Keris Corok Temuan

Mahar : 5.555.555,-


1. Kode : GKO-523
2. Dhapur : Tilam Upih
3. Pamor : Wengkon Isen
4. Tangguh : Cirebon (Abad XVII)
5. Asal-usul Pusaka :  Temuan darat Majalengka
7. Dimensi : panjang bilah 55  cm, lebar gonja = 11,5 cm panjang pesi 8,5 cm, panjang total 63,5  cm
8. Keterangan Lain : keris corok sudah jarang ditemui, bonus singep


ULASAN :

KERIS COROK, Corok bukanlah nama sebuah dhapur keris, melainkan istilah ukuran untuk keris dengan panjang bilah di atas 40 cm, sedangkan keris standar biasanya kurang dari 37–40 cm. Jika keris patrem adalah keris yang berukuran lebih kecil atau lebih pendek dari ukuran normal, maka keris corok adalah kebalikannya (berukuran ekstra panjang). Keris corok dapat ber-dhapur apa saja (misalnya pada keris ini Tilam Upih) dengan proporsi bilah yang diperbesar namun tetap mempertahankan detail ricikan atau pakem yang sama.

Selain bentuknya yang lebih panjang dan besar, keris corok juga dipercaya memiliki esoteri yang lebih kuat dibandingkan keris berukuran biasa. Karena itu, keris jenis ini banyak dicari untuk dijadikan ageman atau piandel. Kelangkaan dan kepercayaan terhadap akan tuahnya turut menjadikan keris corok walau dengan kualitas setara memiliki nilai mahar yang lebih tinggi dibandingkan keris biasa. Dari segi penampilan, bilahnya yang panjang memberikan kesan kuat, gagah, perkasa, dan berwibawa. Konon, bahwa pada masa lampau keris corok dibuat khusus bagi para perwira perang. 

TANGGUH CIREBON, Budaya keris Cirebon bisa digolongkan ke dalam tiga era, yakni era Cirebon Sepuh (awal), era Cirebon Madya (pertengahan) dan era Cirebon Pungkasan (akhir). Ciri-ciri Cirebon sepuh mirip dengan keris-keris Pajajaran pada umumnya, bila kerisnya lurus, bilah tampak lebar namun tipis, jika kerisnya memakai luk, luknya kemba dan hemet (samar). Juga pada kualitas besi masih tinggi kandungan besi malela serta kualitas pamor berkesan ngapas kurang cerah. Keris-keris tersebut memang tidak mengutamakan estetika (garap) namun lebih ditujukan sebagai pusaka tayuhan, yang lebih mengutamakan sisi isoteri (tuah,angsar,yoni) sesuai aliran keagamaan pada waktu itu yang lebih ke arah tasawuf dan lahirnya tarekat Satariyah.

Pada era Cirebon Madya, pengaruh Mataram di tanah Priangan dan Cirebon semakin kuat. Tidak hanya pengaruh secara politik namun juga akulturasi budaya. Kondisi tersebut secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh kepada karakter kepusakaan di Cirebon. Semisal luk yang sebelumnya mengadopsi gaya Pajajaran, pada masa ini mulai muncul bentuk yang dinamis dimana luk mulai rengkol dan manis. Selain kembang kacang yang lebih mirip dengan telale (belalai) gajah, penggunaan ganja wulung (tanpa pamor), dan yang paling bisa dibedakan adalah ukuran panjang bilah keris yang mencapai 41-45 cm. Disebut dengan sebutan umum “keris corok” untuk membedakan dengan keris Jawa pada umumnya sekitar 33-38 cm.

Sedangkan pada era Cirebon akhir lebih banyak didominasi produksi masal senjata dan pusaka untuk mendukung peperangan melawan Kolonial Belanda.  Untuk menangguh suatu keris Cirebon, kecocokan dengan besi sezaman bisa dijadikan parameter penilaian. Jenis besi pada keris ini memiliki kemiripan dengan besi Mataram. Keserupaan ini kemungkinan disebabkan oleh ketersediaan bahan besi yang ada pada masa tersebut, dan unsur distribusi dalam wilayah-wilayah kerajaan yang berkuasa. Ditambah tangguh berdasarkan letak Geografis penemuan di sekitar daerah Majalengka, Jawa Barat yang notabene tidak jauh dengan Cirebon semakin melengkapi penangguhan.

PAMOR WENGKON ISEN, wengkon adalah pamor yang bentuknya  menyerupai garis yang membingkai sepanjang sisi pinggir bilah. Sedangkan isen dalam bahasa Jawa artinya adalah isian. Maksud pamor wengkon isen adalah bentuk pamor wengkon yang mempunyai isian pamor lain di dalamnya. Tuah pamor wengkon isen kira-kira hampir sama dengan pamor wengkon, Pola pamor ini melambangkan perisai, perlindungan, atau penangkal terhadap suatu malapetaka, penyakit, nasib buruk dan kejadian-kejadian yang tak terduga. Atau dalam isyarat lain merupakan wujud doa dan harapan akan tidak ada bahaya, tidak ada masalah dan tidak ada halangan (siro winengku, nir ing sambekolo). 

CATATAN GRIYOKULO, Tidak  mudah menemukan keris Jawa (Corok) dengan panjang bilah 55 cm lebar ganja 11,5 cm. Keris corok  tentu memiliki daya tarik tersendiri. Menariknya, keris corok berukuran besar ternyata tidak selalu dibuat sekadar untuk dikenakan. Dalam catatan mengenai perahu Kiai Rajamala pada masa Pakubuwana IV, terdapat keris corog berdhapur Parungsari, berluk 13, buatan Ki Brajaguna, dengan panjang bilah sekitar 60 cm dan panjang ganjanya ± 13 cm. Keris tersebut menjadi bagian dari perlengkapan perahu kerajaan, sebagai simbol penjaga fisik maupun spiritual, ditempatkan pada jagrag bersama sejumlah senjata lainnya, seperti trisula (tombak bermata tiga), wulan penanggal (tombak berbentuk bulan sabit), canggah (dipasang seperti tombak di ujung landeyan, hanya saja berbentuk lingkaran di ujungnya, merupakan alat untuk menangkap atau menggiring), serta nenggala (tombak berbentuk mirip kail primitif atau angka 2.

Riwayat keris Parungsari pembelah baita setidaknya memberi gambaran bahwa keris berbilah panjang dapat memiliki peruntukan khusus. Apakah keris corok ini juga dahulu dibuat untuk keperluan semacam itu? atau sekedar senjata perang yang sengaja dipendam, disembunyikan semasa kolonial usai perang kedongdong yang panjang di wilayah Cirebon dan sekitarnya, belum ada keterangan yang dapat memastikannya. Namun, melihat ukuran bilahnya yang mencapai 55 cm, bukan tidak mungkin keris ini menyimpan cerita yang lebih panjang daripada apa yang tampak pada bilahnya.

Dialih-rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.


🌍 Jelajahi Dunia Tosan Aji
🔍 Temukan kawruh yang tersembunyi
📚 Jurnal, majalah, buku, hingga serat-serat kuno kini tersedia di SINENGKER.COM
📖 Ayo sinau bareng!

👉 TEKAN UNTUK MASUK 🗝️


Contact Person :

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Email : admin@griyokulo.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *