Sengkelat

termahar logo griyokulo

MAHAR : Rp. 5.999.000,-(TERMAHAR) Mr. K Bekasi

 sengkelat keris sengkelat

  1. Kode : GKO-92
  2. Dhapur : Sangkelat
  3. Pamor : Beras Wutah
  4. Tangguh : Mataram Abad XVII
  5. Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No : 343/MP.TMII/XII/2015
  6. Asal-usul Pusaka : Kediri, Jawa Timur
  7. Keterangan lainnya : Pesi Tindik (emas?)

sertifikais sengkelat

Ulasan :

Membicarakan keris Sengkelat seolah tiada habisnya, apalagi keris yang satu  ini masuk daftar list urutan atas para kolektor untuk diburu dan dimiliki setelah keris Naga Sasra. Keris Sengkelat merupakan sanepa (perlambang) masuknya Agama Islam di Pulau Jawa tidak bisa meninggalkan budaya dan kearifan lokal. Sengkelat adalah juga simbol lahirnya kerajaan Demak dan surutnya Majapahit.

Keris Luk Tiga Belas

Karena tujuan hidup manusia adalah kembali kepada Sang Empunya hidup, maka dari itu harus menyadari benar segala sikap dan tindakannya selama di dunia, apakah sudah mengarah kepada jalan yang benar dan selaras dengan kehendak Ilahi ataukah belum. Kisah keris Sengkelat ini dalam budaya Jawa mengandung falsafah yang amat tinggi. Banyak dimensi yang bisa dikupas, baik dari sisi fisik, filosofi, keagaman, moral, dan lain sebagainya. Oleh karena itulah, bukan tanpa sebab Keraton Kasultanan Yogyakarta menempatkan Keris Sengkelat juga secara khas dan khusus. Keris ini konon hanya dikenakan oleh Sultan pada waktu upacara yang berkaitan dengan seremonial keagamaan. Ini tidak lain dan tidak bukan lantaran Keris Sengkelat yang berluk tiga belas ini mempunyai semangat kehidupan yang bermakna mencari arti kehidupan setelah kematian. Las-lasaning urip (akhir kehidupan), manusia harus kemana dan bagaimana mempersiapkannya. Seterusnya, banyak legenda yang menyertai Sengkelat ini menjadi keris yang sangat terkenal.

sor-soran kerisujung wilah

Tangguh Madiun Era Mataram

Madiun sama sekali tidak dapat dipandang sebelah mata, ketika orang berbicara tentang perkerisan. Sejarah Madiun adalah sejarah keris dan tosan aji. Hampir semua peristiwa bersejarah di kabupaten ini, selalu berhubungan dengan keris. Bahkan kabupaten Madiun menggunakan icon keris persis di tangahnya dalam lambang kotanya. Tapi, sebagaimana lazimnya sejarah keris, perkembangan senjata yang satu ini pada suatu daerah akan sangat ditentukan berbagai hal, termasuk diantaranya karakter masyarakat, situasi politik, peta kekuasaan dan lain sebagainya. Karena setelah Pajang sebagai kelanjutan Demak runtuh, Mataram sebagai kerajaan yang masih muda, menjadi ancaman bagi kerajaan kecil atau kadipaten-kadipaten di Jawa Timur yang berdiri sendiri, termasuk Madiun yang enggan diperintah Mataram, sehingga mereka perlu memperkuat diri – antara lain dengan cara membuat sebanyak mungkin senjata seperti keris dan tombak. Keris  Madiun memang diciptakan sesuai zaman dan keadaan masa itu yang penuh dengan pergolakan, dimana tidak terlalu mementingkan keindahan garap.

Banyak orang yang mencibir seputar keris Madiun, selain bentuknya dianggap agak aneh (wagu) dari pakem pada umumnya, juga tak banyak ditemukan keris tangguh madiun yang mewah. Kalau toh ada yang berkinatah emas, biasanya detil ukirannya kurang rapih dan batas tepi emas tak beraturan. Namun juga tidak bisa dipungkiri, bahwa dalam kesederhanaannya, sebagian besar keris-keris Madiun memiliki perbawa tersendiri. Atau dalam bahasa isoteri perkerisan, keris-keris tangguh Madiun itu terkesan nggegirisi dan angker. Dan memang sisi isoteri inilah yang dipercaya lebih menonjol dari keris-keris Madiun. Tak heran sejarah Madiun sangat berkaitan erat dengan senjata-senjata pusakanya yang sangat bertuah. Bahkan sekaliber Mataramnya Panembahan Senopati pernah dipermalukan dengan mengalami dua kali kegagalan menundukkan Purubaya (Madiun), yakni pada tahun 1587 dan 1589, diyakini hal ini berkat keampuhan sebilah keris pusaka, yakni Kanjeng Kiai Kala Gumarang. Hingga dengan taktik “pura-pura takluk” ekspansi Mataram berbuah kesuksesan. Kabarnya, sebagai peringatan atas peristiwa penguasaan Mataram atas Purbaya tersebut, maka sejak tanggal 16 Nopember 1950 nama Purubaya diganti menjadi Mbediyun atau Mediun.

Untuk menangguh suatu keris Madiun, kecocokan dengan besi sezaman bisa dijadikan parameter penilaian. Jenis besi dan pamor keris Sengkelat ini memiliki kemiripan dengan besi era Mataram. Keserupaan ini kemungkinan disebabkan oleh ketersediaan bahan besi yang ada pada masa tersebut, dan unsur distribusi dalam wilayah-wilayah kerajaan yang berkuasa.

tundung madiunkeris tundhung mediyun

Keris tangguh Madiun memang banyak diketemukan dalam bentuk luk tiga-belas. Untuk bisa menikmati “keangkeran” keris Sengkelat ini kita tidak perlu memiliki Sixth Sense (indera keenam) ataupun pembukaan mata batin. Bentuk luk yang gagah merbawani dan besi yang lembut hitam sudah memancarkan “aura wingit” tersendiri. Bentuk kembang kacang “mangan gandik” adalah salah satu singnature (penanda) keris Mediunan. Untuk tiap lekuk luk sengkelat ini bisa dibilang masih sempurna dari sor-soran hingga ke ujung, hanya saja pada bagian ujung sogokan sudah terkorosi hingga tembus, kemungkinan besar karena bentuk karakter sogokan yang dalam menjadikannya rentan untuk terkikis hingga berlubang. Yang menjadikan keris ini sedikit berbeda dengan keris lain adalah, diketemukannya sumpalan (emas?) di bagian ujung pesi. Tindik/sumpalan emas pada bagian ujung sebuah pesi tentulah bukannya tanpa arti (inskripsi). Bagi sebagian orang dipercaya memiliki daya linuwih (tuah) tertentu. Sebagai contoh ada kepercayaan pada masa lampau, keris yang ditindik emas dipercaya bisa melunturkan kesaktian musuh, dapat juga dipahami masuk sebagai tataran psikologis pemiliknya, dimaknai sebagai panutan, pengingat dan harapan. Misal tindik yang ada dianggap sebagai sebuah ikhktiar untuk menambal kekurangan yang ada dimana prinsipnya menjadikan yang kurang baik menjadi lebih baik dalam mencapai sebuah tujuan yang dicita-citakan.

pesi tindik emaspesi tapak jalak

Aminnn…..

Ditawarkan sesuai dengan foto, video dan deskripsi yang tertera.

Contact Person :
 

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Pin BB : 5C70B435  Email : admin@griyokulo.com

————————————

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *