Keris Tayuhan

termahar griyokulo

MAHAR : Rp.1,666.666 ,-(TERMAHAR)


tangguh kartasura tangguh kartosuro

 

  1. Kode : GKO-56
  2. Dhapur : Tilam Upih
  3. Pamor : Nggajih
  4. Tangguh : Kartasura Abad XVIII
  5. Asal-usul Pusaka : Yogyakarta
  6. Sertifikasi Pusaka : Optional
  7. Panjang Wilah : 34,5 cm
  8. Panjang Pesi : 7 cm
  9. Panjang total : 41,5 cm

Ulasan :
 
katalog tilam uih kartosuro
Keris Tayuhan  merupakan  sebutan bagi keris yang dalam pembuatannya lebih mementingkan soal isoteri (tuah) daripada keindahan garap, pemilihan bahan besi dan pembuatan pamornya. Keris semacam itu biasanya mempunyai kesan wingit, angker, memancarkan perbawa dan ada kalanya menakutkan. Dhapur keris tayuhan biasanya sederhana, misalnya tilam upih, jalak dinding, kebo lajer, bukan jenis dhapur yang mewah semacam naga sasra atau singo barong.
 TAYUHAN
Sumber : Ensiklopedi Keris

Apabila kita amati pasikutan keris ini dan mencoba digambarkan dengan karakter manusia adalah tampak nyatriya, terkesan seperti seorang satriya, tetapi tindak tanduknya agak kasar. Pada bilahnya banyak terdapat kandungan baja (terkesan kuat) dan pasir besi (terkesan kasar), tetapi jangan salah sangka terlebih dahulu karena ternyata apabila bilah disentil dari sisi manapun akan mengeluarkan resonansi suara tinggi yang nyaring pertanda matang tempa.

 
tilam upih pamor tambal tilam upih pamor titipan
 –
Salah satu keunikan sehingga keris ini layak “diduga” sebagai keris tayuhan, selain material yang “biasa” adalah adanya “pamor tambal/titipan’ pada bilah. “Pamor tambal/titipan” ini terlihat jelas ketika bilah diputihkan. Dari bilah yang diputihkan tampak tiga tambalan berbentuk bulatan yang berjarak/spasi sama. Nuansa bentuk berupa setengah lingkaran pada sisi tajamnya jika di dalam pedang disebut “bolang“. Kami meyakini tiga tambalan dengan jarak yang sama sengaja dibubuhkan dengan tujuan tertentu. Kenapa berjumlah 3 (tiga)? Kami pun hanya bisa menduga-duga saja, angka 3 (tiga) merupakan simbol rahasia Sang Pencipta, dimana Rejeki, Jodoh, Hidup dan Mati sudah ada yang mengaturnya. Angka 3 (tiga) juga simbol lakon urip ada kelahiran, ada pernikahan dan ada kematian.
 
Besi akan bereaksi dengan cairan warangan menjadi gelap sedangkan meteorit/nikel tidak. Dari segi material pamor tambal/titipan yang berwarna putih bisa diduga merupakan besi kamboja bukan bahan pamor seperti meteorit/nikel. Menurut buku bab Dhuwung I karangan Darmasugita besi kamboja berwarna putih pantang ditempa bersama besi pulosani ( besi berwarna kehijau-hijauan samber lilen dan halus) sehingga bisa dimaklumi apabila pada bilah keris ini ditempa dengan pasir besi. Tuahnya seperti seorang raja, dihormati dan dicintai banyak orang, sedangkan pantangannya adalah berbuat jahat menjauhkan diri dari perbuatan maksiat.
 gandik tilam upih IMG-20150823-WA0009
 –
Keunikan yang lain adalah, bilah ini tampak nggigir sapi, menurut pakem dhapur tilam upih tidak memiliki ada-ada. Atau itu bukanlah suatu ricikan, kesan nggigir sapi tersebut  karena pasir besi yang ditempa sudah “kalah” terkorosi terlebih dahulu. Atau ada-ada yang ada sebenarnya hanya masalah teknik pembuatan, dimana dijaman Empu Brojoguno sering disisipkan besi pada wilah untuk memperkuat bilah (pada jaman itu sering digunakan untuk keperluan perang). Semuanya kami kembalikan kepada anda, apapun keris tangguh Kartasura sama hal nya dengan tangguh Pajang, layak dikoleksi karena umur kerajaannya tidak panjang, otomatis  jarang tersedia di pasaran.

Dialih-rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.


Contact Person :
 

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Pin BB : 5C70B435  Email : admin@griyokulo.com

————————————

 

 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *