Kolomisani

10590558_1712292255668741_9142982091114899016_n

Mahar : 2,950,000, – (TERMAHAR) Tn. S Medan


 keris-kalamisani keris-kolomisani
  1. Kode : GKO-173
  2. Dhapur : Kalamisani
  3. Pamor : Banyu Tetes
  4. Tangguh : Mataram Abad XV
  5. Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No : 477/MP.TMII/IX/2016
  6. Asal-usul Pusaka : Purbalingga, Jawa Tengah
  7. Keterangan lain : Warangka gayaman timoho iras

 timoho-iras setifikasi-kolomisani

Ulasan :

KALAMISANI, merupakan salah satu bentuk dhapur keris lurus dengan kelengkapan ricikan sebagai berikut: kembang kacang, lambe gajah dua, tikel alis, gusen, kruwingan dan greneng. Sepintas mirip dengan dhapur sinom, perbedaannya mirip dengan parungsari dan sengkelat, dimana dhapur kalamisani mempunyai lambe gajah dua sedangkan sinom mempunyai lambe gajah satu. Termasuk dhapur yang banyak ditemui karena dulunya sering digunakan sebagai pusaka tayuhan atau piandel.

FILOSOFI, Wayang merupakan filosofi hidup manusia yang selalu memiliki bayangan. Seperti cerita tentang keris dalam dunia pewayangan, yakni keris Kala Misani. Selain mewariskan keris Sengkelat, Prabu Salya juga memberikan sebuah keris kepada adik perempuannya Dewi Madrim. Keris itu bernama Kia Kalamisani dan diberikan sebagai kancing gelung atau lambang amanat serta bentuk restu dari leluhur kepada seorang laki-laki, suami Madrim. Dewi Madrim kemudian bersuami Pandu Dewanata dan memperoleh keturunan dua orang Satria Kembar Raden Nakula dan Raden Sadewa. Kelak keris Kiai kala Misani diwariskan oleh raden Sadewa. Ketika Gatotkaca diangkat menjadi senopati pada hari kelimabelas, ia dipinjami keris Kiai Kalamisani oleh Raden Sadewa pamannya. Karena ternyata keris Kiai Kala misani tidak cocok dengan Gatotkaca, dan memang sudah takdirnya, Gatotkaca harus gugur oleh senjata kunto, panah adipati Karna.

Kalamisani ratuning wisa, ditafsirkan sebagai keadaan manusia semenjak masih di alam ruh, kehidupan di dunia tatkala ruh dan raga menyatu (kelahiran), maupun setelah kematian. Di alam ruh ia bagai cahaya kebiruan yang jernih, bening, suci tak bernoda. Tatkala mengembara di dunia, nafsunya yang menyenangi pesona dunia, dapat menjadi racun yang menyebar dalam kehidupannya. Bisa atau racun itu dapat bermanfaat bagi kehidupan, sebaliknya kehidupan yang semula tenang juga bisa berubah menjadi racun. Namun sesungguhnya ia memiliki kekuatan tersembunyi yang disebut arta daya atau kebijaksanaan, yang mampu menjadi sumber kekuatan yang luar biasa, dengan selalu mengingat pada asal mula dan jati dirinya. Keris ibarat suatu tuntunan hidup. Hidup harus lurus, kuat. Itulah gambaran keris lurus. Kuat dalam prinsip, tetapi harus luwes dalam pelaksanaannya.

gandik-kalamisani sor-soran-kalamisani

TANGGUH MATARAM, dari material besi, bahan pamor serta uletan garapnya langsung dapat didapuk sebagai keris Mataram, pun begitu dari pasikutan yang ada gonjo terlihat sebit rontal khas keris-keris mataram, dengan ditambah sedikit eksen pada bagian sirah cecak, sehingga jika dilihat dari samping seolah memiliki janggut ke depan, tampil nyatrio berwibawa. Keunikan lainnya adalah bentuk sogokan rangkap yang mungkin secara sengaja dibuat sang empunya lebih panjang daripada keris-keris Mataram pada umumnya, seolah ingin menegaskan sesuatu. Bentuk kembang kacang yang nyunthi dengan jalen dan lambe gajah dua yang tegas melintang menambah karakternya sendiri. Warangka terbuat dari kayu timoho gandar iras dengan motif sampir yang menyertai keris kalamisani ini pun kami pandang sudah pantas mendampingi.

PAMOR BANYU TETES, atau dalam bahasa jawa disebut tetesing warih, adalah salah satu bentuk gambaran pamor yang menyerupai tetesan tetesan air yang tidak teratur. Pamor banyu tetes tergolong pamor mlumah dan tidak pemilih, siapa saja cocok memilikinya. Dipercaya mempunyai tuah yang baik untuk membantu pemiliknya mendapat jalan kemudahan di tengah kesulitan-kesulitan, untuk tidak memiliki rasa lelah dan rasa bosan untuk menggapai suatu impian.

Seringkali dalam sebuah tosan aji, seperti tombak, keris, pedang diketemukan pamor wirasat yang spesifik diantara pamor dominan. Pamor Wirasat ialah pamor yang mempunyai bentuk dan nama beraneka macam dan juga berkhasiat. Pamor wirasat ini, dianggap berkah dari yang Maha Kuasa, karena dalam prosesnya muncul tanpa rekayasa sang Empu (tiban). Tak heran digemari oleh mereka para pemburu isoteri. Seperti keris Kalamisani ini mempunyai beberapa pamor tiban, diantaranya :

PAMOR PASU ALAM, pusar-pusar di sirah cecak, jika mencari keuntungan lekas dapat.

pamor-pasu-alamimg_20160928_095957

PAMOR BATU LAPAK, pamor di belakang gandik atau di gandiknya yang berbentuk pusar-pusar, berkhasiat kewibawaan dan mendatangkan kekayaan.

pamor-batu-lapakpamor-batu-lapak

PAMOR JANTUNG, pusar-pusar sebuah dikelilingi pamor lain di tengah bilah, tuah : selamat dalam hidup dan terus untung.

pamor-jantungimg_20160928_101952

hidup adalah mempertahankan diri………

 

Ditawarkan sesuai dengan foto, video dan deskripsi yang tertera.

Contact Person :
 

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Pin BB : 5C70B435  Email : admin@griyokulo.com

————————————

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.