Jalak Ruwuh

10590558_1712292255668741_9142982091114899016_n

Mahar : 2,750,000,- (TERMAHAR) Mr. B Pangandaran


 keris jalak ruwuh jalak ruwuh
keris jalak ruwuh tangguh cirebon keris cirebon
  1. Kode : GKO-103
  2. Dhapur : Jalak Ruwoh
  3. Pamor : Slewah (Kulit Semangka & Wiji Timun)
  4. Tangguh : Cirebon Abad XVI
  5. Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No : 66/MP.TMII/II/2016
  6. Asal-usul Pusaka : Purbalingga, Jawa Tengah
  7. Keterangan lain  : Garan Putra Raja/Putra Satu Lamen

sertifikasi jalak ruwuh

Ulasan :

Jalak Ruwuh atau dapat disebut dengan Jalak Ruwoh, adalah salah satu dapur keris lurus, yang ukuran bilahnya normal. Permukaan bilahnya nggigir sapi, bergandik polos, pejetan, gusen dan ada-ada. Sepintas lalu keris dhapur Jalak Ruwuh mirip dengan tilam upih atau brojol, bedanya yang jelas adalah bilahnya yang lebih tebal, dan kebanyakan ngadal meteng. Namun Jalak Ruwuh terkadang dikacukan orang dengan sebutan Jalak Nguwuh, karena bunyinya hampir serupa. Jalak Ruwoh = Jalak Luru Woh (Jalak mencari buah). Pada jaman dahulu keris berdhapur Jalak Ruwoh banyak diberikan orang tua kepada anaknya yang hendak merantau bekerja atau menuntut ilmu. Buah disini merupakan perlambang dari sesuatu yang hendak dicari. Bisa pengetahuan hingga nafkah bagi keluarganya.

Warangka (Srangka) dan Hulu (Garan) Cirebon

Berbicara tentang hulu keris atau deder atau garan, kata orang Cirebon, tidaklah sekedar berbicara tentang sebuah bagian dari keris yang secara fungsional memang sangat penting. Di sepotong deder atau garan, banyak hal yang bisa disimak dan diurut panjang. Terlebih karena hampir setiap daerah memiliki kekhasan gaya deder yang menandai banyak hal dari sejarah perkerisannya. Cirebon, salah satunya. garan Cirebonan sangat khas, karena rata-rata berbentuk makhluk hidup dengan motif ukir daun-daunan atau bunga. Menarik untuk dikaji, karena berbagai bentuk makhluk hidup sesungguhnya sangat dilarang oleh Islam – yang menjadi agama mayoritas yang dianut Kesultanan Cirebon Kala itu. Diperkirakan bentuk perwujudan makhluk hidup dalam garan Cirebonan merupakan jejak peninggalan budaya Hindu yang masih tersisa. Masih bertahannya garan-garan dengan bentuk ornamen tersebut kemungkinan keterbukaan Cirebon sebagai Bandar dagang internasional, yang sangat permisif terhadap budaya asing, maka tak mengherankan jika pihak keraton sendiri tidak melakukan pelarangan keras terhadap bentuk-bentuk arca pada garan keris. Ciri khas Garan Lamen (buatan lamen) dapat dilihat pada hulu keris ini, dimana ada semacam patina karbon berminyak mengkilap.

garan cirebon garan putra satu (1)

Perabot Cirebonan (pesisiran) tak kalah ragam dan indahnya. Bentuk benda dan alam di sekitar selalu memberi inspirasi bagi manusia untuk menjadikannya menjadi nama, atau membuat tiruannya. Warangka Cirebonan, misalnya selain gayaman, lazim bentuknya menyerupai sebuah perahu, dan diberi nama praon. Ada beberapa jenis warangka praon diantaranya perahu rikat/layar menggambarkan perahu yang berlayar di samudera lepas.  Warangka perahu labuh, simbol perabu yang tengah berlabuh di bandar/pelabuhan hingga Warangka Perahu Kampul menggambarkan sampan atau perahu kecil yang berlayar di lautan. Ada juga warangka seperti pada keris Jalak Ruwoh ini, yakni warangka perahu kandas menggambarkan perahu yang membawa putri dari Dinasti Ming, Ong Tien Nio yang kandas di perairan Sunda.

warangka perahu kandas

Pamor Slewah

Pamor Slewah adalah sebutan bagi pamor yang mempunyai dua motif yang berbeda, tetapi menempati dua sisi bilah keris yang sama. Pamor ini agak mirip dengan pamor tangkis. Bedanya, pada pamor tangkis satu sisi diantaranya sama sekali tidak berpamor atau kelengan, sedangkan pada pamor slewah kedua sisinya berpamor, tetapi pola gambaran pamornya berbeda. Pada bilah ini pada sisi depan adalah Wiji Timun, sedangkan pada sisi sebaliknya Kulit Semangka. Pamor Slewah juga beda dengan pamor Dwi Warno, yaitu dua macam pamor menempati sisi bilah yang sama.

pamor wiji timun

Wiji Timun atau Miji Timun, salah satu motif pamor yang bentuknya serupa deretan biji ketimun, letaknya di tengah bilah keris atau tombak dari pangkal sampai ujung. Ditinjau dari segi teknik pembuatannya tergolong pamor mlumah dan pamo rekan. Bagi yang percaya, pamor ini memiliki tuah dapat membuat pemiliknya memiliki wibawa dan ketenaran dalam lingkungan masyarakat.

pamor ngulsem

Pamor Kulit Semangka, adalah salah satu pamor yang relatif banyak dijumpai selain pamor wos wutah. Dinamakan kulit semangka karena memang bentuknya mirip alur/pola yang terdapat di kulit buah semangka. Sebagian pecinta keris percaya bahwa pamor ini mempunyai tuah yang dapat memperluas pergaulan pemiliknya.

Ditawarkan sesuai dengan foto, video dan deskripsi yang tertera.

Contact Person :
 

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Pin BB : 5C70B435  Email : admin@griyokulo.com

————————————

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *