Sabuk Inten

10590558_1712292255668741_9142982091114899016_n

Mahar : 3,250,000,- (TERMAHAR) Tn S Manado


 filosofi sabuk inten sabuk inten
  1. Kode : GKO-152
  2. Dhapur : Sabuk Inten
  3. Pamor : Beras Wutah
  4. Tangguh : Mataram Abad XVII
  5. Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No : 264/MP.TMII/V/2016
  6. Asal-usul Pusaka : Palembang, Sumatera Selatan

 pendok trawangan sertifikasi sabuk inten

Ulasan :

SABUK INTEN, Dari beberapa keris legendaris yang sering kita dengar salah satu diantaranya adalah Sabuk Inten. Nama dhapur Sabuk Inten terkenal sejak 1970-an, karena disebut-sebut dalam buku cerita silat Jawa berjudul Nagasasra Sabuk Inten karya S.H. Mintardja. Lalu seperti apakah keris Sabuk Inten itu? Sabuk Inten adalah salah satu bentuk dhapur keris luk sebelas. Ukuran panjang billahnya sedang, permukaan bilahnya nglimpa. Keris ini memakai kembang kacang dan lambe gajah. Ricikan lain yang terdapat pada keris Sabuk Inten adalah sogokan rangkap, sraweyan, dan ri pandan atau greneng. Sabuk Inten dianggap dhapur keris yang wajib dimiliki oleh seorang kolektor, tak heran hingga kini masih tetap menjadi buruan penggemar tosan aji.

Sabuk dari bentuknya yang panjang itulah nilai-nilai filosofi luhurditanamkan, mengisyaratkan ikat pinggang kehidupan manusia adalah rasa bersabar atau jadilah manusia yang sabar, erat kaitannya dengan peribahasa jawa “dowo ususe” atau panjang ususnya yang berarti sabar dalam segala hal. Sabuk (ikat pinggang) dikenakan dengan cara dilingkarkan (diubetkan) ke badan. Ajaran yang tersirat adalah manusia harus bersedia untuk tekun berkarya guna memenuhi kebutuhan hidupnya (ubed  nyambut gawe).

Inten itu sendiri artinya adalah sebagai bentuk hasil pencapaian dari segala jerih payah yang dicari selama ini. Sabuk inten adalah lambang atau harapan dapat membantu pemiliknya yang memiliki ambisi besar dalam mengejar kemajuan pangkat/derajat atau tingkat sosial tertentu. Sabuk Inten di masanya merupakan salah satu dapur keris yang melambangkan kemakmuran dan kemewahan.
PAMOR BERAS WUTAH, Pamor ini adalah salah satu jenis yang paling banyak dibuat sehingga saat ini adalah jenis pamor yang paling banyak diketemukan. Secara fisik pamor Beras Wutah memperlihatkan motif butiran beras tumpah. Secara filosofis, Beras Wutah menggambarkan kondisi, doa, harapan dan keinginan sang pembuat keris akan kehidupan yang berkecukupan serta rejeki berkelimpahan.
keris luk 11 keris sabuk inten
pamor kelem wos wutah

TANGGUH MATARAM, keris, tombak, pedang pada masa ini relatif banyak diketemukan hingga saat ini. Dari pengamatan visual, keris sabuk inten ini tampil dengan penuh kebersahajaan (sederhana) mulai dari sandangan atau perabot hingga ke tampilan pamor. Di dalam rasa kesederhanaan kita bisa melihat karakter luk yang bisa dikatakan utuh dengan tampilan simetris, bentuk sekar kacang besar menyerupai paruh burung, tikel alis yang tegak lurus, bagian sirah cecak seolah memiliki janggut dengan miring ke depan serta sedikit pemanis dengan eksyen lengkungan (tungkakan?) di belakang ganja. Sangat cocok pagi Panjenengan yang menginginkan sebuah keris dengan mahar terjangkau.

Dialih-rawatkan   sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.

 

Contact Person :
 

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Pin BB : 5C70B435  Email : admin@griyokulo.com

————————————

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *