Kujang Naga

Mahar : 3.500.000,-


1. Kode : GKO-522
2. Dhapur : Kujang Naga?
3. Pamor : Nyanak/Nggajih
4. Tangguh : Abad XX
5. Asal-usul Pusaka :  Garut, Jawa Barat
6. Dimensi : panjang bilah 16 cm, panjang pesi  5,5 cm, panjang total  21,5 cm
7. Keterangan Lain : belum diwarangi


ULASAN :

CATATAN GRIYOKULO, Bentuk kujang yang dihadirkan dalam katalog  GKO-522 kali ini tergolong unik. Diperoleh lokasian dari Garut, Jawa Barat bilahnya memiliki lengkungan yang bagian belakangnya terdapat semacam hiasan gerigi dengan ujung yang runcing, seolah menggambarkan leher seekor burung agraris. Pada bagian bawah perutnya terdapat tonjolan runcing, mirip dengan ekor. Jika dibayangkan bentuknya seperti seekor burung kuntul/bangau yang sedang terbang. Rasa penasaran inilah yang kemudian membawa penulis mencari referensi pembanding.

Dalam jurnal kolonial berjudul “Sedikit Tentang Kudi dan Cundrik” yang ditulis oleh G. A. J Hazeu, 1904 mencatat jika bentuk semacam ini (mirip gambar no 8, walau tanpa lubang) adalah kudi varian Pertama (Tipe A): varian yang lebih sederhana, yang berbeda dari kudi bares, terutama karena bilahnya memiliki lengkungan yang jelas dan ujung yang runcing. Bentuk tersebut menghadirkan kesan pada sosok hewan, terutama kepala burung atau, menurut sebagian orang, kepala naga, meskipun bentuknya tidak benar-benar menggambarkan hewan tersebut. Di antara jenis ini terdapat kudi berukuran besar, dengan panjang setidaknya 50 cm, seperti yang terlihat pada nomor 6 dan nomor 1 dalam gambar milik Dr. Snouck Hurgronje, serta nomor 8 dalam gambar milik G. A. J Hazeu. Ada pula kudi berukuran lebih kecil, dengan panjang sekitar 30 cm, seperti nomor 3 dan 5 pada gambar Dr. Snouck Hurgronje.

Kemudian, jika kita mengunjungi Museum Prabu Geusan Ulun, Sumedang terdapat salah satu koleksi kujang naga yang bentuknya mendekati koleksi GKO-522, yakni  dalam spesimen no 5 (dari kiri ke kanan) :

1. Kujang Wayang (no.inv.3.1609)
2. Kujang Naga (no.inv.3.1614)
3. Kujang Kuntul (no.inv.3.1603)
4.5. Kujang Naga (no.inv.3.16013, 3.16012)

Bagi penulis, justru di sinilah menariknya mengamati tosan aji Nusantara. Sebuah bilah tidak hanya mengundang kita untuk mengagumi bentuknya, tetapi juga mendorong kita menelusuri catatan lama, membandingkan koleksi, dan menyusun kembali kemungkinan-kemungkinan yang selama ini luput dari perhatian. Apakah GKO-522 lebih dekat dengan gambaran sosok naga, burung kuntul, atau memiliki karakter bentuknya sendiri? Pertanyaan tersebut masih terbuka untuk ditelaah lebih jauh, seiring ditemukannya referensi dan pembanding baru.

Dialih-rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.


🌍 Jelajahi Dunia Tosan Aji
🔍 Temukan kawruh yang tersembunyi
📚 Jurnal, majalah, buku, hingga serat-serat kuno kini tersedia di SINENGKER.COM
📖 Ayo sinau bareng!

👉 TEKAN UNTUK MASUK 🗝️


Contact Person :

Griyokulo Gallery Jl. Teluk Peleng 128A Kompleks TNI AL Rawa Bambu Pasar Minggu Jakarta Selatan

Facebook : Griyo Kulo SMS/Tlp/WA : 0838-7077-6000 Email : admin@griyokulo.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *