Jalak Sangu Tumpeng

10590558_1712292255668741_9142982091114899016_n

Mahar : 1,975,000,- (TERMAHAR) Tn.  UCR Yogyakarta


 keris JST JST
  1. Kode : GKO-133
  2. Dhapur : Jalak Sangu Tumpeng
  3. Pamor : Kulit Semangka
  4. Tangguh : Madura Abad XVI
  5. Sertifikasi : Museum Pusaka TMII No : 203/MP.TMII/III/2016
  6. Asal-usul Pusaka : Solo, Jawa Tengah

 ladrang solo sertifikasi jst

Ulasan :

JALAK SANGU TUMPENG – Dalam dunia perkerisan, beberapa dapur jalak yang kita kenal umumnya adalah Jalak Ngore, Jalak Dinding, Jalak Nyucup Madu, dan Jalak Sangu Tumpeng. Salah satu yang sangat populer adalah dapur Jalak Sangu Tumpeng (JST). Disebut populer karena sering ditemukan dapur ini disimpan sebagai pusaka keluarga.  Jalak merupakan burung yang sangat dekat dengan kehidupan manusia, burung yang pandai dan rajin mencari makan, peka terhadap lingkungan serta tidak merugikan yang lain dalam berhubungan atau sering disebut bersimbiosis mutualisme (saling menguntungkan). Tumpeng sering digunakan sebagai wujud terima kasih atas nikmat Tuhan yang diberikan dan dapat ditemui pada berbagai acara syukuran. Nama Jalak Sangu Tumpeng secara gamblang dapat diartikan sebagai Burung Jalak yang Berbekal Tumpeng (nasi yang dibentuk seperti gunung) dengan segala lauk pauknya dalam sebuah nampan. Hal tersebut tentunya aneh dan tak masuk akal. Apa maksud dari pernyataan burung jalak yang berbekal nasi tumpeng? Dimana letak kewajarannya? Jika keliru menafsirkan, bisa jadi JST diartikan sebagai symbol keserakahan dan orang yang memaksakan diri.

 Apabila dikaji lebih lanjut maka JST memiliki makna yang dalam yaitu agar dalam hidup si pemilik hendaknya bisa membawa manfaat positif bagi orang banyak dan tidak lupa bahwa rezeki itu dijamin oleh tuhan YME bagi orang yang berusaha meraihnya serta selalu berterimakasih kepada-NYA atas limpahan rejeki yang telah diberikan. Hal-hal yang tersirat dalam dapur JST merupakan pandangan dan pegangan hidup untuk mencapai sukses dalam bekerja dan berusaha. Sehingga, nilai-nilai yang terkandung dalam dapur ini, menjadikannya sebagai simbol pusaka dalam mencari nafkah. Sesorang yang menyimpan keris dapur ini, seolah menyimpan nilai-nilai ajaran yang dapat digunakan sebagai pandangan hidup. Keris JST seringkali diberikan orang tua kepada anaknya ketika hendak merantau mencari rejeki atau dimiliki sebagai bekal dan pengingat dalam mencari rejeki yang berlimpah.

PAMOR KULIT SEMANGKA, termasuk pamor yang merakyat, jenis pamor ini sebagaimana namanya seperti kulit semangka. Dari segi teknik pembuatannya termasuk pamor mlumah. Dari segi niat termasuk dalam jenis dalam pamor tiban (tidak direkayasa, bukan pamor rekan). Pamor ini dipercaya memudahkan mencari rejeki dan mudah bergaul dengan siapa saja dan dari golongan manapun. Pamor ini tidak pemilih sehingga cocok dimiliki oleh siapa saja.

tangguh madura sepuhpamor madura

TENTANG TANGGUH, jika dilihat dari style/bentuk, karakter besi, trep pamor hingga rabaan keris ini kental sekali bergaya Madura. Walaupun di dekat sraweyan terdapat sedikit retakan dan pamor ngelokop namun secara keseluruhan keris JST ini masih layak sebagai koleksi (tontonan) yang sarat akan ajaran hidup (tuntunan) dalam mencari kerejekian yang dalam. Terlihat bersahaja dengan sandangan Lamen Ladrang Solo iras kayu Jati dengan pendhok Blewah.

Ditawarkan sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.

 

Contact Person :
 

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Pin BB : 5C70B435  Email : admin@griyokulo.com

————————————

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *