dalam membabar garis wengkon dapat dilihat, tidak hanya satu garis wengkon yang mengelilingi bilah tetapi dua garis wengkon. Bisa dibayangkan tingkat kesulitan untuk mempertahankan dua garis supaya tidak saling bersinggungan atau menyatu adalah sebuah kemampuan serta imajinasi yang luar biasa, karena garis pamor dibuat dalam kondisi membara merah menyala.

warangka gayaman yogya gandar iras manjing wilah

Kesederhanaan itu tidak hanya terlihat pada bilahnya, tetapi hampir keseluruhan, mulai dari warangka, deder, mendak, hingga pendok. Disitu penuh simbol-simbol ajaran-ajaran tentang kesederhanaan (prasojo) apa adanya, itulah hal penting bagi kehidupan di zaman sekarang ini. Ketika kesederhanaan terbentuk oleh berbagai pertimbangan, termasuk hal-hal yang filosofis, maka kesederhanaan menjadi keindahan yang tak terukur.

Dialih-rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.
 

Contact Person :
 

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Pin BB : 5C70B435  Email : admin@griyokulo.com

————————————

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *