Mahar : 5,000,000,-(TERMAHAR) Tn. H Banyuwangi
- Kode : GKO-215
- Dhapur : Brojol
- Pamor : Ketip
- Tangguh : Tuban Mataram Abad XV
- Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No : 191/MP.TMII/III/2017
- Asal-usul Pusaka : Pekalongan, Jawa Tengah
- Keterangan Lain : ketip corok sangat langka (panjang bilah 41 cm)
Ulasan :
Sing sapa durung ngerti lamun piyandel iku kanggo pathokaning urip, iku sejatine durung ngerti lamun ana ing donyo iki ono sing ngatur……
(siapa yang belum paham, lalu menganggap sipat kandel itu sebagai rambu-rambu hidup, yang demikian itu sesungguhnya belum memahami bila di dunia ini ada “Yang Mengatur”)…
SURATMAN KETIB COROK, Nama Suratman bukanlah nama dhapur atau pamor keris, karena memang jika kita membuka buku/literatur tentang perkerisan tidak diketemukan. Tetapi dengan menyebut namanya, orang yang telah paham ( terutama di pesisir utara jawa tengah) akan langsung tahu, bentuk keris dan pamor yang seperti apa yang dimaksud. Dhapurnya kebanyakan adalah dhapur brojol dan tilam upih, dengan pola hiasan motif seperti mata uang kuno berderet di bilahnya. Pola hiasan pamor tersebut ada dua jenisnya, pertama yang biasa adalah seperti koin mata uang disusun dengan jarak-jarak tertentu dan jenis kedua seperti koin mata uang disusun berderet rapat, ada bagian yang saling menumpuk satu sama lain atau disebutnya lethrek. Motif koin pada keris suratman ketip juga mempunyai keunikan lain karena selalu berjumlah ganjil (pada pusaka ini berjumlah 41), apakah pemilihan jumlah koin yang ada melalui perenungan spiritual tertentu? atau hanya acak menyesuaikan panjang bilah? dan keunikan yang lain apabila diperhatikan dengan seksama, motif setiap koin yang menempel di sisi bilah sebelah depan dan belakang ternyata tidak sejajar tingginya (selang-seling) tetapi jumlahnya sama.
Sedangkan keris Corok adalah keris yang tidak biasa, pada umumnya panjang keris jawa kurang dari 40 cm, apabila ada yang lebih panjang dari itu maka disebut Keris Corok. Selain panjang dan besarnya tidaklah umum seperti keris Jawa lainnya, Keris Corok dipercaya mempunyai kekuatan spiritual atau isoteri yang lebih hebat dan lebih kuat dari Keris ukuran standar. Maka dari itu banyak yang memburu keris corok untuk dijadikan piyandel.
Suratman Ketip bermakna surataning manungso kedah eling titahipun ingkang Pangeran. Jika dikupas lebih dalam, banyak hal bisa dipelajari dibalik makna tersebut. Eling Marang Gusti “Selalu Dekat dengan Tuhan”. Eling adalah ingat sampai ke pengertian hakiki. Ingat dalam arti tidak lupa dan melupakan. Eling disini juga bermakna kesadaran penuh, tidak lupa daratan, serta akan selalu ingat akan jati diri. Sikap orang yang eling jauh dari kata mengabaikan, melalaikan, menyepelekan secara sadar, ataupun melupakan dengan sengaja. Perwujudan sikap eling diantaranya mencakup beberapa hal :
Eling Sing Ngenekake, Artinya ingat kepada yang menjadikan manusia ada di dunia. Manusia bisa hidup di dunia karena kehenda Tuhan. Ketiadaan manusia di dunia juga karena Tuhan. Jika manusia ingat akan hal ini, ia semestinya sadar tanpa kehendak Tuhan, dirinya tak berdaya. Manusia hanya satu dari jumlah sekian hal tak terbatas di alam raya ini. Hidup dan matinya manusia beserta mahkluk lainnya ada di tangan Tuhan. ketika seorang “eling sing ngenekake”, ia akan selalu berusaha menaati perintah (titah) Tuhan dengan berprilaku seperti yang telah di tetapkan-Nya.
Eling Sing Peparing, Artinya ingat kepada yang memberi rizki. Tuhan selalu melimpahkan rizki kepada seluruh mahkluknya. Tuhan “peparing” (memberikan rizki) dalam bentuk apapun yang tak di sangka, asalkan sebagai manusia selalu berusaha. Seorang yang selalu ingat dengan ini akan selalu berusaha mendekatkan diri kepada-Nya.
Eling Sing Nyirnaakae, Artinya ingat kepada yang mematikan. Selain Maha Pemberi, Tuhan lah yang menghilangkan, melenyapkan, memusnahkan, atau menghancurkan segala sesuatu. Manusia yang ingat akan hal ini akan berbuat hal baik agar kelak di waktu meninggal dalam kebaikan.
SIAPAKAH EMPU SURATMAN? Konon Empu Suratman adalah putra dari Empu Kuwung, Pajajaran yang terkenal menurunkan Empu-Empu hebat seperti Empu Bekeljati, Empu Salahita, Empu Paniti. Empu Suratman hidup di era pasca keruntuhan Majapahit, dan tinggal di Tuban. Ciri-ciri keris buatan Mpu Suratman menurut redi sutan disebutkan ; gonjo sebit rontal, sirah cecak semu ndengkek membawa nuansa Majapahit, gandhik pendek agak miring pejetan amboto rubuh, jika membuat sogokan luwes sekali, dalam rasa perabaan besinya padat, pamornya ondo agung gumebyar menimbulkan decak kagum yang luar biasa.
PAMOR KETIP, Dalam banyak budaya pada umumnya orang-orang melambangkan uang dengan lingkaran. Uang melambangkan kekayaan atau kemakmuran. Dalam kepercayaan lain uang berfungsi sebagi simbol penebus segala kekurangan yang ada, yang menggerakkan ekonomi dan kehidupan manusia. Hal lain yang perlu disadari adalah semakin banyak koin, semakin berat. Itulah salah satu hal yang bisa disejajarkan dengan kehidupan kita masing-masing. Semakin kita memiliki kelebihan, semakin besar pula tanggung jawab yang kita miliki baik kepada Sang Pencipta maupun kepada sesama.
Sebagai tanda terima kasih kita kepada Sang Maha Pemberi, maka wajiblah kita mensyukuri atas nikmat yang telah diberikan. Semua yang kita lakukan dan kita miliki tidaklah lepas dari nikmat-Nya. Rasa syukur ini akan mengingatkan kepada kita banyak hal, diantaranya : semua yang ada didunia ini adalah milik Allah, bukan milik kita, sekalipun saat ini kita bisa merasakan atau memiliki nikmat yang diberikan tersebut hanyalah sekedar titipan, semua pasti akan kembali pada-Nya. Rasa syukur akan menambahkan nikmat yang sedikit, dan akan melipat gandakan sesuatu yang jumlahnya banyak.
Adapun mengenai besarnya harta yang dimiliki, sebenarnya ada hak orang lain dalam harta kita. Dan dengan semangat mau berbagi berarti kita sudah berlaku adil atas rizki kita dan memantaskan diri untuk menerima nikmat yang lebih. Hidup akan lebih berarti dengan berbagi. Alangkah indahnya hidup ini jika masing-masing kita menyadari akan eksistensi keberadaan kita di dunia ini.
Dialih-rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.
Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan
Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Pin BB : D403E3C3 Email : admin@griyokulo.com
————————————











