Mahar : ?,- (TERMAHAR) Tn. PNP Yogyakarta
- Kode : GKO-128
- Dhapur : Tilam Upih (Kiai Liman)
- Pamor : Panca Warna (wengkon, kulit semangka, pulo tirto, raja abala raja dan telaga membleng)
- Tangguh : Madura Sepuh Abad XV
- Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No : 195/MP.TMII/III/2016
- Asal-usul Pusaka : Rawatan/Warisan Turun Temurun
- Keterangan Lain : Pendok lapis emas, nyaring sekali jika disentil dan ketika dilolos dari warangka, Kolektor Item
Ulasan :
Pada suatu saat dimana kita mengamati liku lekuk garis pamor keris, akan tersirat pembacaan akan suatu kesan. Kemudian bahasa semiotik menjabarkan pengambaran simbol-simbol tersebut berkaitan dengan jalan kehidupan manusia. Garis bulat merepentasikan kesan air (rejeki). Sedang garis lurus dikesankan sebagai simbol penolak bencana(singkir) dan keburukan dalam kehidupan, dan beberapa penyederhanaan merumuskan pola, seperti bentuk flora yang bergaris menjulang sebagai gambaran ambisi kejayaan dalam kehidupan manusia.
Pamor Pancawarna, Dari gambaran pamor yang menghiasi bilah ini sebenarnya bisa didapat 5 macam pamor, yakni:
1. Wengkon, sebagian orang lagi menyebutnya pamor tepen, bentuknya memang mirip bingkai (wengkon berarti bingkai), merupakan garis yang menghias pinggir bilah keris (tepen bererti pinggir atau tepi). Tuahnya adalah untuk perlindungan terhadap pemilik.
2. Kulit semangka, sepintas lalu memang tampak seperti kulit dari buah semangka, tuahnya memudahkan mencari jalan rejeki dan si pemilik akan mudah bergaul dengan siapa saja dari golongan manapun.
3. Pulo Tirto, bentuknya hampir sama dengan wos wutah, bedanya pada Pamo Pulo Tirto, “gmpalam-gimpalan” gambar pamor terpiasah satu sama lan, agak berjauhan seperti bentuk pulau-pulau dalam sebuah peta. Tuahnya sama dengan Wos Wutah, seputar harapan akan kehidupan yang lebih makmur.
4. Raja Abala Raja, mirip Pamor Ujung Gunung, tapi bagian-bagian garis yang bertemu dan membuat sudut, tersebar di beberapa tempat, di bagian so-soan, tengah bilah atau ujungnya. Tuah atau angsar Pamor Raja Abala Raja, bagi sebagian pecinta keris adalah untuk menambah kewibawaan, ditakuti musuh, serta memperkokoh pendirian. Keris dengan pamor Raja Abala Raja, sebenarnya paling cocok dimiliki oleh perwira yang memiliki banyak anak buah. pamor ini tergolong pemilih
5. Pamor Telaga Membleng, bentuknya menyerupai gelang-gelang lingkaran, paling sedikit tiga lapisan gelang-gelang. Letaknya pada bagian pejetan, di belakang gandik Tuahnya, penumpukan harta dan rejeki. Harta dan rejeki yang telah kita terima, akan sulit keluar lagi, kecuali untuk hal-hal yang bermanfaat. Mereka yang memiliki sifat boros, baik sekali jika memiliki keris dengan pamor telaga membleng ini.
Keris ini dibuat dengan penempaan yang sangat sulit karena memiliki lima motif pamor (pancawarna) dalam satu bilah. Dalam pemahaman filosofis banyaknya motif pamor tidak sekedar menunjukkan banyaknya harapan tetapi juga menyiratkan sebuah kearifan dimana harapan atau impian besar hanya akan tercapai dengan usaha dan pengorbanan yang besar pula.
Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan
Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Pin BB : 5C70B435 Email : admin@griyokulo.com
————————————










