Carubuk Mayang Mekar Wengkon Kiai Jaya Langkara

10590558_1712292255668741_9142982091114899016_n

Mahar : ?,- (TERMAHAR) Tn. D Surabaya


 carubuk mayang mekar wengkon keris carubuk madura sepuh
  1. Kode : GKO-125
  2. Dhapur : Carubuk (Kiai Jaya Langkara)
  3. Pamor : Mayang Mekar Wengkon
  4. Tangguh : Madura Sepuh Abad XIII
  5. Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No : 192/MP.TMII/III/2016
  6. Asal-usul Pusaka : Rawatan/Warisan Turun Temurun
  7. Keterangan Lain : Warangka kayu cendana, Pendok dan mendak lapis emas, Kolektor Item

 gayaman solo sertifikasi museum pusaka tmii madura sepuh

Ulasan :

CARUBUK, kadang-kadang disebut Crubuk, salah satu dhapur keris luk tujuh. Ukuran panjang bilahnya sedang, biasanya nglimpa, tanpa ada-ada. Keris ini memakai kembang kacang, lambe gajah satu, selain itu memekai sraweyan dan greneng. Ricikan lainnya tidak ada. Menurut cerita rakyat, bentuk keris dhapur Carubuk dibabar oleh Empu Supo Anom alias Jaka Supa atas pesanan Kanjeng Sunan Kali Jaga, salah satu wali songo yang tersohor. Menjadi sebuah Pasemon (perlambang) bahwa masuknya Islam di Jawa tidak bisa meninggalkan budaya dan kearifan lokal. Tak heran bagi sebagian pecinta keris, dhapur Carubuk baik dimiliki oleh mereka yang berkecimpung di bidang agama dan ilmu kebatinan atau spiritual. Tapi menurut Serat Centini, dhapur Carubuk diciptakan Empu Mayang pada zaman pemerintahan Prabu Dwastaratha (Tahun Jawa 728), raja Astina dalam pewayangan.

 crubuk sepuh keris crubuk

Dalam filosofi jawa luk tujuh disebut “pitu” yang dalam jarwo dosok bisa berarti pitutur, piwulang, dan pitulungan, yaitu ajaran yang baik, petunjuk atau pertolongan. Angka tujuh bagi penduduk Nusantara, terutama masyarakat Jawa, merupakan angka keramat yang memiliki makna ketentraman, kebahagiaan, kewibawaan dan kesuksesan. Angka tujuh dapat dipersamakan dengan jumlah lapisan langit (sap) hingga seluruhnya ada tujuh, demikian pula dengan hari dalam seminggu yang terdiri dari 7 hari. Atau kesempurnaan dan selamatan anak dalam kandungan dilakukan hitungan bulan ke-7 (pitonan), dalam upacara kematianpun dilakukan peringatan pada hari ke-7 (pitung dinanan).

 pamor mayang mekar winengku pamor mayang mekar

TANGGUH MADURA SEPUH, selalu mendapat tempatnya tersendiri di hati para penggemar dan kolektor keris. Termasuk paling unik, karena periodesasinya panjang sekali dan sejak jaman dulu berpengaruh besar terhadap gaya dan bentuk keris-keris di Nusantara. Peta politik di Pulau Madura pun selalu berkaitan dengan dinamika yang terjadi di Pulau Jawa. Sejak zaman kerajaan Singosari, Arya Wiraraja misal, membantu tujuan politik Raden Wijaya mendirikan dinastinya Majapahit, hingga bedah mataram oleh Trunojoyo zaman Mataram Amangkurat memaksa Amangkurat Agung untuk meninggalkan keraton dan meninggal dalam pelariannya, tokoh-tokoh Madura  ikut andil dalam jalannya perpolitikan Jawa.

Belum ada pakem yang disepakati oleh seluruh insan perkerisan maupun para pakar tosan aji. Dengan dalil masing-masing, mereka bersilang pendapat mengenai keris Madura Sepuh. Kendati demikian perbedaan yang sejatinya semakin memperindah dialektika evolusi keris di Nusantara bukan tanpa titik temu. Adapun diantaranya terdapat pada tekstur pamornya, terkesan lebih nyekrak agal, keras, tegas dan kasar. Dimana lebih banyak diketemukan pamor Kulit Semangka, tentu juga dijumpai keris Madura Sepuh dengan pamor miring dengan motif sekar-sekaran. Besinya terkesan kering seperti kurang wasuhan, warnanya hitam pucat kehijauan, penampang ganjanya datar dan lurus. Jika dalam bentuk keris lurus cenderung tebal, sementara keris luk relatif panjang dengan luk dari pangkal bilah sampai ke ujung tampak simetris.

mayang mekar wengkon pamor mayang mekar wengkon

PAMOR MAYANG MEKAR WINENGKU, merupakan salah satu motif pamor yang tergolong langka karena pembuatannya tidak gampang. Pamor ini tergolong pamor rekan, yakni pamor yang dibuat sesuai dengan rancangan sang Empu. Bentuknya indah, seperti daun seledri dengan penambahan garis yang membingkai tepi bilah. Menurut sebagian pecinta keris, keris dengan pamor Mayang Mekar Winengku (wengkon) mempunyai tuah yang bisa membuat pemiliknya dikasihi oleh orang sekelilingnya, luwes dalam pergaulan, mudah mendapatkan pengikut, dan bahkan ada yang sangat mempercayai dapat digunakan untuk memikat lawan jenis. Walaupun penampilannya indah dan menyenangkan serta banyak dicari, pamor ini tergolong pamor pemilih, tidak semua orang dapat cocok untuk memilikinya.

Tidak ada kata yang lebih tepat untuk melukiskan kekaguman mengenai keindahan garap keris Carubuk dengan pamor Mayar Mekar Winengku ini. Barangkali kata yang paling mendekati adalah sebuah “mahakarya” (masterpiece) di atas rata-rata. Sang Empu ibarat seorang pujangga dengan penuh totalitas  mengguratkan “teks” yang dapat dibaca sebagai doa maupun harapan. Orang yang memiliki dan “memeliharanya” merupakan pewaris misi yang akan menterjemahkan dan mengaktualisasikan pesan-pesan dari “teks” keris dalam kehidupan sosialnya. Merawat keris dapat dikatakan sebagai merawat “doa dan harapan”, karena orang yang merawat keris merasa yakin akan mendapat limpahan kekuatan (tuah) untuk mewujudkan misi yang ditanamkan oleh sang Empu.

JAYA LANGKARA, menggambarkan keindahan dan nilai-nilai seorang laki-laki yang baik; “Keturunan seorang terhormat harus memenuhi tujuh syarat yang tidak boleh ditinggal. Pertama, dia harus berasal dari keturunan yang baik; kedua, dia harus pintar; ketiga, bisa mengendalikan dirinya; keempat, dia harus menguasai sastra; kelima, mempunyai pandangan yang luas; keenam, harus tekun beribadah; ketujuh, bisa memanfaatkan semua kelebihannya tanpa ragu-ragu. Itulah ketujuh hal yang jangan ditinggalkan.

Sangat cocok bagi Panjenengan yang mencari sebuah Keris Pusaka dalam hal material, garap dan angsar yang baik. Terlebih keris ini adalah termasuk pusaka rawatan turun temurun yang jelas kepemilikan sebelumnya.

Pamor boleh jadi memudar, besi bisa saja terkikis dan warangka mungkin akan hancur digerogoti sang waktu, tetapi pemahaman atas filosofi dan nilai-nilai luhur sebilah keris akan selalu hidup dalam pikiran dan hati kita untuk  diturunkan pada generasi selanjutnya.

Dialih-rawatkan (dimaharkan)  sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.
 

Contact Person :
 

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Pin BB : 5C70B435  Email : admin@griyokulo.com

————————————

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *